Pengertian Ibadah Secara Kristiani

Pengertian Ibadah Secara Kristiani - Banyak orang yang menganggap bahwa ibadah berarti hanya pergi ke Gereja saja dan banyak diantara mereka juga menganggap bahwa bila telah pergi ke Gereja pada hari minggu maka sudah mereka telah melakukan ibadah. Tetapi bicara mengenap ibadah, apa sesungguhnya pengertian dari ibadah ?

Ibadah menurut sumber buku siswa SD kelas 6 adalah suatu ungkapan rasa takut dan hormat serta syukur, pujian , dan sukacita pada Tuhan sang Maha Esa karena Dia telah mengasihi , memelihara , dan menyelamatkan kita. Dari adanya ibadah itu kita dapat berjumpa dengan Allah , mengenal apa kehendakNya dan mendekatkan diri kita kepadaNya. 


Manusia itu terbatas , manusia juga berdosa. Kita harus mengakui hal itu. Dan Allah sang pencipta serta Maha Kuasa itu adalah penyelamat . Oleh karena itu kita bergantung sepenuhnya pada Allah dalam ketaatan dan penyertaan diri kepadaNya. Hendaknya kita juga patut merendahkan diri dan bersyukur atas apa yang telah kita miliki saat ini. Semua yang kita miliki dan apapun yang ada pada kita adalah merupakan pemberianNya.

Dalam perwujudan ibadah dapat dilakukan dengan berbagai macam cara misalnya seperti kebaktian baik sekolah minggu maupun dewasa, lalu doa , retret , perayaan paskah dan natal serta peryaan gerejawi yang lainnya. Ibadah dapat di lakukan di mana saja dengan satu tujuan kita ingin mengucapkan syukur dan lebih mendekatkan diri pada Allah. 

Dalam sebuah ibadah umumnya kita menggunakan susunan acara atau yang biasa disebut dengan liturgi. Jadi teringat ketika saya kelas 3 SMP dan saat itu ujian sekolah teman - teman saya bertanya-tanya apa itu liturgi :') Sungguh hal ini membuat saya menarik napas kemudian baru menjelaskan pada mereka. Dalam sebuah liturgi ada pembacaan Alkitab , Doa Bersama , Bernyanyi Bersama , Persembahan , Pemberitaan Firman. Setiap Gereja memiliki tata cara ibadah sendiri-sendiri maka dari itu liturgi setiap Gereja pun berbeda-beda.

Selain berkumpul bersama-sama untuk beribadah, ada pula beribadah seorang diri yang di lakukan oleh satu orang saja tau mungkin satu kelompok kecil. Dalam ibadah yang demikian bersifat teduh bersaa Tuhan dan berdoa , bernyanyi serta merenungkan firman Tuhan.

Satu pengalaman ibadah saya yang paling berkesan adalah ketika saya masih aktif dalam kegiatan pelayanan Gereja, saat itu saya masih kelas 1 SMP mungkin dan sedang dalam perjalanan pelayanan ke Nongkojajar di sebuah desa yang letaknya cukup jauh dari kota tempat saya tinggal. Dari pertama saya keluar dari mobil satu perasaan yang saya rasakan yaitu haru. Melihat sekitar suanasa desa dan kehangatan setiap orang yang menyapa membuat saya teharu. Saya memang pribadi yang cuek namun mudah tersentuh akan hal-hal kecil. Dua hari berada disana benar-benar saya merasakan betapa perjuangan hidup itu tidak lah mudah dan sungguh jauh berbeda dengan kondisi saya saat itu yang tengah tinggal di kota. Pada hari minggu kami berkumpul bersama dan beribadah bersama orang sekitar. Ibadah yang kami lakukan juga tidak seperti ibadah di Gereja, kami hanya berkumpul dan bernyanyi bersama memuji Tuhan. Baik agama islam dan kristen semua jadi satu. Awalnya saya kaget begitu pertama masuk dalam sebuah ruangan itu. Namun lama kelamaan saya menjadi terbiasa dan mulai menikmatinya. Sungguh itu pengalaman yang tidak dapat saya lupakan hingga sekarang :')

Bentuk-bentuk ibadah yang telah saya berikan sebagai contoh di atas tidak lah cukup hanya begitu saja , sebagai umat Kristiani bentuk ibadah juga perlu di wujudkan dalam perilaku yang baik sehari-hari seperti bagaimana Anda dalam bertutur kata , bersikap , belajar  berteman , bermain , berpakaian , dan lain sebagainya. 

Rasul Paulus berkata dalam Roma 12 : 1 -2 bahwa ibadah yang sesungguhnya adalah ketika kita menjadikan seluruh kehidupan kita bermnafaat bagi sesama demi kemuliaan Allah. 

Ibadah dapat di lakukan di mana saja , kapan saja dan dengan siapa saja. Kita percaya bahwa Roh Kudus memampukan kita untuk melaksanakan ibadah. Tuhan Memberkati.