Memahami itu SULIT

Tidak ada yang aku harap kan dan tidak ada yang aku inginkan .Semua masih menimbulkan bekas yang masih dapat aku rasakan hingga saat ini. Semua terlalu berkesinambungan, semua masih terasa tersambung dan saling terhubung. Aku masih terlalu takut untuk memulai apa lagi untuk mengakhiri. Aku tidak ingin kejadian yang sama terulangi lagi begitu cepat tapi aku juga tidak ingin hubungan ini berjalan tanpa sebuah kepastian.

Kepastian? Sebenarnya kata ini akan lebih tepat jika aku yang bertanya pada kamu bukan justru sebaliknya kamu yang bertanya kepada aku. Namun apa yang terjadi diantara kita justru terbalik. Kamu yang saat ini sedang menjalin hubunga sedangkan aku yang saat ini sedang tidak memiliki status apapun yang mengikat aku dengan orang lain justru kamu yang menginginkan sebuah kepastian dari hubungan yang sedang kita jalani ini.

Aku bingung serta aku sungguh tidak dapat mengerti akan semua ini. Namun bisa kan kamu menjelaskan semua ini pada aku? Aku tidak bisa hanya terus begini dan tidak melakukan sesuatu apa pun. mengertilah akan suatu hal, aku terlalu bingung dan lelah sebenarnya akan semua hal ini. Semua pertanyaan yang ada pada ku dan aku lontar kan pada kamu, sering kamu menghindar untuk menjawab semua itu. Namun sebaliknya jika kamu menginginkan sebuah jawaban dari aku justru kamu malah selalu mendesak aku untuk menjawab semua itu. Lalu siapa kah yang salah dan siapa kah yang benar dalam hubungan ini? Aku rasa tidak ada.

Kamu yang mengajarkan ku bahwa semua yang ada saat ini karena kita , semua bermula karena kita, semua ada juga karena kita. Jadi kita lah yang akan menghadapi semua ini bersama. Kita yang akan saling berbagi dalam keadaan apapun Namun kenapa kamu selalu meminta sebuah kepastian dari aku? Bukan kah sudah ku katakan bahwa aku meragukan kamu. Seandainya posisi kita berada sejajar dan sama serta dalam kekosongan yang hendak saling mengisi, ingin aku mengungkapkan segala yang ada dalam diri ku pada kamu. Tapi aku menyadari serta aku sudah dapat sadar diri bahwa aku dan kamu tidak dapat bersama mungkin untuk suatu hubungan yang lebih serius? Tapi tak kuharapkan serta tak ku inginkan bahwa hubungan ini akan berakhir begitu saja. Tidak . aku ingin kamu tetap menjadi angin ku. Angin dalam hidup ku.

Jujur aku masih mempercayai arti akan sebuah karma ini. Aku juga meyakini bahwa semua akan kembali pada diri ku sendiri karena seperti kata pepatah atau perumpamaan , bahwa apa yang kita tabur maka nantinya itu lah yang akan kita tuai . Tak ku inginkan sesuatu yang buruk serta salah ini akan berlaku dan kembali pada aku seperti apa yang aku lakukan sekarang. Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang mungkin akan kembali pada ku dengan cerita yang lain. Maka dari itu aku tidak menginginkan semua itu terjadi tapi juga tidak menginginkan hubungan ini berhenti sampai disini saja.

Memiliki perasaan pada kamu merupakan sebuah pertanyaan yang besar untuk aku. Tidak mudah untuk aku dapat menaruh perasaan pada orang lain. Namun terlalu mudah aku untuk menyukai orang lain. Sayang nya aku juga tidak dapat dengan mudah mengungkapkan sayang pada orang lain terutama dan terlebih lagi jika berhubungan dengan kata CINTA. Jadi bagaimana kah persaan ku kini? Abstrak. Semua masih tetap sama karena aku sendiri juga masih tidak dapat tahu serta paham akan semua hal ini. Namun bisa kah kamu membuat semua ini jelas dengan kamu memberikan aku sebuah kepastian?

Mungkin kamu nantinya tidak akan bersama aku. Mungkin kamu nantinya tidak akan terus ada di sisi ku. Mungkin kamu nantinya akan berada jauh dari aku. Namun aku selalu berharap serta meminta pada Tuhan, jika memang kita dapat untuk selamanya, biarkan kamu menjadi yang akan tetap selalu bersama ku di samping ku, meski tanpa status ataupun hanya sebatas TEMAN. Namun jika tidak, tak ku ingin kan kamu  berada di sisi ku, karena jika suatu saat kamu pergi mungkin aku akan sulit atau bahkan sangat sulit untuk menggantikan posisi mu di hati ku.

Kini meskipun kamu masih belum atau masih SEPERTI jauh, namun kamu telah memiliki satu tempat dalam hati ku. Kamu telah mempunyai sebuah tiket untuk terus masuk dan mengenalku lebih dalam. Hanya saja aku masih menutup pintu masuk itu. Karena kamu belum sepenuh nya bebas. Kamu belum bebas seperti burung di udara. Kamu masih terikat dan aku ingin kamu yang membebas kan ikatan itu. Tidak ku ingin kan kamu masuk membawa serta ikatan yang menempel pada diri mu itu. Karena aku tahu pasti nya aku tidak dapat menerima itu semua.

Tetap pahamilah, perasaan ku pada mu kini telah berubah dari yang lalu saat kita pertama bertemu.