Sinopsis Marga T Sembilu Bermata Dua 1

Selamat siang para pembaca setia dari blog @NifaFani hehe :D Kali ini saya akan memposting atau lebih tepatnya saya akan menepati janji saya untuk memposting sinopsis dari novel Marga T Sembilu Bermata Dua :D Penasaran ? Sebelumnya saya sudah pernah nih mempostingnya namun bukan versi saya hehe >> READ MORE 

Oke , dari halaman pertama atau kisah pertama sampai kisah ke dua , novel ini membuat saya terharu . Namun pada bagian kisah yang kedua , apa lagi yang bagian ke 4 dari cerita bagian ke dua ini sungguh membuat saya menangis saat membacanya hehe :D *lebay ya?* tapi sungguh baru kali ini saya menangis terus saat membaca ceritanya , sebelum-sebelumnya bila saya membaca sebuah cerita saya hanya menetes kan air mata tanda terharu , tapi yang ini sungguh lain hehe :')

Penasaran ? yuk..

Cerita pertama " Ketika Hati Bernyanyi "
Sinopsis :
Diceritakan seorang mahasiswa bernama Ida , mahasiswa kedokteran yang berasal dari keluarga sederhana , anak pertama dari delapan bersaudara. Ida yang awalnya seluruh hidupnya di biayai oleh pamannya hingga ia bisa melanjutkan kuliah dengan jurusan kedokteran yang ia impikan , harus seketika kandas karena paman nya yang meninggal dan sang bibi enggan untuk membiayai Ida . Ketika itu Ida hanya memiliki satu teman kos yang ia percaya yaitu Luki. Luki adalah seorang pegawai bank biasa dengan bayaran yang pas-pasan dan gaya yang biasa namun hampir seluruh penghuni kos tidak menyukainya karena sikapnya yang terkadang bagaikan orang kaya. 

Ketika Ida mengalami kesulitan , Luki akhirnya memberikan usul . Bagaimana bila Ida memasang iklan untuk meminta seseorang membantu biaya kuliahnya ? Awalnya Ida tidak ingin menerima usulan itu , namun takut sahabatnya terluka hatinya , Ida pun menerima tawaran Luki. Mulai dari biaya pemasangan iklan hingga iklan di terbitkan semua Luki lah yang menolongnya. 

Satu minggu kemudian Ida mendapatkan seorang tuan penolong. Dan sejak saat itu Ida terus di bantu setiap bulannya. Ida juga mulai menghemat semua pengeluarannya dan terus belajar dengan giat agar dia tidak mengecewakan tua penolongnya.

Ada beberapa masalah yang datang , mulai dari Ida yang mulai menyukai Luki , lalu tuan penolong yang ternyata tiba-tiba ingin melamar Ida , hingga kedatangan dokter Ridwan yang ternyata menaruh hati pada Ida. Ida yang merasa tidak enak pada tuan penolong , Ida pun menerima lamaran tuan penolong. Namun meski Ida telah menerima lamaran tuan penolong , Ida masih saja belum tahu bagaimana rupa tuan penolongnya , dimana rumahnya , dan lain-lain. Ida hanya tahu tuan penolongnya via surat saja sejak di semester tiga hingga delapan. 

Saat menginjak semester akhir , Luki yang awalnya di jauhi oleh Ida karena Ida takut melukai perasaan Luki bila Luki tahu Ida menerima lamaran tuan penolongnya itu akhirnya pergi meninggalkan Ida yang tidak memberikan kepastian pada pertanyaannya. Ida yang juga menyukai Luki pun merasa kehilangan , akhirnya seluruh pekerjaan Ida tidak ada yang beres. Surat-surat dari tuan penolong pun tidak pernah kunjung datang lagi. Hingga akhirnya Ida kembali menulis surat kepada tuan penolong. Tuan penolong pun membalas surat Ida. Dalam suratnya , Ida ingin bertemu dengan tuan penolong meski dalam perjanjian tuan penolong akan menemui Ida bila Ida telah lulus kuliah. Namun Tuan penolong pun menyanggupinya :)

Surat Tuan Penolong :

" Nona Ida , 
       Sebenarnya ini baru boleh terjadi setelah Nona selesai dengan studi Nona . Tapi kalau Nona begitu ingin mengetahui siapa tuan penolong Nona , datanglah pada hari Rabu , minggu depan di restorasi Kemayoran , jam 15.00. Nona akan tahu siapa dia. "

Ida yang belum pernah masuk ke lapangan udara sebenarnya takut juga untuk menemui tuan penolongnya. Namun akhirnya Ida datang juga seorang diri , karena Ida tidak berani mengajak temannya. Dan, saat ia berada disana dia bertemu dengan seorang bapak tua yang ternyata dialah yang menjadi tuan penolongnya selama ini , namun ada hal yang lebih mengejutkan. Yang melamar Ida adalah Luki!! Luki teman yang selalu ada untuknya , teman yang selalu dianggap remeh oleh teman-temannya. :))

END.

Cerita Kedua : " Di Ujung Sebuah Dunia "
Sinopsis : 
Pada bagian ini di ceritakan seorang perempuan cacat bernama Ina. Ina yang sebenarnya memiliki wajah yang manis , namun sayang ia memiliki kekurangan pada punggungnya. Ia terkena T.B.C , punggungnya bungkuk. 

Sejak SMA Ina memiliki seorang sahabat pena yang bernama Hardi. Setiap bulan surat Hardi pasti datang 2 kali. Namun akhirnya Ina yang tidak ingin Hardi tahu bagaimana kondisi Ina yang hanya meiliki tinggi 138 cm dan punggung yang bungkuk itu , Ina mengatakan pada Hardi bahwa Ina hendak menikah saat Hardi ingin datang menemui Ina. Dan kemudian surat Hardi pun datang beserta sebuah kado pernikahan. Dan sejak saat itu Hardi mulai jarang untuk membalas surat Ina.

Meski Hardi tidak lagi sering mengirimkan surat Ina , namun Ina masih memiliki seorang teman yang baik yaitu Hani. Hani adalah tetangganya yang berada di sebelah flatnya. Kamar Hani dan Ina berseberangan, hampir setiap malam Hani selalu menyanyikan atau membunyikan gitarnya untuk Ina hingga Ina pulas tertidur. Jadi Ina tidak merasa kesepian meski Hardi tidak lagi mengirim surat pada Ina.

Dalam cerita ini , Ina yang ingin mendaftar kuliah di jurusan kedokteran ia di tolak oleh pegawai TU dengan alasan bahwa Ina cacat. Sungguh tidak adil. Banyak yang tidak ingin memberikan pekerjaan pada Ina. Hingga akhirnya melalui teman ibunya Ina mendapatkan pekerjaan. Meski awalnya Ina tidak menyukai pekerjaannya , kini Ina mulai senang dengan apa yang ia kerjakan di toko bunga itu. setiap pulang kerja Ina selalu membawakan bunga untuk Hani. Dan Hani selalu senang mendapatkan bunga dari Ina meski Hani tidak dapat melihat bagaimana bentuk bunga yang Ina berikan, namun Hani dapat merasakannya :').

Hanifah atau Hani yang buta karena kecelakaan itu selalu berjanji pada Ina. Hani berjanji bahwa ketika ia dapat melihat , maka ia akan menemui Ina dan melamar Ina. Karena Ina selalu menganggap Hani bercanda ketika Hani merayu Ina atau Hani mengajak Ina untuk berpacaran. Hani mengira Ina malu memiliki pacar yang buta , namun Hani salah. Ina menganggap Hani tidak mengetahui bahwa Ina memiliki punggung yang bungkuk. Ina berpikir bahwa ibu Hani hanya mengatakan pada Hani bahwa Ina memiliki wajah yang manis namun tidak mengatakan pula punggung yang bungkuk. (Sungguh kesalah pahaman yang menyedihkan hehe). 

Akhirnya pada tahun kedua , Hani mendapatkan donor mata di Jogja. Ina yang mengetahui itu juga turut senang , nah dari sini deh mulai membuat saya terus menangis saat membacanya hehe :'). Ketika Hani hendak berangkat ke Jogja , Hani berpesan pada Ina untuk menjaga hatinya jangan sampai ada orang lain yang dapat masuk ke hati Ina. Hani berjanji dalam satu atau dua minggu depan ia akan segera kembali dan melihat Ina. Ina memang senang , namun Ina takut . Ina takut nantinya Hani akan meninggalkannya ketika ia melihat Ina. Ina berpikir Hani memiliki wajah yang tampan , dia hanya kekurangan karena buta. Bila Hani tidak buta , maka akan banyak wanita yang datang padanya. Sungguh ini kesalahpahaman :''). 

Sehari sebelum Hani pulang , Ina mengalami kecelakaan dan ia meninggal. Namun Ina telah membuat surat , Ina ingin hidupnya yang singkat itu berarti. Maka ia meminta pada pemilik toko bunga yang mengetahui saat ia kecelakaan pertama kali saat itu untuk membaca suratnya. Ina ingin agar orang lain yang buta seperti Hani dapat melihat kembali , karena sepertinya mencari pendonor itu sangatlah tidak mudah. Bahkan Hani pun harus menunggu selama hampir dua tahun. 

Ketika Hani kembali ke rumah , Hani segera menuju ke kamarnya. Ia tidak sabar untuk memberi tahu Ina. Hani memanggil Ina dari jendelanya. Hani terus berbicara pada Ina . Hani bahkan mengetok-ketok jendela Ina. Namun tetap saja suasananya sunyi :') Ina tidak kunjung membuka kan jendelanya hingga malam hampir menggantikan sore . Akhirnya Hani memutuskan untuk turun menemui Ina di rumahnya dan ia pun segera lekas pergi mandi. Namun saat ia membalikkan badan , ia mendapati mamanya menangis di ambang pintu kamarnya. Hani terheran-heran. Ia bertanya pada mamanya mengapa mamanya menangis ? Mamanya jatuh di bawah ranjang tidur Hani sambil menunjuk-nunjuk jendela kamar Ina. Hani bertanya terus kenapa ? Mamanya hanya menjawab inaa... Hani pun tahu apa yang mamanya maksudkan. Hani juga menangis. Hani pun pergi kejendelanya , ia berteriak-teriak mengapa semua ini terjadi (?) Hani terus berteriak-teriak dan tidak memedulikan tetangga atau orang yang melihatnya. Ia terus memanggil nama Ina , namun hanya angin yang terus berembus , dan tidak ada seorang pun yang menjawab.

END 

Ah , sayang sekali bukan pada cerita kedua ? Ina seharusnya berpikir postif saja :') Bila Hani memang nantinya akan meninggalkan Ina , memang Hani bukan jodoh Ina , namun memang bila kita telah di tolak berulang kali rasanya kita tidak ingin tersakiti kembali dan kita memilih jalan sendiri agar kita tidak kembali merasa tersakiti :") . Tapi Hani sebenarnya tahu bagaimana kondisi Ina :') Ahh benar-benar mengharukan. Dan kali pertama ini saya akhirnya menangis tidak berhenti :')


Oke sekian dulu postingan dari saya , nanti di tunggu yah sinopsis yang selanjutnya :))