Galau? Tidak!



Galau. Sekarang bukan kata asing lagi galau itu disebut-sebut. Banyak yang mengeluh karena galau. Banyak yang bangga karena galau. Banyak yang ngenes pun karena galau. Lalu banyak yang suntuk juga karena galau. Intinya galau menimbulkan banyak hal terjadi. tidak berhubungan dengan kegundahaan hati karena suatu problem masalah pribadi, tapi instansi-instansi lembaga - lembaga pun juga kadang merasakan katau GALAU itu.

Umumnya yang sekarang sedang digandrungi dikalangan remaja adalah ngegalau.Putus cinta GALAU. Cinta ditolak , GALAU. Ada masalah yang menimpa , GALAU. Ditinggal pacar, GALAU. Ditinggal teman, GALAU. Pokoknya semua masalah sepele yang tidak sesuai dengan keinginan hati dapat menyebabkan GALAU bagi kalangan remaja. Lalu apakah saat kata GALAU itu muncul terjadi suatu kesalahan? TIDAK.

Tidak. Apa sih salahnya punya pacar? Apa sih salahnya punya salah? Apa sih salahnya punya temen? Apa sih salahnya punya selingkuhan? Apa sih salahnya ditinggal pacar latihan? Apa sih salahnya ditinggal temen pergi? Apa sih salahnya dimarain? Apa sih salahnya jika ada yang hilang? Apa sih salahnya jika jauh dari pacar? Apa sih salahnya tidak ON SOCMED sehari aja? Dan lain-lain. Semua tidak ada yang salah, namun karena kita telah mendewakan namun bukan didewakan, kita menjadi memunculkan kata GALAU yang seharusnya dalam kamus kehidupan ini hanya cukup menjadi selingan saja. Bukan rutinitas.

Rutinitas? Ada yang memiliki pendapat bahwa rutinitas setiap orang akan berubah seturut dengan masanya. Jadi rutinitas itu memiliki masa juga, Sama seperti pelajar yang sekolah yang memiliki masa aktif. Atau suaru card number yang memiliki masa aktif pulsa. Nah, kita pun juga memiliki masa aktif didunia ini. Tapi bukan itu yang akan dibahas. Kembali pada rutinitas.

Lama setelah berfikir dan direnungkan, ternyata rutinitas dahulu saat masih SD dan sekarang yang sudah di senior high school itu berbeda. Mulai dari beban tanggung jawab pun berbeda. Karena teringat masa SD maka suatu bayangan tentang seorang teman dekat pun muncul. Lama sudah tidak saling berhubungan dan bertemu. Baru-baru ini kembali saat tak sengaja jumpa dengannya , dia sedikit berubah. Pertemuan yang tidak sengaja namun tidak terlalu meninggalkan kesan. Karena tidak terjadi interaksi . Sebenarnya berbulan-bulan yang lalu masih sempat berhubungan, dia sempat menceritakan suatu kisahnya. Namun kurang mengerti itu apa, dan sejak itu hubungan komunikasi ini mulai sedikit renggang.

Renggang. Dari beberapa sumber kisah banyak teman, saat kita mulai memutuskan hubungan dengan pasangan kita dan telah menjadi EKS. Maka hubungan antar teman pun putus. Padahal meski kita sudah berstatus MANTAN dan rasa lama itu sudah tidak ada, tapi bukankah hubungan kesaudaraan sebagai teman masih dapat berjalan? Namun banyak dikalangan saat ini jika kita sudah mencap sebagai EKS maka kita tak perlu berhubungan lagi jika kita tidak perlu.

Satu tahun yang lalu, disaat kelulusan sekolah. kata GALAU itu pun muncul. GALAU dalam memilih dan menentukan lanjutan tujuan belajar. Memang sepintas terlihat bukan masalah yang berat. Namun saat telah dijalani, semua itu sungguh berat saat dihadapkan dengan pilihan. Namun kata GALAU itu tidak bertahan lama. Dunia seni musik yang diambil saat itu membuat semua perasaan tidak enak dan negatif itu luntur. Dan disaat semua mulai menjadi air yang mengalir dan berjalan sesuai proses dengan membuahkan hasil, tiba-tiba badai datang menghancurkan semuanya. Kerja keras selama satu tahun hancur meski  tidak sia-sia. Meski belum sempat menggunakan almamater tempat belajar yang telah mengajarkan banyak hal itu, tapi rasa bangga akan instansi lembaga itu tidaklah pudar. SMKI SURABAYA ( SMKN 12 Surabaya ).

Karena gejolak itu kata GALAU kembali muncul saat pindah di instansi lembaga pendidikan lain. Disaat masa-masa pertama, untuk melakukan kegiatan adaptasi sangatlah susah dan berat. Masalah demi masalah muncul. Kata GALAU belum sempat terhapus hingga sekarang. Karena membutuhkan proses dan waktu yang panjang untuk kembali mulai dari nol, maka penerapan seni hiduppun mulai digunakan.

Pada awal tahun ajaran baru ini kata GALAU tidak hanya muncul pada satu orang saja. Namun baru diketahui saat berkenalan dengan seorang teman yang tengah mengalami keGALAUan hati hingga menstalk nama pada salah satu akun social medianya. Laki-laki yang GALAU itu sedikit menarik, dan meski bukan dia teman pertama yang didapatkan. Naman dia adalah teman laki-laki pertama yang dikenal dan dianggapnya sebagai teman baru.

Sedikit flashback, Saat hari pertama masa OSPEK tidak ada hal yang menarik bagi seseorang. Namun sayang bagi orang lain, ternyata seseorang ini meninggalkan banyak kesan yang tersembunyi dan membuat banyak orang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Hingga pada masa OSPEK telah usai dan diganti dengan masa perpanjangan OSPEK, mulailah muncul orang yang ingin mengenalnya. 2 orang perempuan yang memiliki rasa ingin tahu akan dirinya. Yang mulai membuka cangkangnya untuk keluar dan memanggilnya. Hingga ia mulai berkenalan dengan banyak anak. Meski tak satupun nama yang ia ingat.

Sayang, ketika ia mulai menganggap semua baik, ternyata ada maksud tertentu dari semua perkenalannya. Dan ada kisah menarik yang merupan hal tabu bagi masyarakat, namun sayang menarik saat kita mendengarkan kisahnya dengan baik. Penasaran? Karen waktu yang ada tidak cukup untuk melanjutkan postingan ini, maka akan dilanjut pada cerita selanjutnya. Sebuah RAHASIA.

Bagi para pembaca yang merasa tertarik dengan postingan ini, tidak ada salahnya kan untuk FOLLOW TWITTER @NifaFani :D. Mention for follback :))



0 Response to "Galau? Tidak!"

Post a Comment

Harap Komentar Dengan Sopan dan Tidak Mengandung SARA atau SPAM
Untuk pasang Iklan contact stefanikristina@gmail.com