Hai Kamu Disana



Untuk kamu disana yang entah mungkinkah masih ada..

Pertama kali saat bertemu kamu pada suatu ruangan yang tak begitu luas, ruangan yang juga tak begitu kecil untuk menampung empat puluh orang. Aku dan kamu bertemu dan berkenalan untuk pertama kali nya di ruangan itu. Kamu bersama teman-teman serta dunia kekanakan mu, dan aku yang entah dengan membawa perasaan apa bersama mu saat itu.

Tapi akhirnya toh kita bertemu dan berkenalan. Aku melihat ekspresi kaget mu saat kamu tahu bahwa kita dalam satu kelompok untuk membantu adik-adik kelas kita yang akan datang ke sekolah kita. Adik-adik kelas kita yang masih akan dengan lugunya memapaki masa Sekolah Menengah Pertama mereka.

Tdak hanya kamu yang memiliki rasa kaget itu, namun aku juga. Kita yang telah dua tahun bersekolah pada atap dan gedung yang sama ini tak pernah saling mengenal. Bahkan kita yang masih satu dalam organisasi pun tidak pernah saling bertegur sapa. Namun entah bagaimana juga perasaan kita dapat bertumbuh dan berkembang.

Kamu dan aku yang pada awalnya hanya mengenal sebatas sebuah nama, akhirnya menjadi dekat dan sangat dekat. Meski dengan malu-malu dan kita tak pernah sempat untuk bersalam kembali, namun aku dan kamu masih sering dan tiap hari berkomunikasi melalui pesan singkat atau pun media masa.

Aku bersyukur pada masa MOS itu kita berada dalam satu kelompok. Karena dengan waktu itu kita saling mengenal. Dengan waktu itu kita saling berbagi. Dengan waktu itu kita saling memberi semangat. Dengan waktu itu juga kita mulai dapat mempelajari satu hal akan cinta.

Aku masih ingat saat kamu duduk di depan ku, pertama kali hal yang kamu lakukan setelah pembacaan nama itu di sebutkan adalah kamu mengarahkan pandangan pada aku. Dan di saat itu lah kali pertama kita saling kontak mata. Rasa nya terdapat suatu perasaan aneh yang membuat aku entah bagaimana itu. Sulit untuk menjelaskannya. Namun kamu makin lama makin mendekat. Kamu dan aku yang awalnya jauh menjadi dekat seperti lem. Tiada waktu yang berhenti selain saat kita telelap dalam mimpi ataupun melakukan aktifitas umum yang lain. Kamu dan aku, sejak saat itu terus berkomunikasi melalui pesan singkat hingga bulan-bulan yang berlalu dan masa MOS adik-adik kelas kita yang telah usai.

Kita sering berkontak melalui media masa atau pun pesan singkat saat itu. Namun aku benci akan semua hal itu.Mengapa tak ku gubris semua candaan mu saat itu? Mengapa saat itu ku biar kan kamu mengetuk pintu hati ku?

Waktu terus berjalan, bulan teus berganti. Kita yang akan meninggal kan sekolah kita ini, terus saling memberi semangat agar dapat melanjutkan pada sekoah impian kita masing-masing. Kita yang telah begitu dekat dan hanya berhubungan dengan status pertemanan, memang tidak pernah menyelipkan panggilan sayang. Namun aku dan kamu memiliki panggilan khusus yang hingga sekarang masih aku ingat dan masih tersimpan rapi dalam beberapa status di social media kita dan pesan-pesan di facebook yang masih tertinggal.

Kamu memang tak pernah menyinggung tentang persoalan itu dengan aku. Kamu tidak pernah menginginkan suatu hubungan yang lebih. Namun aku tak tahu jika akan berakhir tanpa arti. Kamu yang selalu bercerita pada sahabat mu bahwa kamu memiliki rasa dengan ku namun kamu tidak mempunyai cukup keberanian untuk mengungkapkannya itu hanyalah suatu omongan palsu belaka. Entah kamu yang menipu teman mu dengan kata-kata mu atau teman mu yang menipu aku agar aku tidak terlalu jatuh dengan rasa sakit yang selama ini ada.

Aku memang tidak pernah tahu kamu berjalan dengan perempuan lain. Aku memang tidak pernah tahu kamu menggandeng tangan gadis lain. Yang aku tahu aku melihat serta membaca semua comment pada status facebook mu dan mention-mention pada setiap twitter mu dengan perempuan lain, perempuan yang akhirnya pada saat kelulusan menjadi kekasihmu.

Mendengar berita yang tersebar  bahwa kamu telah bersama dengan orang lain dan tidak besama dengan aku, membuat hati ku sakit. Kali pertama rasa itu aku rasakan . Rasa yang sebelumnya belum pernah aku rasakan. Mengapa kamu begitu? Bukankah kamu memiliki rasa yang sama pada ku?

Tapi semua telah berlalu, kamu pergi meninggalan ku dengan perlahan. Kamu yang dahulu selalu memberi aku semangat, kini kamu meninggalkan aku dengan sendirinya. Kamu melepaskan aku begitu saja dan kembali bersama orang yang dua tahun lalu menolak mu. Seorang perempuan yang pernah kamu sukai dan kamu cintai. Mungkin memang aku harus sadar diri. Namun mengapa pada setiap status mu saat ini kamu seperti ingin kembali pada masa itu? Masa saat bersama ku? Namun entahlah. Aku hanya bisa menunggu waktu menjawab semua pertanyaan yang ada..