Penyesalan Yang Terlambat .

     Melihat Indahnya malam ini terasa ingin aku kembali pada masa lalu. Tak sengaja aku melihat ke atas dan menemukan satu bintang yang sangat terang serta berbeda dengan yang lainnya. Bintang kecil namun indah. Benar-benar bintang yang berbeda. Di tambah lagi tidak ada bintang di langit saat itu yang terlihat. Jadi satu bintang yang ada itu cukup untuk membuat ku terpesona dan terpukau serta sedikit flashback dengan dia.



     Masih ku ingat akan masa lalu ku bersama dia sang jiwa seni yang ingin memberontak namun tidak bisa. Dia yang seharusnya tidak berjalan dengan anggun namun melakukan semua itu karena tuntutan profesi nya sebagai penari yang mengharuskan itu. Dia yang sebenarnya memiliki perasaan yang jauh lebih peka dari aku. Dia orang yang sungguh - sungguh memiliki perasaan yang sangat dalam pada aku namun aku yang sudah membuang semua perasaan itu dan melukai salah satu bagian terkecil dalam hatinya. Aku tahu aku salah. Tapi kini aku tidak bisa kembali bersama dia meski dia masih menginginkannya.


     Satiap aku pandang Bintang dan bulan yang ada di langit, maka aku akan mengingat dia. Dia yang kini sudah menjadi mantan ku . DIa yang termasuk dalam kategori mantan yang cukup lama dalam menjalin hubungan dengan ku. Dia yang penuh sabar. Dia yang perhatian. Dia yang paling pengertian. Dia yang paling baik diantara yang lain. Dia yang menaruh rasa lebih dari pada yang lainnya . Dia yang setia. Dia yang penuh perhatian. Dia yang sanggup mengerti aku dalam suka mau pun susah. Dia yang selalu sabar setiap aku marah-marah tidak jelas. Dan kini, aku merindukan dia untuk kembali.


     Aku tidak tahu apa kah perasaan ku yang sebelumnya pada dia . Tapi semua itu cukup untuk membuat aku paham kini. Aku sekarang mulai menyesal telah menyia-nyiakan dia yang begitu perhatian dahulu. Dia yang hampir sama seperti beruang ku namun jauh lebih baik dari pada beruang ku. Aku akui dia memang berbeda dari pada yang lainnya. Tidak ada laki-laki yang dapat sesabar itu dengan ku kecuali dia. Dia yang rela setiap aku meminta nya untuk tidak kembali hany untuk menunggu ku yang belum pulang juga. Padahal jarak antara rumah dia dan rumah ku lebih jauh dia. Alat transportasi yang dia gunakan juga jauh berbeda dari pada aku. Dia yang rela mengorbankan apa saja hanya untuk aku. Tapi aku justru membuang semua itu. Masih layak kah ku di sebut manusia?


     Sekarang aku tidak bisa kembali bersama dia meski yang ku ingin kan aku kembali pada pelukan beruang ku yang labil . Tapi kini aku sadari setiap kesalahan ku. Aku menyukai orang seni. Aku menyayangi seorang seniman. Aku mencintai dunia seni. Dan aku ingin untuk bersama dengan orang seni. Seni berbeda dengan teknik. Seorang seniman jauh lebih peka dan berperasaan dari pada seorang teknisi. Jadi kini yang aku bisa lakukan hanyalah menyesali semua yang telah aku perbuat pada orang lain. Orang - orang yang menyayangiku. Orang-orang yag mengasihiku, Orang-orang yang mencintaiku. Maaf,

0 Response to "Penyesalan Yang Terlambat ."

Post a Comment

Harap Komentar Dengan Sopan dan Tidak Mengandung SARA atau SPAM
Untuk pasang Iklan contact stefanikristina@gmail.com