Sinopsis Film Yes Or No 1


Hai , siang ini Surabaya mendung loh :D Tumben juga sih soalnya biasanya suda panas hehe :D Tapi sekarang malah mendung sampai-sampai saya nonton film aja pakai selimut hehe :D Mmm, yah nonton film ini Yes or No 1 :)) 

Sebelumnya saya sudah pernah nonton film Yes or No tapi yang kedua X_X entah kenapa teman saya malah download yang kedua :3 brr. Tapi waktu itu saya memang nggak tahu sih kalau itu film kedua juga hehe :D But , nggak papa deh. Malah saya berterima kasih sama teman saya Ryan yang kasih film itu sebelumnya . Thank You.

Oh yah , back back ke topic utama nih .. Kan pada postingan sebelumnya saya sudah cerita kalau akan nonton film Yes or No 1 , nah karena saya punya banyak waktu jadi nggak ada salahnya deh share sedikit cerita dari nih film hehe :D

Sinopsis :

Cerita ini bermula dari seorang mahasiswi bernama PAI jurusan perikanan yang sebelumnya ingin pindah kamar ( seperti kos ) karena dia menghindari pacar cewek yang biasa di sebut dengan DII. Namun ternyata PAI justru sekamar dengan KIM yang menurut PAI , KIM adalah seorang TOM karena penampilannya .

Kim berusaha menjelaskan pada Pai bahwa ia bukanlah TOM seperti yang Pai katakan dan ia membuktikannya :D. Pai yang melihat tidak bisa berkata apa-apa , akhirnya Pai pun memutuskan untuk pergi keluar dan meminta untuk pindah kamar lagi namun sayang Pai telah menggunakan hak nya untuk pindah kamar jadi ia tidak mendapatkan izin itu ;'')

Karena tidak ada jalan lain , akhirnya Pai memutuskan untuk memberi batas , jarak dan lain-lain asalkan Kim tidak terlalu dekat dengannya meski ia satu kamar. Pai juga membuat beberapa peraturan , namun Kim begitu sabar dan ia pun menuruti semua yang Pai inginkan.

Kim ternyata memang orang yang baik . Meski ia terlihat tomboi atau seperti anak laki-laki namun ia sungguh penakut. Ia takut gelap , ia takut kecoa , ia takut dengan kesunyian , dan ia takut hening. Makanya ia senang beramain game dan senang melihat cahaya. Ah kalau saya lihat ekspresinya Kim saat ketakutan jadi ingat seseorang hehee :D Lucu banget deh.

Saat di kelas , Kim melihat seorang perempuan bernama Jane yang terus saja menangis. Karena Kim melihat itu ia pun memberikan apu tangannya untuk Jane. Jane yang saat itu sedang galau salah mengartikan sikap Kim. Jane berfikir bahwa Kim menyukainya hingga kemanapun Kim pergi ia ingin tahu. Namun hal ini membuat Pai lama-lama tidak menyukai Jane.

Kim mulai merasakan bahwa ia menyukai Pai. Sayang , Pai sebenarnya semakin lama memang merasa bahwa ia juga menyukai Kim namun ia belum berani untuk mengungkapkannya.

Kim selalu membuatkan Pai makanan. Kim memang senang memasak :D . Kim yang anak seorang petani ia menanam tanaman itu sendiri dan memasaknya untuk ia makan sendiri :D Makanya meski ia kos ia pun tetap menanam di teras kamarnya dan memasaknya sendiri seperti gamabar diatas :D Ia mencoba menawarkan kepada Pai untuk mencobanya hehe :D


Saat itu sedang hujan deras. Kim dan Pai baru saja pulang dari Cafe Bibi In ( bibi Kim ) dan mereka mendapati kamar mereka telah penuh dengan air ( alias bocor : kebanjiran ) dan tempat tidur Pai atau bagian wilayah Pai lah yang kebocoran. Kim akhirnya melewati batas yang telah Pai buat dan membantu Pai mengangkat tempat tidur Pai dan membantu untuk menjemurnya di teras. Kim juga mempersilahkan Pai tidur di tempat tidurnya dan Kim tidur di lantai. Kim tidak mempermasalahkan bila Pai ingin memasuki wilayahnya.


Nah ini ekspresi Kim saat begitu tahu lampu mati wkwkwk :D Ia langsung menangis dan memeluk Pai . Pai geli dan akhirnya tertawa juga melihat tingkah Kim . Bahkan Kim juga terus menarik-narik baju Pai karena ketakutan. Akhirnya Pai yang menyalakan setiap lilin di seluruh ruangan dan membuat semua ruangan menjadi terang.

Dan sejak kejadian itu Pai memutuskan untuk tidak lagi menaruh garis pembatas di kamarnya. Pai pun merapakan ranjangnya dekat dengan Kim . Dan mereka tinggal satu kamar , bercanda , tertawa dan berbagi bersama. Mereka pun tetap tidak menyadari akan perasaan mereka masing-masing.

Hm ceritanya dipercepat yah , Suatu hari ketika mereka berangkat ke kampus bersama , tiba-tiba ada oara genk yang selalu mengganggu mereka. Genk itu mengejek Kim dan Pai , mereka pikir Kim dan Pai adalah lesbian. Mereka memperolok Pai , awalnya Pai meminta Kim untuk meninggalkan mereka , namun karena mereka telah kelewatan memperolok Kim akhirnya Pai membuktikan didepan mereka dengan mencium pipi Kim. Otomatis membuat Jane yang saat itu ada di belakang mereka sungguh kaget.

Hubungan Kim dan Pai semakin lama semakin dekat. Meski Pai terus saja mengelak namun Kim akhirnya berani juga mengungkapkan apa yang ia rasakan. Begitu pula Pai. Jadi meski ada Van saat itu yang menyukai Pai , Pai tetap memilih Kim.

Pai yang cemburuan tidak senang melihat Kim terus bersama Jane. Kim pun menjelaskan bahwa ia akan berkata pada Jane. Namun Pai menolak karena Pai belum siap untuk orang lain tahu bahwa mereka pacaran. Kim pun menurut. Meski Jane begitu agresif namun Kim tidak memperdulikannya. Hingga suatu hari saat Kim sedang istrirahat karena migrain , tiba-tiba Jane datang dan memijat kepala Kim lalu memeluk Kim. Kim mengira bahwa itu adalah Pai , Tapi Kim salah , Kim yang memakai penutup mata tidak melihat bahwa itu Jane. Pai yang sudah janji akan pulau dahulu sebelum ujian siang nanti datang dan melihat Kim bersama Jane saling berpelukan. Pai kaget dan membanting aquarium yang berisi ubur-ubur yang Kim belikan untuk Pai. Kim berusaha mengejar Pai namun ditahan oleh Jane. Kim akhirnya marah dan meninggalkan Jane. Namun Kim tidak juga menemukan Pai.

Keesoks harinya Kim memberanikan diri mendatangi rumah Pai , ia bertemu dengan ibunya Pai dan meminta izin agar ia boleh bersama Pai. Tentu ibunya Pai marah besar karena ia tidak pernah menyukai hubungan sesama jenis. Namun ibu Pai memberikan Pai kesempatan bila Pai merespon perasaan Kim maka mereka boleh melajutkan hubungan mereka dengan keyakinan sang ibu bahwa hubungan itu tak akan bertahan lama. Tapi justru Pai malah menolak dan membuat Kim terluka. Kim pun pamit pada Pai dan pergi meninggalkan Pai lalu pulang ke rumah orang tuanya.

Hari-hari yang mereka lalui begitu tidak mengenakan. Akhirnya Pai pun sadar dan Pai pergi kerumah orang tua Kim untuk menemui Kim . Kim yang saat itu melihat Pai awalnya kaget . Tapi cerita ini berakhir happy :D 

Kim dan Pai bersama. Pai meminta ibunya tuk mengerti. 


END