Jati Diri Jadi Diri Sendiri

" Siapa sih aku ? "
" Kenapa Aku ada didunia ini? "
" Nggak ada yang mau temenan sama aku, buat apa aku ada ? "

Pertanyaan-pertanyaan yang hal ini nggak dialami oleh mereka yang ABG saja, namun orang yang sudah melewati masa ABG juga kadang merasa akan hal ini, yaaa memang tidak semua, tapi saya percaya pasti ada.

Memasuki awal tahun, tahun yang baru, ketika saya sudah berkomitmen untuk melakukan suatu hal untuk menjadi yang lebih baik, masalah terus saja datang. Satu masalah selesai, muncul masalah lain, dan seterusnya. Siapa sangka saya bisa melewatinya? Toh saya pun sebagai penulis juga masih " ABG " ( eh masih masuk ga yaa hihi 👀😀) what ever  laa yaa, masuk nggak masuk tapi saya merasanya sih masih ABG.

Awalnya sih masalah baru muncul dari kekasih saya. Kalau ada yang bilang " CINTA itu RUMIT " maybe I'll say YES , but .. sebenarnya cinta itu NGGAK RUMIT, tapi kita yang menjalani nya sih yang malah bikin CINTA itu jadi RUMIT. CINTA dan RUMIT itu cuma huruf yang dirangkai kok. Kalau kita artikan mereka cuma sebuah huruf yang dirangkai untuk mewakili sesuatu. Jadi kalau Anda nggak bikin susah yahh CINTA Anda nggak bakalan RUMIT juga kok, anggaplah sama seperti suap *upss 🙊 . " MAU LANCAR?? BAYAR DONK " nah lhooo apa CINTA juga butuh UANG? Bukan,, yang bener CINTA pasti butuh PENGORBANAN eciyehhhh. SKIP

Saya nggak ingin membahas mengenai kisah saya sih, tapi intinya dia datang dan syukur Puji Tuhan, Tuhan memberikan saya kekuatan untuk melalui semua itu. Apa sih yang nggak bisa kita lalui tanpa campur tangan-Nya?

Lalu muncullah masalah ekonomi. MASIH MUDA ADA MASALAH EKONOMI ??? WHY NOT?
Kenapa TIDAK? Bisa saja lah meski masih muda, cantik, belia *ehh bukk siapa juga yang bilang kamu cantik 😂. SKIP . Tapi akhirnya Tuhan mampukan saya dan jawab doa-doa saya. " TAWAKAL " (kalau saya tidak salah ya) intinya berdoa dan berusaha saja. " TUHAN NGGAK PERNAH TIDUR " ini kalau kata salah satu tutor saya 😊

Dua masalah utama Tuhan sudah mampukan saya, dan Tuhan jawab semua itu dengan luar biasa dalam kehidupan saya. Tapi ketika saya menghadapi masalah ketiga, saya benar-benar balik menjadi anak-anak (emang dasar masih anak-anak bukk 😥) . Saya mulai lagi mempertanyakan keberadaan-Nya dan terutama saya ingin merubah diri menjadi orang lain. Saya mencari pribadi yang lain, saya ingin juga dapat diterima tapi .... saya takut melangkah.

" TAHU KAH ANDA APA MASALAHNYA?? "



Kalau bicara ABG dan sampai mau merubah jadi orang lain ya balik lagi ke pertanyaan-pertanyaan diatas. Ya, saya merasakan hal itu. Saya pikir sudah tidak ada teman yang mau bersama saya, sudah tidak ada orang yang akan mempercayai saya. Sudah tidak ada tempat lagi dimana saya berkeluh kesah dan menangis. Sudah tidak ada lagi orang yang mau bicara dengan saya. dan yahh,, saya pikir saya akan menjadi sendiri. 

TAPI?

Lagi-lagi Tuhan mampukan saya, Tuhan nggak biarkan saya melalui masa-masa ini sendirian. Saya tidak lagi merasa sendiri. Ketika di kota yang asing saya nggak punya teman, Tuhan hadirkan satu orang untuk menemani saya. Ketika di kota yang asing ini saya nggak tahu mau kemana, Tuhan berikan petunjuk melalui teman baru yang hadir dalam kehidupan saya. Ketika saya merasa sendirian saat di kelas, Tuhan berikan saya kemampuan hati dan kemampuan dalam konsentrasi untuk memperhatikan apa yang sedang disampaikan oleh pembimbing. TUHAN TIDUR ? TIDAK. TUHAN ADA, dan RENCANANYA SELALU LUAR BIASA!

Awalnya saya berusaha menjadi orang lain, saya meminta maaf dari sabang sampai merauke apabila saya ada salah kata maupun perbuatan. Saya takut sendiri karena waktu itu saya benar-benar merasa sendiri. Tapi Tuhan itu baik, dan saya dimampukan untuk menghadapi semua ini.


Kadang saya berfikir, " SIAPA SIH AKU ? " Saya ini bukan siapa-siapa tapi Tuhan selalu baik untuk saya. Kalau sekarang Anda yang sedang membaca tulisan saya ini dan Anda pun sedang merasa bahwa Anda itu tidak berarti, STOP IT !  Hidupmu berarti bagiNya. Kita nggak bisa lihat bagaimana Ia yang luar biasa disana, tapi ketika kita berserah kita dapat merasakan betapa baiknya Tuhan itu dalam hidup kita, saya dan Anda. 

Jangan pernah mau merubah dirimu demi orang lain. Jadi dirimu sendiri saja itu lebih baik. Tapi apabila kamu ditegur untuk sesuatu kebaikan, renungkan, pikirkan, than do it! segera lakukan dan rubahlah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi apabila hanya untuk diterima oleh orang lain, lebih baik menjadi diri sendiri. Karena toh Tuhan juga tidak menyukai itu. 

Sama seperti saya saat ini. Kalau tidak ada yang ingin bersama dengan saya karena saya berbeda, saya percaya, masih banyak orang di luar sana yang mau menerima perbedaan saya untuk menjadikan hidupnya lebih berwarna. Untuk berjalan bersamanya menikmati indahnya alam bumi pertiwi ini. Untuk bersama membangun negeri dan masih banyak lagi.

Kalaupun saya berubah, belum tentu orang lain akan menyukai saya. Meski saya demikian ada juga orang yang mau menerima saya, menerima segala omong kosong saya, menerima segala mimpi dan angan-angan saya yang terlalu tinggi. menerima lelucon garing saya, dan yang terutama menerima perbedaan saya. Tanpa mereka pun dan terutama dia, mungkin saya akan selalu merasa sendiri dan susah untuk bangkit. Bangkit menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ini. Bangkit untuk meraih mimpi dan angan-angan saya. Bangkit untuk membuktikan semua omong kosong saya menjadi nyata. dan Bangkit untuk membuktikan bahwasanya saya bisa, dan saya nggak sendiri. Saya punya Allah dan juga orang-orang di sekitar saya yang selalu mendukung saya dalam suka maupun duka.

Jadi, sudahkah Anda menjadi diri sendiri ? Sudahkah Anda mencintai diri Anda sendiri?

NB :

- Maaf apabila ada salah, baik kata atau perbuatan
- Maaf tidak bermaksud menyinggung
- Maaf apabila ada kurang berkenan dapat menghubungi via email stefanikristina@gmail.com
- Maaf penulis masih baru belajar untuk kembali menulis, mohon dukungannya
- Saya menerima baik kritik maupun saran, terima kasih

Special Thanks to..

- Nagisa -
Teman saya saat chatting, sahabat saya saat suka dan susah, kakak saya saat butuh masukan, guru saya saat berbagi pengalaman, dan intinya yang mau juga menggantikan posisi figur seorang lover yang biasanya saya suka ngeluh nggak jelas, ngomong a, b, c, d dan lain-lain. thanks sudah meminta saya kembali menulis, meski yahhh semua tahu bagaimana kualitas tulisan saya *hehe. but thanks.. and thanks.


Salam, Stefani - Mey Fang

0 Response to "Jati Diri Jadi Diri Sendiri"

Post a Comment

Harap Komentar Dengan Sopan dan Tidak Mengandung SARA atau SPAM
Untuk pasang Iklan contact stefanikristina@gmail.com