Perjalanan ke Surabaya by Bus

Perjalanan pulang dari Ponorogo. Rintik hujan membasahi kaca bus yang aku tumpangi. Jalanan menjadi licin dan basah karena air hujan. Jalanan yang sepi membuat supir bus dapat melenggak lenggok dengan leluasa. Surabaya.. I'm comming..

Aku duduk diatas mesin bus yang panas. Rasanya tak sabar untuk sampai Madiun.. 

-- no piccct --

1 jam lagi..

Waktu terus berlalu. Aku menanti dengan hati cemas. Aku takut aku tak dapat duduk. Sebelumnya bapak kondektur bu Mandala telah berjanji padaku bahwa ia akan memberikan ku kursi ketika bus sampai di Madiun. Aku pun menunggu dengan harap harap cemas. Ini bus yang paling aku tidak aku sukai. Aku sudah lama menghindari bus yang seperti ini, eh dapat juga bisa beginian yang akhirnya aku tidak dapat tempat duduk lagi.

Aku tunggu waktu berlalu, rupanya waktu cukup bersahabat dengan ku. Cepatnya waktu berlalu membuat ku tak sabar untuk segera berdiri, beranjak dari tempat ku semula. Namun nasib baik masih menjauh dari hidupku. Hingga kota Madiun terlewati, aku belum juga dapat tempat duduk. Aku marah dan melayangkan pandangan sinis ke kondektur yang menjanjikan tempat duduk untuk ku setelah bus sampai di kota Madiun. 

Karena barang yang aku bawa cukup membuat ku repot, akhirnya tas koper mini ku, aku buat alas sebagai tempat ku duduk agar my pussy (re:pantat) tidak kepanasan. Panas kali pak saya harus duduk diatas mesin bus seperti itu.

Bapak kondekturnya tersenyum meringis membalas tatapan ku dan sembari bertanya ' panas dek ? ' dengan sinisnya aku pun menjawab ' panas lahh pak, bapak kira nih ac? ' brrr rasanya saya ingin cokot tuh bapak-bapak one pack!

Untung sahabat saya disana mengingatkan saya untuk sabar dan sabar. Jadilah saya bersabar hati dan melapangkan dada mudah-mudahan ada orang baik yang akan memberikan saya tempat agar bisa sampai kota kelahiran saya dengan selamat.

Nganjukkk.. --

Seorang bapak-bapak melambaikan tangan padaku, padahal rasanya sudah lelah sekali untuk beranjak. Sudah tak percaya lagi saya dengan orang lain. Namun akhirnya ada orang yang berbaik hati yang menyisihkan satu tempat kosong untuk saya. Langsung tanpa ba , bi , bu saya pun duduk dan istirahat sejenak..

' ahhhh.. akhirnya ... '

Hujan masih mengiringi perjalanan kepulangan ku ke Surabaya. Senang rasanya dapat merasakan dinginnya hujan menyapa kulit ku. Hmmm jadi bayangan yang tidak tidak muncul dalam benak ku, semakin ku alihkan semakin terus muncul. Akhirnya ku putuskan untuk terlelap hingga tibalah aku di kota Mojokerto dan beberapa jam kemudian sampailah aku di kota tercinta ku, Surabaya.

Hmmm at lastt.. meski rasanya saya marah dengan bapak Kondektur karena telah membohongi saya 2x, tapi saya memetik pelajaran dan dapat share ke para pembaca sekalian.

PS :

-- Buat yang akan naik bus ekonomi, apa saja termasuk dari Surabaya Ponorogo, sebaiknya pastikan tarif Anda. Bila Anda naik dari dalam terminal, pastikan bis Anda dengan baik-baik, apakah bis Anda ekonomi atau patas. Sesuaikan dengan budget dan rencana Anda.

-- Buat Anda yang hendak pergi naik bus jangan lupa siapkan uang pas demi kemudahan dalam perjalanan dan akses keluar masuk uang, meminimalisir tindak kejahatan

-- Kalau ada cukup uang, pilihlah bus patas.

-- Jangan mudah percaya orang lain saat di bus. Percayalah pada Tuhan jangan pada kondektur ^^bus **

-- Disarankan menggunakan bus khusus , misal Surabaya - Ponorogo atau Ponorogo - Surabaya.

-- Kalau ada bus selain Mandala, coba bus lain dulu yaa ^^ tapi recomended juga kok *hanya saran sebagai pengguna yang telah merasakan.*


Nb : mohon maaf bilamana ada salah kata, Tulisan ini saya buat sekedar iseng saja tanpa maksud a, b, c, d.