Perbedaan Cina dan Pribumi

Hmm , kali ini saya akan memposting tentang " Apa sih perbedaan orang cina dan orang pribumi ? " dan " Mengapa sih sering kali orang cina tidak di terima oleh orang pribumi ? " lalu " mengapa orang cina selalu di hina ? " dan masih banyak lagi.

Sebenarnya sudah lama sekali saya ingin mengetahui alasan yang pasti. Namun saya belum mendapatkan alasan yang cukup kuat atau dalam arti alasan yang cukup membuat saya percaya dan yakin bahwa itulah alasannya.

Dari beberapa orang yang mengatakan atau sikap beberapa teman dan lingkungan sekitar , sepertinya memang terdapat perbedaan antara orang pribumi dan orang cina . 

Maaf sebelumnya , orang pribumi yang saya maksud adalah orang jawa dalam arti bukan jawa sepenuhnya juga.

Bila Anda berada di Jawa Timur khususnya Surabaya lalu Anda melihat ada orang china berjalan , pasti Anda akan menemukan orang yang bergunjing nantinya misalkan " huh , chino .. " " awas singkek lewat " dan lain-lain. hal ini sudah sering saya jumpai , bahkan bila Anda membeli sesuatu maka harga itu akan dinaikan dua kali lipat meski Anda sanggup membayar nya , namun tetap saja nantinya Anda akan di gunjingkan entah itu baik atau buruk , tapi syukur-syukur kalau baik hehe :D

Nah , mengapa orang china sering kali tidak di terima oleh orang pribumi ? Apakah ada perbedaan diantara mereka ? Jawabannya adalah TIDAK! Lalu mengapa ?

Hmm , bila Anda ingin mengetahuinya , saya memiliki dua jawaban dari dua orang yang memiliki pandangan yang berbeda , tingkat pendidikan yang berbeda , dan antara orang china dan orang pribumi.

Menurut jawaban orang pribumi :
Mereka para pribumi beranggapan bahwa orang china adalah orang yang pelit , orang yang kikir , orang yang tidak punya sopan santun ( bila orang jawa bilang : nggak duwe unggah-ungguh ) Banyak yang mengatakan bila orang jawa menikah dengan orang china hasilnya akan percuma , mereka hanya akan hidup susah ( masa kah betul? jawabannya juga tidak! )

Menurut Jawaban orang China :
Beberapa dari orang cina memang tidak mengerti dan berpikiran sama dengan orang pribumi ( karena meskipun cina juga belum tentu berpendidikan ) . Nah anggap saja ini menurut versi orang yang memiliki cukup pendidikan atau mengenyam bangku sekolah lah. Pada dasarnya semua kembali pada saat pemerintahan Belanda. Dimana saat itu Belanda berusaha mengadu domba antar kerajaan , antar suku , dan lain-lain dengan tujuan agar rakyat Indonesia tidak bersatu. Nah bodohnya Indonesia semua dapat termakan itu dengan mudah . Bahkan rakyat cina pun di sendirikan , ada beberapa permainan politik , hingga setelah kemerdekaan pun rakyat cina tetap diasingkan. Mungkin nih karena merasa terasingkan atau entah karena hasutan dari para Belanda itu lah yang membuat mereka berpikiran sama pada orang - orang pribumi. Mereka beranggapan bahwa orang pribumi bodoh dan lain-lain. 

Hmm tapi sampai kapan yah semua ini akan begini terus ? Jujur , bila saya sih sudah terbiasa dengan hal ini. Jika saya tidak pergi dengan ayah saya , karena wajah yang kental seperti pribumi saya dianggap orang pribumi asli ketika misalnya saya hendak membeli sesuatu di sebuah toko atau saya bertemu dengan orang cina. Namun beda lagi ketika saya berjalan dengan ayah saya , maka sikap pemilik toko itu akan bermanis-manis dan tidak seperti sebelumnya. Tidak hanya itu , di lingkungan sekolah dan sekitar juga sering kali saya berbaur seperti mereka semua agar lebih mudah di terima dan saya harus tanpa ayah saya. Bila saya bersama ayah saya . entah mungkin teman-teman saya akan berusaha pelan-pelan menjauhi saya. Saya juga sudah sering mendengar setiap gunjingan orang . Untuk itu sering kali ketika teman-teman saya bercerita saya hanya mendengarkan. Saya yang berada di tengah-tengah antara cina dan jawa berusaha tidak memilih . Saya hanya berusaha menempatkan diri pada posisi yang tepat. Misal bila saya berada pada lingkungan pribumi maka saya akan mengaku sama dengan mereka ( dan memang saya sama ) beda lagi bila saya berada dengan orang china , bila mereka bisa menerima saya maka saya juga tidak apa , bila mereka tidak dapat menerima saya , saya pun jug tidak mempermasalahkan. Hal itu sudah saya alami bersama adik-adik saya sejak kecil. Bahkan di lingkungan keluarga pun saya pernah . Jadi bukan hal yang wow :D

Namun satu pertanyaan saya , sampai kapan semua pikiran begitu terus ada ?