26 Abjad


Aku sang air . Air yang akan terus mengalir tanpa henti. Air yang tidak akan pernah berhenti untuk terus berusaha untuk suatu hal yang aku inginkan. Aku air  yang terus selalu ingin mencari hal baru yang belum pernah aku ketahui hingga nantinya saat aku tahu , aku berhenti.

Aku bukan air yang mudah rapuh. Aku bukan air yang mudah patah semangat. Aku hanya air yang bening. Namun sebening-beningnya diri ku, aku tetaplah air yang mudah kotor dan tercemari. Menjaga agar diriku tetap bersih terlalu sulit untuk ku. Namun liku kehidupan mengajarkan ku bahwa tidak ada yang mustahil bagi siapapun.

Aku air terlahir bukan dari sungai yang indah. Bukan pula tercipta dari sungai yang panjang. Namun bukan pula aku terbentuk dari sungai yang kotor. Elemen lain sebelum ku membentuk aku hingga aku seperti sekarang ini. Seperti air yang bening. Air yang sedap di lihat namun tidak terlalu menonjol pada permukaan.

Bisa dikata aku adalah air yang pemalu. Seringkali aku menutup diri dari lingkungan ku. Seharusnya aku dapat berbaur pada teman-teman ku meskipun tak sesama air. Namun aku terlalu sulit untuk beradaptasi pada setiap wadah dimana tempat untuk menampung diriku.

Cukup waktu untuk aku merenungkan akan sesuatu. Dalam diri ku ini terdapat banyak sekali kekurangan yang harusnya dapat menjadi sebuah kelebihan. Ada sesuatu yang harus aku perbaiki namun aku selalu terpaku hanya disini saja dan tidak ingin untuk segera beranjak pergi.

Detik demi detik terus berjalan. Waktu lewat begitu cepat. Seharusnya aku dapat pergi sesegera mungkin. Seharusnya aku tidak hanya terpaku disini saja. Seharusnya aku dapat dengan cepat mengejar ketinggalan ku. Namun mengapa aku masih saja selalu disini? Ini bukanlah sifat dari air yang sesungguhnya.

Entah mengapa aku begitu cepat sekali menyerah. Ini bukan sifat ku yang sebenarnya. Seharusnya aku terus mengalir mengikuti arus yang membawa ku cepat pergi. Tapi kenapa aku selalu saja begini ? Diam dengan berbagai pertanyaan dalam benak ku yang aku sendiri tidak tahu harus menjawab apa.

Fatamorgana.  Entah judul dari sebuah novel yang pernah aku beli dan baca itu selalu melekat dalam benak ku. Entah apa artinya aku sendiri tidak dapat memahaminya. Sebenarnya antar tidak dapat dan tidak mau ini terlalu sama dan sulit untuk di pisah kan. Arti yang sebenarnya adalah beda menjadi sama jika kita membuatnya sama. Itu lah diriku yang bodoh dan dungu. Tapi sampai kapan aku air yang seharusnya bening ini selalu saja keruh seperti ini?

Gerangan apa juga yang membuat ku mencintai dunia seni yang seharusnya tidak ada dalam hidup ku ini? Keluargaku tak satu pun bergerak pada dunia seni. Tapi mengapa aku begitu mencintai 4 huruf tersebut yang di rangkai hingga membentuk kata “ SENI “ ?. Aku tidak tahu – menahu akan seni. Tapi aku menyukainya. Apakah ini aneh?

Haruskan aku berhenti dan memutuskan untuk memulai kembali pada hal baru? Baru saja aku berusaha untuk sesuatu yang memang mustahil untuk ku. Namun tiba-tiba hati kecilku berkata serta  memperingatkan aku bahwa seharusya aku tidak melakukan hal itu. Ada hal yang perlu aku lakukan dan hal tersebut lebih penting di banding dengan sesuatu yang akan aku lakukan tersebut yang nantinya tidak dapat membuah kan  hasil yang begitu maximal sesuai dengan harapan.

Ini kah jalan ku? Selalu aku bertanya pada Tuhan dengan berperang batin dengan diriku sendiri. Ada sebuah bisikan hati yang mengurungkan niatku untuk melangkah. Ada juga motivasi yang membangkitakan aku untuk segera beranjak. Aku pun bingung manakah yang harus aku piih? Kata hati atau motivasi?

Jangankan untuk memikirkan sebuah pilihan yang mustahil untuk aku dapatkan, membayangkan akan suatu hal yang tidak mungkin saja rasanya terlalu sulit. Seharusnya sebagai air aku dapat dengan mudah berkelana kemana saja. Seharusnya sebagai air aku dapat mencari pengalaman yang luas. Karena setiap jalan air pasti terdapat liku-liku. Entah hal tersebut adalah batu sandungan atau hanya sebuah sampah kecil saja. Tapi mengapa hati mengatakan demikian?

Kalau saja diriku dapat melihat masa depan ku bagaimana, mungkinkah aku masih ragu dalam melangkah? Entah lah~

Lama aku berpikir. Seharusnya tidak hanya aku pikirkan namun segera aku mengambil keputusan. Aku seperti terhempas begitu jauh ketika mengetahui beberapa fakta yang memang seharusnya aku ketahui. Aku seperti limbung dan tidak tahu kemana aku harus berpegang. Aku seperti sulit untuk bernapas. Sesak. Hanya itu yang aku rasa. Pening di kepala membuat aku seperti akan jatuh pingsan. Tidak. Aku masih tidak tahu keputusan mana yang seharusnya aku ambil.

Malaikat. Dimana keberadaan sang malaikat itu? Aku ingin bersama sang malaikat. Entah sang malaikat maut atau malaikat yang baik hatinya. Aku seperti ingin menyerah saja dari kehidupan ini. Aku merasa tak sanggup untuk meneruskannya. Tapi bisakah?

Niat terkadang sudah terkumpul lebih dahulu. Namun masih saja tetap aku tidak bisa melakukannya jika masih saja terus berperang dengan hatiku. Hati kecilku yang tersembunyi ini :3
Oh Tuhan, seharusnya tidak aku sebut namaMu semarangan. Namun dimana lagi aku dapat mengeluh selain padaMu?

Pikiran ku begitu kacau hingga akhirnya aku putuskan tetap tinggal dirumah dan tidak pergi kemana pun. Hari ini adalah hari terakhir dimana aku harus mengambil keputusan antara mencoba atau tidak. Jadi, bagaiama kah?

Q , huruf yang jarang digunakan namun terkadang dapat berarti. Bisa kah aku dapat menjadi seperti itu?
Rasa ingin tahu ku selalu tinggi. Layaknya air, aku selalu ingin berpetualang. Impian ku dapat membuat orang lain tersenyum karena apa yang telah aku lakukan. Aku bukan ingin menjadi yang terbaik. Namun aku ingin membuat orang lain yang seharusnya dapat menjadi terbaik namun memiliki banyak halangan. Oleh karena itu aku ingin membagikan setiap ilmu yang aku miliki. Setiap pengalaman yang aku milki, pada orang lain yang suatu saat dapat menjadi terbaik bagi bangsa dan Negara. Terutama bagi dirinya sendiri dan masyarakat sekitar.

S” adalah inisial dari namaku. Nama yang selalu melekat pada diriku dan tidak akan pernah tergantikan. Untuk ku, aku tidak ingin dengan nama itu dapat tersebar dan diketahui umum. Namun dengan nama yang aku miliki dan aku banggakan, aku selalu berharap nantinya akan dapat membawa ku pada pertemuan-pertemuan setiap hal baru yang nantinya dapat menjadi sebuah pengalaman yang akan aku tuangkan dalam bentuk tulisan .

Tulis atau seni menulis adalah kesenanganku. Entah bagaimana setiap tulisan serta kata yang aku susun telah rapi atau tidak, aku hanya senang. Impian ku dapat selalu menulis. Keinginanku , dapat selalu menulis. Keinginan yang simpel. Namun terkadang terlalu susah.

Untuk ku, sepertinya aku telah membuat dunia sendiri terkadang. Aku seperti tidak sama dengan remaja lain yang ceria. Namun aku terlewat terlalu serius. Bersyukur aku mempunyai banyak teman serta saudara yang membuat ku akhirnya menjadi tidak terlalu serius dan memberikan warna akan hari-hari ku yang selalu aku isi dengan kekakuan ku . Mungkin warna abu-abu atau hitam ya? Entahlah .

Via apapun tak membuat aku patah semangat untuk terus menulis atau melakukan apa yang dapat aku lakukan. Terkadang aku merasa diriku ini adalah manusia yang terlalu perhitungan seperti Ayahku. Namun aku paham jika aku tidak seperti itu. Masih banyak impian yang tidak dapat aku wujudkan karena keterbatasan yang aku miliki. Namun aku terus yakin akan kemampuan ku. Semangat!

Wajah teman ku satu persatu kembali muncul. Aku lihat mereka dengan berbagai kegiatan serta profesi masing-masing. Aku memiliki banyak teman yang telah merintis segala usaha mereka sendiri. Dengan niat masing-masing akhirnya dapat menghantarkan mereka pada satu titik dimana keberhasilan mereka telah menanti. Lalu bagaimana denganku? Aku masih terus mencari dan mencari hingga akhirnya aku lelah :D

X . Aku menyukai huruf ini namun seringkali huruf ini hanya terdapat banyak pada jenis obat-obatan atau bakteri. Huruf ini juga hurus yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari di Indonesia Negara tercinta ku ini. Jadi huruf itu hanyalah sebuah huruf yang biasa namun suatu saat pasti akan berguna. Dan akan sangat di cari serta banyak digunakan dalam setiap bahasa :D

Yakin merupakan kunci dari sebuah keberhasilan. Tapi seringkali kita jarang atau mungkin susah untuk dapat yakin pada diri sendiri. Seperti hanya aku yang seharusnya menjadi air saja.

Z” adalah hurus terakir dalam 26 abjad. Tapi tidak menutup kemungkinan orang yang berada posisi terakhir akan selalu keterbelakang. Orang yang berada di posisi terkahir juga belum tentu tidak dapat maju menjadi yang utama dan pertama. Oleh karena itu jangan pernah memandang orang lain dengan sebelah mata saja. Pahamilah, masih banyak yang lebih baik nantinya di banding kita yang selalu berbangga diri.

0 Response to "26 Abjad"

Post a Comment

Harap Komentar Dengan Sopan dan Tidak Mengandung SARA atau SPAM
Untuk pasang Iklan contact stefanikristina@gmail.com