DBD Menyerang Balita

DBD Menyerang Balita




DBD ( Demam Berdarah Dengue ) yang sering kita dengar atau jumpai rupanya telah merambah hingga balita-balita yang masih kecil pun terserang. Siapa juga yang dapat menyagka bahwa DBD dapat merambah hingga pada balita untuk penderitanya. Menrut penelitian yang dilakukan oleh PT Koran Jawa Pos Bekasi, dalam kurun wkatu kurang dari 1 tahun ini DBD telah menyebar hingga mengakibatkan 17 orang meninggal dunia dan hal yang membuat gempar adalah karena semua penderitanya adalah balita, (sebagian besar).

Kepala seksi pengendalian, Reni Amalia menyataka hingga 2016 ini jumlah penderita Demam Berdarah Dengue ( DBD ) meningkat dan diantaranya terdapat 17 balita tercatat yang meninggal karena penyakit Demam Berdarah Dengue ini. 

Tahun 2016 yang baru berjalan 29 hari ini saja telah ada 159 kasus yang tercatat atau penderita DBD yang terdaftar. Sedangkan di tahun 2015 sendiri telah ada 1006 kasus yang tercatat. di tahun 2016 ini tedapat 6 balita telah meninggal dunia karena penyakit tersebut.

Kurangnya perhatian warga atas kasus ini dan anggapan warga yang tidak telalu respons atau simpatik membuat mereka terkena penyakit tersebut dengan mudah bahkan hingga anka-anak dan balita. 

Penyakit DBD memang tidak terlalu kentara karena penyakitnya mirip dengan penyakit campak sehingga mungkin kurangnya kesadaran masyarakat akan dampak negatif yang di timbulkan oleh penyakit ini.

Di kota Bekasi sendiri penyakit DBD menduduki peringkat tertinggi di wilayah Kayuringin, Harapan Jaya, dan Rawa Lumbu. 3 daerah tersebut adalah daerah yang merupakan tingkat penyebaran penyakit tertinggi.

Dikarenakan tingkat penyebaran yang tinggi inilah membuat para ahli kesehatan mengkhawatirkan dan juga berharap agar masyarakat dapat lebih memperhatikan kesehatan merek. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sendiri terutama perlu diadakannya pengawasan terhadap bak-bak mandi, kolam-kolam ikan dan lain-lain.

Rata-rata kasus-kasus di tahun 2016 ini yang masuk adalah dari kalangan anak-anak di RSUD kota Bekasi sendiri khususnya sudah banyak kasus yang masuk hingga Januari 2016 ini sudah ada sekitar 16 kasus setiap hari dan semua penderitanya adalah anak-anak.

Sumber : Jawa Pos Online, 26 Januari 2016. editing/repost by @NifaFani.

instagram : @nifafani