Cerita Kehidupan : Bertumbuh Bersama DenganNya





Aku hanya ingin menulis, bukan karena ingin banyak di baca orang kemudian dipuji.. Namun aku tahu intisari dari Alkitab adalah perkataan, dan Allah menciptakan dunia ini pun juga dengan perkataan, dan aku pun boleh di kuatkan dengan adanya perkataan serta tulisan yang aku baca. Mudah-mudahan juga akan banyak orang yang akan merasakan hal yang sama.

" Janganlah hendaknya kamu kuatir tenang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginan kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. " - Filipi 4:6
Nggak kerasa hampir satu bulan aku menghabiskan waktu libur semesterku. Rasanya ingin segera saja kembali untuk kuliah dan menimba ilmu. Padahal bisa dibilang ini masuk di semester berat, dimana mata kuliah tak lagi terasa sama seperti di semester awal, dimana kita tak lagi bisa sesantai sebelum-sebelumnya. Hmmmm... 

Btw, untuk mengisi waktu liburku.. Liburan kali ini sudah ku putuskan untuk tidak mengambil kursus apapun karena jatah biaya kursusku telah ku habiskan pada awal semester untuk mengambil kursus lain. Jadi kali ini aku ingin mencoba untuk menanam. Rasanya senang bisa ada sesuatu yang bisa aku perhatikan di teras kamar sambil aku juga melakukan kegiatan lain. Rasanya juga senang seperti ada suatu kegiatan rutin yang bisa aku lakukan.

Cerita Kehidupan : Bertumbuh Bersama DenganNya
sumber: stefanikristina.com



Kurang lebih 3 minggu yang lalu aku memang mulai memperhatikan tanaman dan juga mulai menanam tumbuhan lainnya. Aku memiliki satu tanaman dari seorang teman yang rasanya melihat tanaman itu seperti sudah tidak ada lagi pengharapan hidup. Dia sudah kering dan benar-benar kering. Terlihat hanya satu dua daun yang masih terlihat hijau. Semakin aku pandangi tanaman itu 3 minggu lalu, aku merasa hidupku juga seperti tanaman itu yang kering dan seperti tidak ada pengharapan untuk hidup. Kalau aku biar kan saja sampai hari ini.. Aku yakin dengan sangat mungkin ia sudah tinggal tanaman kering yang yahh lebih baik di buang saja.

Melihat tanaman yang kering itu akhirnya membuatku tergerak untuk mulai merawat dan memperhatikannya. Aku nggak tahu bagaimana cara menanam, harusnya aku bertanya pada temanku bagaimana caranya merawat tanaman dengan baik. Tapi aku ingin mencobanya meski aku nggak tahu bagaimana hasilnya. 

Ternyata bener hasil ga pernah bikin kecewa atas usaha apa yang selama ini sudah kita lakukan. Tanaman itu sekarang tumbuh bagus sekali dengan banyak daun hijau. Setiap sore atau malam aku pasti sempatin buat menyiram tanaman-tanaman itu. Sayangnya meski mereka terlihat bertumbuh bahkan salah satu tanaman itu kini berdaun lebat, aku selalu sedih memandang beberapa tanaman lain. Sampai aku bertanya-tanya apakah proses tumbuhan bertumbuh itu sedemikian lambatnya?

Baru sore ini aku menyadari, untuk bertumbuh setiap tanaman memiliki waktu dan proses yang berbeda-beda. Satu tanaman atau tumbuhan sudah tentu akan berbeda dengan satu tumbuhan yang lain. Hal ini juga yang membuatku akhirnya sadar, bukankah kita sebagai manusia pun sama halnya seperti itu? Untuk bertumbuh dalamNya, bersama denganNya.. Semua nggak semudah membalikkan telapak tangan.

---

Sebenarnya sewaktu aku menulis tulisan ini 3 hari yang lalu, aku terhenti begitu saja. Tiba-tiba semangat untuk menulis tidak ada lagi. Tiba-tiba banyak sekali pikiran menggangguku. Awalnya aku begitu antusian untuk menulis hingga mamaku memanggil dan memberhentikan kegiatan menulisku. Aku keluar kamar dan turun menemui mama. Disaat itu apa yang mamaku katakan membuat semangat hidupku hilang entah kemana. Rasanya aku sudah enggan melihat laptop. Aku enggan membaca dan enggan segalanya. Aku yang awalnya menggebu karena merasa telah di pulihkan dan boleh bertemu dengan Tuhan, seketika menjadi lemas dan sedih. Yahh sedih, aku bertanya tanya mengapa Tuhan membuat hidupku seperti terombang ambing, kadang aku senang kadang aku juga di jatuhkan dan rasanya sakit hingga air mata saja yang bisa terungkap.

Namun kini aku merasa kuat. Meski ada sedikit keraguan dalam hati aku berusa menepis dan berusaha untuk tetap percaya. Memang sampai hari ini aku nggak bisa bercerita pada siapapun, tapi aku sudah menceritakannya pada Tuhan. Ia yang paling mengerti aku dan aku percaya hanya Dia yang bakalan menerima aku apa adanya aku. Maka dari itu aku putuskan untuk terus berada dalamNya dan bertumbuh bersama seperti tumbuhan - tumbuhan yang aku ceritakan sebelumnya.

Ketika aku merasa Tuhan jahat dengan membuat keadaan ku yang sudah maju kemudian mundur lagi.. Aku akhirnya sadar ini bukan jalan untuk membuatku semakin mundur. Ini adalah jalan untuk membuatku semakin maju dan  berkembang. Aku memang harus mulai dari awal, aku memang harus kuat, dan Tuhan tahu bahwa aku bisa melalui semua ini. Aku meminta teman dekatku dan juga kakak asuhku untuk mendoakanku. Aku nggak ingin mengeluh mengenai persoalan hidupku, tapi aku ingin dikuatkan melalui doa, karena aku percaya, di dalamNya aku boleh bertumbuh bersama dan aku percaya ada tangan-tangan yang mau menggandengku untuk melangkah bersama.

Buat kalian yang sedang dalam pergumulan, percayalah bahwa rencana Tuhan itu Indah pada waktunya. Aku nggak tahu dan nggak bisa janji kalian bakalan di proses seperti apa, tapi intinya percaya aja dan percaya. Tuhan yang menciptakan, Tuhan juga yang menyediakan. Amin.

Mungkin ini cerita singkatku di minggu kemarin yang sempat terhenti jadi baru bisa aku lanjutkan, tapi aku bersyukur bagaimana pun Tuhan membuat ku kuat entah dengan perenungan-perenungan atau tindakanNya yang nyata. Mungkin kalian juga ingin bercerita atau berbagai pengalaman boleh share via email di fangfang0298@gmail.com. Karena aku percaya Tuhan akan mendengarkan doa-doa semua orang yang percaya.