Rainbow Cake

Rainbow Cake--

Sebuah roti berwarna warni, bisa kita temui di toko - toko roti terdekat atau bisa juga kita sendirilah yang membuatnya hingga muncullah istilah - Home Made -, di buat di rumah. Nggak perlu keluar  rumah, nggak perlu khawatir untuk tingkat kebersihan, cukup siapkan bahan dan buat sesuai dengan resep.

Sebuah foto hasil karya seorang sahabat membuatku kagum akan warna warna yang indah dari seloyang roti yang telah ia buat. Aku yakin rasanya tentu menggoda selera. Bentuknya yang menarik membuat orang terpikat untuk mencoba. 



Alangkah senangnya apabila sebuah roti dapat disamakan dengan sebuah perasaan. Begitu tertarik karena bentuk yang menarik, langsung dicoba. Enak kita jadikan favorite, nggak enak- kita buang. Seadainya saja, yaaa seandainya saja perasaan dapat seperti itu.

Kehidupan ini sama seperti rainbow cake yang sahabat ku buat, berlapis-lapis dan beraneka warna. Aneka warna yang cantik dan menarik. Sama seperti negeri ku, beraneka suku, agama, golongan, adat, budaya, bahasa, dan lain sebagainya. 

Seperti sebuah Frasa Jawa kuna, Bhineka Tunggal Ika. Kini negeriku sedang di ributkan oleh adanya Parade Bhineka Tunggal Ika. Membuat orang kembali sadar bagaimana dahulu negeri ini tercipta.

Melihat berita di negeriku tercinta akhir - akhir ini serta membaca tulisan seorang teman di sebuah group yang begitu memotivasi, menggelitikku untuk menghasilkan sebuah tulisan. Tulisan singkat --

Sebuah kota metropolitan mengajarkan bagaimana kerasnya kehidupan.  -
Bukan zamannya lagi orang berpangku tangan untuk meminta belas kasihan.
Yang lemah akan semakin tertindas oleh kekuasaan.
Yang kuat akan semakin gila oleh kemenangan.


-' menang dalam mengambil hati dan menang dalam mengambil harta'-

Butuh waktu untuk menyadarkan seseorang bahwa hidup ini butuh perjuangan.
Cukup lah kita mengeluh pada kenyataan.
Mari bangkit untuk memperbaiki kehidupan. -
Menjadi generasi muda yang mempunyai harga diri dan masa depan.

--

Sebuah pedesaan mengajarkan bagaimana keindahan
Indahnya hidup dalam perbedaan
Suku, agama, bahasa, dan kebudayaan
Keberagaman tidak membuat perpecahan

Desa itu adalah sebuah daerah perantauan
Kata orang hidup keras ada di kota metropolitan
Tapi hukum rimba berlaku di setiap kehidupan
Uang menentukan masa depan

--

Pada hujan ku titipkan salam rinduku untuk perasaan perasaan yang telah aku tinggalkan. Ini masih 3 bulan pertama ku, masih ada 21 bulan lagi yang menungguku untuk menyapa mereka secara perlahan. Biarlah waktu ini berlalu pelan-pelan namun pasti. Semua sudah ada yang merencakan, dan rencana-Nya tentu indah pada waktunya.

Medan di kota perantauan telah ku ketahui, berhenti bermain pada perasaaan, berhenti untuk melakukan uji coba. Bukan lagi saatnya untuk bersenang-senang, bukan lagi saatnya untuk mempermainkan hati, kini saatnya untuk menyiapkan amunisi, mengisi kembali botol-botol yang kosong dengan air sebagai bekal hidup di kota perantauan. Masih ada bulan - bulan yang harus di sapa, tanggalkan 'jubah' dan mari bekerja keras demi masa depan yang cemerlang.

Buatlah hidup seperti rainbow cake, beraneka warna, berlapis-lapis, manis dirasa, dan enak untuk di lihat maupun di nikmati. Membuat rindu ketika mencicip. Namun janganlah buat kehidupan ini hanya manis pada kecupan pertama, karena hidup bukan sebuah permainan rasa.

Hidup ini keras, siapa yang kuat maka mereka yang menang, hukum rimba masih berlaku pada setiap lapis kehidupan. Nggak peduli pada desa atau kota metropolitan semua memberikan hukum dan tantangan yang sama.

Siapkan senjatamu untuk bertempur menghadapi dunia,
Pertajam agar dapat bertahan dalam kerasnya kehidupan,
Tak lupa sedia air dalam botol-botol untuk di bawa,
Agar ketika haus tak perlu lagi meminta.

Jangan mengeluh pada yang telah lalu, tetap semangat menjalani hidup, buat hidup ini se-manis rainbow cake, izinkan untuk kubisikkan resepnya--
 ' semangat dan ikhlas dalam menjalani hidup ini '.

PS:

Pict by : Sahabatku Nagisa
Inspirasi by : Temanku Mbak Erni