Organisasi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang

Pada zaman Jepang terdapat banyak organisasi pergerakan yang di bentuk . Organisasi-organisasi ini bersifat semimiliter dan militer seperti pada umumnya. Jika kita memahami perkembangan organisasi perkembangan organisasi antara Belanda dan Jepang , kita daoat menemukan perkembangan yang berbeda. Apa perbedaannya ? Perbedaannya terdapat pada siapa yang memprakarsai pembuatan organisasi itu , jika pada zaman pemerintahan Belanda setiap organisasi banyak di prakarsai oleh rakyat Indonesia , maka berbeda pada zaman Jepang , setiap organisasi banyak di prakarsai oleh Jepang. Dengan ini lah para pejuang Indonesia memanfaatkannya dengan mengambil sikap dan strategi bekerja sama dengan Jepang.

Nah untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat Jepang membentuk organisasi yang bersifat sosial. Yang pertama ada Gerakan Tiga A , gerakan ini di bentuk tanggal 29 Maret 1942 , memiliki tiga semboyan yaitu Nippon Cahaya Asia , Nippon Pelindung Asia , dan Nippon Pemimpin Asia. Pada bulan Mei 1942 Jepang mulai mengenalkan gerakan ini kepada masyarakat melalui media masa. Namun gerakan ini dinyatakan gagal oleh Jepang. Apa alasannya ? Alasannya karena sekalipun dengan berbagai upaya , Gerakan Tiga A ini tetap kurang mendapatkan simpati dari rakyat sehingga pada bulan Desember 1942 Jepang memutuskan untuk membubarkan gerakan ini.

Yang kedua di bentuklah Pusat Tenaga Rakyat atau Putera , pada tanggal 16 April 1943 . Pada gerakan ini cukup mendapat sambutan dari masyarakat bahkan terus berkembang . Tujuan di bentuknya Putera awalnya untuk menggerakan massa membantu Jepang yang saat itu sedang perang Asia Timur , namun dikarenakan adanya perkembangan Putera yang semakin baik maka pada tahun 1944 Putera dinyatakan bubar oleh Jepang. Namun oleh para pemimpin - pemimpin nasionalis telah dimanfaatkan untuk mempersiapkan ke arah kemerdakaan.

Yang ketiga di aktifkannya kembali MIAI dan Masyumi .Pada tanggal 4 September 1942 (MIAI) yang di tujukan agar dapat di mobilisasi untuk keperluan Jepang. Namun karena perkembangan MIAI yang begitu pesat , maka Jepang kembali membubarkan MIAI pada November 1943 dan menggantikannya dengan Masyumi yang di harapkan dapat mengumpulkan dana dan dapat menggerakan umat islam untuk menopang kegiatan perang Asia Timur Raya.