KOS or KOZ

" KOS " or " KOZ "



Mungkin kalau orang yang anti alay bakalan bilang " KOS ", tapi ada sebagian juga yang mengatakan " KOZ " anyway, sebagai penulis nggak bahas si mana yang benar dan salah. Karena pada tulisan kali ini nggak pingin bahas mana bahasa yang 'alay' dan mana bahasa atau kata yang ga 'alay'.
--
Akhirnya kembali lagi nulis setelah sekian lama nggak nulis (untung aja ni blog nggak berdebu, " ehem berdebu atau sarang laba-laba bukk??" 😷😷 ). for your infomation, kalau bukan sahabat saya yang jauh di Sumatra sana mengingatkan untuk nulis, mungkin nggak bakalan nulis-nulis juga ni saya 😀😀.
--
Nggak berat dibaca dan nggak berat untuk dipahami (mudah-mudahan yee), back to the topic KOS or KOZ?

Kalau ditanya, kira-kira kalian bakalan milih mana? KOS or KOZ? Kalau aku ditanya, pasti aku bakalan pilih KOS. 

"Nahh.. Alasannya buk? "

Menurut ku, KOS itu kata yang disingkat yang seharusnya diucapkan indekost, kalau kalian browsing KOS itu singkatan dari Kontrak Opsi Saham atau Kristen Ortodoks Syria (jangan tanya artinya yaa nggak tahu juga hehe 😀😀). 

" Trus apa donk bedanya sama KOZ ? "

Bedanya sama KOZ, kalau menurutku, KOZ itu singkatan dari " Ketika Otak Zong ", hehehe ✌✌✌ piss.. Sorry dehh kalau misalnya nggak nyambung.. Tapi tunggu wait a minute , " don't go anywhere " <--- Kalau artis di tv kan suka bilang gitu yaa, " jangan pergi kemana-mana, tetap stay disini karena kami akan kembali lagi dengan berita menarik lainnya " nah lhoo jadi kebawa pembaca acara di tv aku 😁

back to the topic again buat kalian yang baca boleh terima atau nggak nih. Aku memilik KOS karena aku tidak suka dengan KOZ. Pernah nggak sih kalian ngerasa ZONG atau KOSONG banget nih otak? Tapi, fyi sebenarnya otak kalian nggak kosong! Tapi kalian malas aja ngisinya. Ketika otak kalian KOSONG, lalu apa coba yang bakalan masuk? 

" Apa lhoo minn ? "

Jawabannya si balik lagi dari kalian, tapi kalau kalian tanya aku, jawabanku pasti " NEGATIF " 

" Hahh? Apa tuh Negatif ? "

Ketika otak (saya bicara pikiran yaa) atau pikiran kosong maka hal -hal negatif yang akan cenderung kita pikirkan dan otak kita pun akan dengan cepat meresponnya. Tapi entah hal ini berlaku pada semua orang atau tidak. Karena aku mencoba mencari tahu dari beberapa orang terdekat saja. 

Jadi, 60% teman, kenalan, dan orang-orang yang aku kenali akan melakukan sesuatu yang negatif ketika pikiran mereka kosong. Bisa jadi merugikan orang lain, misal membuat cemas dan lain sebagainya atau mungkin hanya merugikan diri sendiri. Namun pada intinya yang namanya negatif tetaplah negatif.

Untuk melakukan sesuatu yang negatif itu nggak susah kok sebenarnya, tapi untuk melakukan sesuatu yang positif itu nggak semudah ketika kita melakukan hal yang negatif. Memang sih, melakukan hal yang negatif juga butuh perjuangan, tapi perjuangan itu akankah nantinya memberikan manfaat atau respon yang baik atau tidak? Entahlah , aku nggak tahu dan nggak berani untuk menjudge. 

Lalu apa hubungannya KOS dengan KOZ ?

Mereka yang KOS atau indekost tentu memiliki maksud tertentu. Entah karena mereka sedang menempuh pendidikan di suatu kota yang jauh, atau ditugaskan untuk bekerja di suatu perusahaan tertentu. Tapi pada intinya yang akan aku bahas, menurut kacamata ku, mereka yang KOS tentu disuatu waktu akan merasa kesepian, nggak tahu mau ngapain, dan lain sebagainya. Lalu mereka akan jadi anak KOS or anak KOZ ?

Kembali lagi kepada individu masing-masing. Apapun yang mereka pilih itu merupakan sesuatu yang perlu di tanggung jawabkan. Satu langkah kita melangkah kita perlu mempertanggung jawabkannya, apalagi ketika kita memilih sesuatu. 

Jadi, bagaimana dengan Anda? apakah Anda memilih KOS or KOZ ?


NB :

- Maaf apabila ada salah, baik kata atau perbuatan
- Maaf tidak bermaksud menyinggung
- Maaf apabila ada kurang berkenan dapat menghubungi via email stefanikristina@gmail.com
- Maaf penulis masih baru belajar untuk kembali menulis, mohon dukungannya
- Saya menerima baik kritik maupun saran, terima kasih