Say No To Drug , Drink , Free Sex

     " Pagi vin ,, Pagi semua ,, " Sapaan pagi penuh canda dan tawa misterius dari Sari salah satu sahabatku yang suka ceplas - ceplos 
      " Pagi juga Sar " Sapa ku biasa saja

     Heran juga nih anak kesambetan apaan sih , hari ini kan hari senin ? Kenapa juga nih anak senyam senyum begini . Pelajaran pertama kan pelajarannya guru killer . Pak War pelajaran Titi Laras , siapa yang bisa tersenyum di pelajarannya dia coba? Astaga nih anak malah cengar cengir padahal yang lain sudah mati kutu. Ada apaan ya ? ( Batinku dalam hati )

     Dan akhirnya aku hanya bisa membatin saja , mungkin baru dapat duren makanya teman ku satu ini nggak merasakan mati kutu atau degdegan justru malah tersenyum engga jelas. Bahkan hingga akhir peajaran pun ia masih saja senyam-senyum.



     " Temen mu yang satu itu lapoo tef? Kesambet a ? " Tanya Ardians teman sekelasku dan ketua kelasku
     " Nggak ngerti aku di , kali aja kesambet deh " Jawab ku sekenanya saat hendak ke kantin di jam istirahat dan kulihat si Kartika masih saja senyum-senyum didepan hpnya . Aku hendak bertanya , tapi nanti lah rasanya belum ada mood juga untuk bertanya 

     Pelajaran hari ini cukup padat , biasa hari senin memang gurunya pada nggak ada yang asyik , semua pelajaran pasti bakal full dan gurunya ada semua. Makanya terkadang aku ingin saja membolos di hari senin , sayangnya hari senin ini guru-guru pembawa materi pelajarannya cukup penting dan penentu kenaikan kelas. Bisa mati aku bila bolos pelajaran *sedihnya*

     Bel pulang sekolah sudah berdering dan pelajaran terakhir pun telah usai , kelas sudah mulai sepi , anak-anak telah berkemas sejak satu jam sebelum pelajaran usai dan ingin segera kembali ke kos-kosannya masing-masing. Kartika teman dekat ku ini masih saja terus tersenyam senyum sendiri. Karena heran aku pun bertanya pada nya

     " Sar kamu kenapa sih ? dari tanya senyam senyum mulu mandangin HP , memang apa lucunya ? " 
     " Vin ,,, Vin... besok aku ketemu Danu. "
     " heh ? jadi dari tadi kamu senyam senyum itu karena besok mau ketemu Danu ? "
     " Iya? Memang kenapa ? " Kartika malah kebingungan
     " Gapapa deh , memang mau ketemu dimana ? Jam berapa ? Besok bukan kita masih sekolah ? Kamu bukan mau bolos kan ? " Tanya ku memberondong
     " Besok ketemu sepulang sekolah kok , dia bakal yang kesini jemput .. Besok aku bawa motor , titip motor sama Siti ya " " ya Sit ya " Dia berkata pada Siti , Siti yang asyik mengutak atik HP nya kemudian menyahuti "iyeeee " Aku pun masih belum paham karena ada pertanyaan ku yang belum ia jawab , tapi sudahlah

     Besok nya , seperti biasa kita masuk pukul 7 pagi dan salah satu teman ku ini tetap saja seperti kemari yaitu senyum-senyum sendiri. Oke deh memang dia sedang happy akan bertemu dengan pacarnya :)) sebagai teman yang baik juga ikut senang dong.. 
      Rutinitas pun berjalan seperti biasanya , pelajaran juga berlangsung lancar saja . Bila hari selasa itu sudah jelas banyak sekali jam kosong :D

+6289699879xx
18:09

Vin..
Me
18:30

Iye sar ? Sorry baru selesai makan
+62896998789xx
18:31

Sakit vin sakit..
Me
18:31

Hah? Maksud lo? sakit apanya sih? Lo diapain ama si Danu?

+62896998789xx
18:35

Biasa. ,


     Entah apa yang ia maksud biasa. Mungkinkah yang di maksud biasa adalah sexs bebas yang biasa ia lakukan ? Mungkinkah ia melakukan hal itu dengan cowoknya lagi ? Masa sih iya dia bakal melakukan hal itu lagi ? Bukannya dia telah mengetahui dampak dari apa yang telah ia lakukan ? Astaga ini anak , aku jadi membatin sendiri karena ulahnya dan bertanya-tanya dalam hati. Ya ampunn , aku punya teman satu ini selalu saja begini :')

    Besok nya aku tahu dia bakal nggak masuk sekolah. Karena aku tahu pasti dia nggak akan masuk sekolah selama beberapa hari , ke esokan harinya pun aku pergi kerumahnya dan kemudian seperti yang telah aku duga ia tengah merintih kesakitan. Hmm aku sih nggak pernah tahu bagaimana rasa sakit yang ia derita , tetapi bila sampai ia merintih maka benar ia sungguh-sungguh menderita. 

    " Sar , are you ok ? " Tanya ku saat aku langsung masuk kosannya saja dan duduk di samping nya
    " ok ok apa vin , kamu lihat ndiri gini loh aku sakitnya kayak apa " jawabnya setengah merintih dan nada yang tinggi
     " Yeee sar aku kan cuma nanya aja , lu napa sih? " Jawab ku dengan nada memohon maaf
    " Biasa , dia njatah , lalu beginilah jadinya " Katanya
    " Lha kok kamu mau sih ? Kamu bilang sendiri rasanya sakit tapi kamu malah tetap begitu. Kenapa toh sar? Putusin aja loh , kan aku sudah bilang berulang kali putusin sar putusin." Kataku
    " Tapi vin.. aku tuh sayang dia.."
    " Iya aku tahu kamu sayang dia , tapi sampai kapan sar? Sampai kapan kamu cuma jadi pelampiasan napsu doang gini? Sayangi diri sendiri napa. "
    " ya gimana loh vin sudah jadi loh.."
    " Ya deh , besok - besok jangan diulangi ya.." kataku dan dia pun tak menjawab

     Akan tetapi meski begitu tetap saja semua tetap terulang hingga aku pun lelah sesungguhnya. Namun sebagai seorang teman maka aku tak boleh lelah tuk memberi semangat dan dukungan. Mengerti seorang teman yang berjalan pada jalan yang tak sesuai maka tugas kita pun sebagai teman yang baik adalah mendukungnya untuk kembali pada jalan yang benar. Say no pada sexs bebas dan Narkoba. Salah seorang teman dekat ku yang lain pernah memberikan sebuah nasihat bahwa ketika kita telah terjun di dalamnya dan kita merasakan kenikmatannya maka kita akan susah untuk lepas. Untuk itu sebelum Anda terlampau jauh dalam menjalani kehidupan yang kelam , ada baiknya bila Anda memikirkan masa depan Anda sebelum Anda kemudian terjun semakin jauh dan tak bisa lepas. Minatlah dukungan dari orang sekitar Anda agar Anda tak merasa melalui ini seorang diri.