Masa Yang Tak Terlupakan

16 Oktober 2014 

Hening kembali menemaniku, gelap kembali menghantuiku. Dunia ku seakan runtuh. Pertahanan ku roboh. Pondasi ku tak lagi kokoh. Kaki ku tak lagi kuat tuk bangkit berdiri. Dunia ku kembali hancur. Tunggu! Bukan dunia , namun hatiku 

Suara gending gamelan kembali terdengar. Layaknya bunga yang layu , seketika menjadi segar karena bunyinya. Tangan - tangan para penabuh gamelan dengan lincahnya berayun bergantian menabuh hingga getarannya sampai dalam hatiku . Tidak hanya hatiku , seluruh yang ada pada tubuh ku kembali segar dan bersemangat. 

Hari ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu sejak pengumuman oleh guruku jum'at lalu ~ Tapi aku tidak pernah berharap bahwa tetesan air mata serta kenangan masa lalu kembali hadir membanjiri mata serta hatiku :')

Kenangan yang tersimpan rapi akhirnya kembali terbuka .. muncul dari dalam hati yang paling dalam.. di sambut suara gending gamelan yang begitu merdu dan menawan.. Begitu indah karya Tuhan.. Aku jatuh tak tertahan.. Segala perasaan bercampur aduk hanyut dalam suasana itu.. Ternyata aku belum sepenuhnya merelakan .. merelakan masa lalu ~

Bertemu teman dan guru-guru lama yang aku sayangi dan menyayangiku bukan hal yang menyenangkan juga ~ Ada banyak yang harus aku tahan. Tak bisa aku menangis terus di depan mereka yang begitu menyayangiku dan mengasihiku. Segalanya aku sembunyikan hingga akhirnya tak tertahankan. Mereka yang begitu baik namun aku justru pergi pada tempat yang tidak dapat menerimaku ~ Atau mungkin aku yang tidak dapat menerimanya? Terkadang aku berpikir untuk bangkit dan terus menatap kedepan. Namun seketika aku dapat hancur dan tak tahu apa yang harus aku lakukan. 

Aku begitu rapuh ~ Aku begitu hilang kendali ~ Aku tak tahu arah ~ Aku hancur !

Guru - guruku yang baik.. Guru - guruku yang selalu mendoakan aku dan memberiku semangat. Guru-guruku yang masih dengan senang hati membuka tangannya lebar-lebar jika aku kembali.. Guru-guruku yang masih mengingatku dan menyayangiku. Ya Tuhan.. Aku tidak sanggup lagi :'( 

Apa yang harus aku lakukan? Hingga kini aku masih rapuh dan menangisi masa lalu. Tak ada yang dapat mengubahnya meski satu tahun ini aku memiliki kenangan lain - kenangan baru - teman baru - guru baru . Semua masih terdiam di tempat dan aku tidak bisa bergerak. Aku bagai terkunci dalam ruang waktu. Aku tidak dapat bebas layaknya burung yang terbang entah kemana. Aku seperti bukan air ~ air yang selalu mengalir. Lalu apakah aku? 

Bunda Wiwik , Mbah Narto , Pak Tri , Bu Puji , Pak Mud , Pak Broto ~ ebes , Mr Endro , Bu Candra , Pak Yoh ( yang mungkin nyebelin tapi selalu keep kontak jahil di BBm ) , dan semua guru yang mungkin kalau aku sebutkan bakal bikin aku lemes banget :3 Ahh seandainya semua dapat ku ulang , aku nggak ingin mengatakan " YA " dan " Setuju " menerima semua ini :( 

Seandainya ~