TAKUT




Tak aku tahu apa yang ingin aku lakukan. Aku ingin sebuah kebebasan yang tak akan mengikatku. Aku ingin menjadi seperti angin yang tak memiliki suatu keterikatan yang pasti dengan alam atau pun dengan yang lainnya. Aku ingin menjadi seperti angina yang menyejukkan hati setiap insan yang merasa lelah akan suatu hal. Aku ingin seperti yang lain namun aku tak bisa. Tak sanggup aku menjadi seperti apa yang orang lain lakukan . Tidak, aku tidak bisa menjadi seperti orang lain.

Perasaan ku kini tak karuan, entah berbagai perasaan muncul begitu saja tanpa bisa aku hentikan. Berbagai perasaan yang tak menentu membuat aku menjadi aneh dan tak bisa menjadi seperti biasanya. Perasaan yang tak bebas dan terkekang.Perasaan yang sulit untuk aku ungkapkan dan sulit untuk aku jelaskan.

Berbagai persoalan tentang kehidupan mulai muncul , satu persatau mulai berdatangan entah mengapa tak bisa aku menyelesaikan semua itu. Takut takut  takut. Rasa takut itu terlalu besar untuk ku. Tak ingin aku melakukan semua itu . Tak ingin aku menghadapi semua itu. Tak ingin aku berhadapan dengan semua itu. Takut dan ketakutan yang saling berhubungan dan memiliki arti yang sama. Pandangan yang tak dapat aku ubah. Terlalu beresiko untuk aku hilang kan. Sulit dan sukar. Tapi bagaimana ? Semua Karena kesalahan ku.

Satu barang hilang, berganti dengan yang lainnya. Satu teman hilang berganti dengan yang lainnya. Satu dan satu menjadi semua nya, hamper semua nya yang berharga itu hilang, namun tak bisa aku untuk merubah serta mengembalikan semua itu. Terlalu sukar untuk aku berkata jujur. Perasaan takut serta ketakutan yang teralu besar membuat aku merasakan semua ini. Takut aku untuk mengungkapkan semua itu. Takut aku untuk menjelaskan semua itu. TAKUT TAKUT TAKUT dan TAKUT.

Ku butuh kan sebuah pelukan yang hangat serta kata-kata yang lembut untuk memberi kan ku sebuah kenyamanan serta suatu rasa yang dapat menggantikan serta menggeser semua rasa takut ku ini. Tak ku ingin kan semua rasa ini tetap tinggal dalam hati. Tak ku ingin kan semua rasa yang ada saat ini tetap tinggal. TIDAK TIDAK DAN TIDAK. Hai kamu orang yang dahulu asing namun sekarang menjadi orang yang berharga dalam hidup ku. Aduh tak kuasa aku mengungkapkan apa yang aku rasakan. Begitu banyak rasa yang ada, mengerti kah dirimu?

Tak perlu membahas tentang perasaan kita saat ini, namun kini aku merasakan suatu perasaan aneh. Lebih banyak pada perasaan takut yang terus mendatangi aku. Tak berani ku ungkapkan secara jujur pada salah satu orang tua ku tersayang. Tak berani aku untuk berterus terang. Terlalu susah untuk aku berkata apa ada nya. Tak ku ingin kan debat kata makian sedikit pun terlontar dari mulut orang tua yang aku sayangi itu meski semua karena salah ku. Lalu apa yang harus aku lakukan? Ingin aku bertanggung jawab, namun tidak seperti ini. Bisa kah?