Cegah Tenaga Asing Dengan Bahasa Daerah

Surabaya - MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ) tidak lama lagi akan hadir di Indonesia. Meski kini belum sepenuhnya terlaksana dan kita ketahui ada di sekitar kita, namun dalam hitungan bulan saja nantinya tenaga asing yang akan datang dapat membuat kita resah.



Gubernur Jawa Timur, Soekarwo tengah memutuskan untuk segera membuat peraturan dimana warga Surabaya harus lebih memaksimalkan penggunaan bahasa jawa atau bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. 

Berbagai upaya kini tengah di lakukan demi mempersiapkan MEA. Banyak hal yang dapat berubah nantinya bila kita ( para pelajar Indonesia ) tidak segera mempersiapkan diri mulai sekarang ini. 

Meski upaya ini sedikit terlambat, namun pemerintah tetap mengupayakan agar tenaga lokal tidak tersisihkan oleh tenaga kerja asing. Nantinya bila MEA di terapkan maka tenaga asing akan berdatangan sehingga membuat tenaga lokal tersisihkan. Dalam segi kualitas memang tenaga lokal kalah dengan tenaga asing. Namun pemerintah berharap perusahaan-perusahaan besar tetap memberikan peluang bagi tenaga kerja lokal untuk bersaing dengan tenaga kerja asing dengan kata lain memberikan mereka kesempatan  untuk bekerja.

Kini tengah di usulkan rancangan peraturan daerah ( raperda ) tenaga kerja. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan peraturan itu akan di bahas. Dalam peraturan tersebut banyak hal yang dapat menguntungkan tenaga kerja lokal. Sehingga membuat tenaga kerja asing harus menaati beberapa peraturan tersebut sebelum dapat bekerja di Indonesia. Salah satunya adalah kemampuan berbahasa daerah. 

Gubernur Jawa Timur masih terus mengupayakan agar peraturan tersebut segera di laksanakan. Ia beranggapan tenaga kerja lokal pun tidak akan kalah saing dengan tenaga kerja asing bila mereka di berikan kesempatan dan pelatihan terlebih dahulu.

Namun menilik banyaknya proyek yang ada di Jawa Timur kini banyak menggunakan tenaga kerja asing dengan jumlah yang cukup besar, membuat pemerintah menjadi bersemangat untuk memperjuangkan nasib tenaga kerja lokal. (sumber berita : koran Jawa Pos 20/9/15 )