Aku dan Kamu Cinta Tapi Beda

" Kadang Tuhan menguji manusia dengan cinta beda agama , agar Ia tahu apakah manusia tersebut mencintai sang pencipta atau ciptaannya "

Dulu pernah ku dengar kata-kata ini keluar dari bibir manismu , dari mulutmu orang yang pernah ku sayang . Aku tahu waktu itu adalah waktu memang berat . Mengetahui status perbedaan agama yang kita miliki membuat mu ragu dengan diriku. Tapi kita terus menjalaninya.

Kamu Kristen dan aku Islam , kamu ke Gereja dan aku ke Masjid. Kita memang berbeda , dua tahun berkenalan dan dekat layaknya sahabat yang sudah melebihi batas membuat kita sering bertanya-tanya kemana kah kita akan membawa hubungan kita ini ? Sering kali teman - teman menganggap bahwa kita pacaran namun apakah kita benar-benar berpacaran ?

Kau mengenalku dan aku mengenal mu , bahkan telah sejak awal kita saling mengenal dan saling mengetahui. Kita sama-sama kukuh di bidang agama. Kamu yang rajin beribadah ke Gereja dan aku yang tak pernah lupa akan sholat 5 waktu ku. Ku akui kamu sungguh baik , kamu yang dapat menerima aku apadanya dan kamu yang selalu menungguku saat aku sholat serta kamu yang selalu ada ketika acara-acara kebesaranmu.

Karena toleransimu padaku membuat aku meluluhkan pandangan ku mengenai agama , ketika kamu merayakan hari besar mu aku pun turut mengucapkannya. Aku tahu , kita memang beda dan agama menjadi batas halangan kita , namun untuk bersosialisasi sebagai teman yang baik hanya mengucapkan saja bukanlah hal yang patut untuk di larang atau termasuk dalam hal dosa. 

Dear Kamu..

Aku banyak belajar dari mu yang selalu menghargai aku. Terima kasih atas setiap waktu yang pernah kamu luangkan untuk ku. Kamu yang selalu membantuku mengerjakan segala sesuatu dan kamu yang selalu menemani aku ketika aku membutuhkan sebuah sandaran. terima kasih untuk kamu juga yang selalu ada untuk ku. 


Dua tahun mengenal mu dan kemudian kamu mengajak ku untuk berpacaran , kita membuat komitmen , teman- teman yang mengetahui kita berpacaran sempat meragukan kita karena kamu yang terlalu kukuh dengan agama dan aku yang demikian juga dengan agamaku. Meski begitu kamu selalu berusaha meyakinkanku tuk tak mendengarkan apa yang mereka katakan . Kamu berkata bahwa kita masih dalam tahap awal. Kamu dan aku , kita melalui semua nya hingga satu tahun kemudian..

Baca : Cerita Beda Agama Satu Tahun Kemudian