Pengertian Keluarga Secara Kristiani

31 Juli 2017, tidak terasa sebentar lagi akan memasuki bulan Agustus tahun 2017. Waktu begitu cepat berlalu. Meski begitu mudah-mudahan keharmonisan keluarga kita ( Anda dan Saya ) akan tetap terus terjaga. Artikel kali ini saya akan memposting mengenai Pengertian Keluarga Secara Kristiani.. ^^

-----------

Ada yang pernah nonton Sinetron Keluarga Cemara? Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan cerita singkatnya dan memang bagus, Sinetron Keluarga Cemara ini menceritakan mengenai kisah keluarga Abah dan Emak beserta ketiga anaknya, Euis, Agis dan Ara. Sinetron ini mengajarkan nilai-nilai tentang prinsip kehidupan yang sangat terpuji. Meski hidup sederhana, Abah dan Emak selalu menanamkan pentingnya nilai kejujuran dalam keluarga. Abah digambarkan sebagai kepala keluarga yang bekerja sebagai penarik becak yang hangat, sabar, dan penuh keteladanan bagi keluarganya. Sikap emak yang adalah seorang ibu rumah tangga, namun penuh pengertian dan pengabdian kepada abah dan anak-anaknya. Juga Euis, Agil, dan Cemara yang saling mengayomi sebagai adik dan kakak. Pendeknya, Keluarga Cemara merupakan replika keluarga ideal yang penuh kasih sayang meski hidup serba pas-pasan.

pengertian keluarga secara kristiani
(saudara) stefanikristina.com

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keluarga berarti ibu dan bapak beserta anak-anaknya atau seisi rumah atau yaitu manusia dalam lingkungan keluarga. Istilah keluarga berbeda dengan istilah rumah tangga. Rumah tangga lebih bersifat material ekonomis, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan urusan kehidupan dalam rumah, seperti belanja dan sebagainya. Definisi keluarga yang lain adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang direkat oleh ikatan darah, perkawinan, atau adopsi serta tinggal bersama. Meskipun keluarga didefinisikan secara berbeda, namun terdapat kesamaan dalam rumusan yang berbeda. Kesamaan itu mencakup ciri-ciri pokok, yakni:

a. Keluarga merupakan kelompok atau persekutuan sosial yang paling kecil.
b. Keluarga terbentuk apabila ada ikatan darah, perkawinan, atau adopsi.
c. Keluarga merupakan suatu persekutuan yang berawal dari dua orang yang berbeda jenis kelamin yang diikat dalam ikatan pernikahan.
   

   Terdapat dua bentuk keluarga dalam masyarakat, yaitu keluarga inti dan keluarga besar.

a. Keluarga inti (nuclear family, conjugal family, basic family), yaitu kelompok yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak; atau keluarga yang terdiri dari pasangan suami-istri dan anak-anaknya.

b. Keluarga besar (extended family, consanguine family), yaitu kelompok yang terdiri dari semua orang yang berketurunan dari kakek dan nenek yang sama, termasuk keturunan masing-masing istri dan suami. Atau dengan kata lain, keluarga besar adalah keluarga batih ditambah kerabat lain yang memiliki  hubungan erat (hubungan darah) dan senantiasa dipertahankan, misalnya kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, kemenakan, dan sebagainya.

---------------

Tapi sayangnya pada kehidupan sekarang ini tidak banyak yang menerapkan pengertian keluarga ini dengan baik dan benar. Kadang kita tahu kalau memiliki keluarga, tapi sering kali kita tidak merasakan bahwa kita ini memiliki keluarga. Bahkan kadang ada yang bertanya-tanya " Aku termasuk bagian dari keluarga siapa? " . Hilangnya pengertian dan mulai pudarnya hal ini dalam kehidupan sehari-hari membuat pengaruh budaya asing yang individual begitu mudah masuk dalam kehidupan kita. Kita akan menjadi tidak perduli dengan sekitar dan mengabaikan orang lain. Syukur-syukur kalau bukan keluarga kita yang di abaikan. Bagaimana kalau ternyata keluarga kita yang terabaikan?

Salam Stefani, Salam Budaya dan Teknologi

0 Response to "Pengertian Keluarga Secara Kristiani"

Post a Comment

Harap Komentar Dengan Sopan dan Tidak Mengandung SARA atau SPAM
Untuk pasang Iklan contact stefanikristina@gmail.com