Belajar Untuk Bersyukur Karena Ketidaksempurnaan

1 Tesalonika 5:16-18

5:16 Bersukacitalah senantiasa.
5:17 Tetaplah berdoa.
5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Seringkali kita merasa ingin sesuatu yang berlebih, tidak jarang juga kita selalu merasa kurang akan diri kita. Selalu ada yang salah, selalu ingin hal-hal lebih, selalu-selalu dan selalu. Pernah nggak sih Anda berfikir, sampai kapan Anda akan merasa seperti itu? Merasa bahwa Anda memiliki banyak kekurangan, merasa bahwa Anda sendirian, merasa bahwa Anda tidak berarti, merasa bahwa Anda tidak mampu untuk melakukan apa-apa.. Sampai kapan?

Ibu saya selalu mengajarkan saya untuk tidak mengkhawatirkan akan apa yang dapat kita makan hari ini, besok, atau lusa.. Ibu saya selalu berpesan untuk tidak bermegah diri dan lebih baik apa adanya sederhana sesuai dengan apa yang kita miliki dan selalu mensyukuri atas apa yang telah Tuhan berikan kepada saya. Saya yang pas-pasan, tidak pintar.. Namun saya selalu bersyukur. Meskipun saya pendek saya juga mensyukurinya. Apapun kekurangan maupun kelebihan yang ada dalam diri saya, selalu saya syukuri.. Mengapa? Karena semua ini adalah anugerah dari Tuhan, Anugrah Allah :) Jadi bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah mensyukuri atas apa yang telah Tuhan berikan untuk Anda?

Hari ini saya menghadiri sebuah pameran di kota saya, Surabaya. Pameran apresiasi siswa dan siswi SD, SMP, SMA inklusif dan sekolah khusus se-Surabaya. Dua penampilan yang mengena bagi saya..

SLB YPAC SURABAYA
Ketika saya datang mendekati panggung, saya begitu terbius akan suara merdu dari siswa dan siswi yang ternyata merupakan murid dari SLB YPAC SURABAYA. Saya terharu dengan suaranya, dengan permainanya, dan juga dengan penampilannya. Sungguh saya merasa bodoh bila saya tidak bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada saya. Sungguh bodoh bila saya selalu malas-malasan.

SMP NEGERI 5 SURABAYA
Ketika pertama kali saya melihat siswa tersebut, saya merasa terenyuh. Ingin sekali saya menyapa, namun saya takut. Tapi saya tidak tahu bahwa ia juga ikut mengapresiasikan diri dan ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Ketika ia naik ke atas panggung dan menyapa para penonton dan kemudian menyanyi, tidak kuat rasanya saya membendung air mata. Air mata saya jatuh begitu saja karena terharu. Sungguh seringkali saya yang merasa bahwa Tuhan begitu jahat bagi saya, Tuhan yang tak pernah mendengar akan apa yang saya katakan.. Ternyata salah.. Saya lah yang kurang bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan untuk saya.


Saya memiliki kekasih yang baik, saya memiliki keluarga yang utuh, saya memiliki banyak teman, dan Tuhan tak memberikan kurang satu apapun kepada saya. Bodoh bila saya tidak mensyukuri semua itu. Bagaimana dengan Anda sendiri? Sudahkan Anda mensyukuri atas berkat yang telah Tuhan berikan kepada Anda?

Hari ini selain belajar untuk selalu bersyukur, saya belajar untuk memberi dengan kasih dan saya belajar untuk menerima segala ketidaksempurnaan. Karena kebahagiaan bukan karena adanya sebuah kesempurnaan, namun kebahagiaan dapat kita peroleh bila kita menerima segala sesuatu dengan selalu mensyukurinya. Tidak ada barang yang sempurna, tidak ada orang yang sempurna, namun kita perlu belajar bagaimana kita menerima semua itu agar kita dapat merasa bahwa hal tersebut sempurna bagi kita. Sama halnya dengan saya yang menerimanya.. menerima setiap kekurangannya dan ingin menjadi pelengkap untuknya... kini dan nanti..

Saya bukanlah orang yang hebat. Namun saya memiliki Tuhan yang hebat, yang memberikan saya sebuah kehidupan penuh arti dan kebahagiaan. 

Salam Stefani