Aku dan Kamu



Siang yang panas, siang yang sama seperti siang-siang yang lainnya. Aku air entah mengapa lebih memilih untuk berdiam diri hanya di dalam ruang kelas. Ruang kelas yang ramai dengan canda tawa teman-teman. Ruang kelas yang nyaman untuk beristirahat di saat guru yang sedang pada waktunya mengajar tidak hadir. Ruang kelas yang nyaman untuk membicarakan orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. Dan banyak lagi kenyamanan –kenyamanan yang ada. Namun, bahagia kah air? Nyaman kah air?

Suatu hari, seorang guru yang pernah praktek untuk bekerja di sekolah ku yang baru ini bertanya pada ku. Menanyakan lebih kepada arti setiap tulisan-tulisan ku. Tulisan – tulisan yang aku buat. Mengapa air lebih mendominasi pada setiap tulisan-tulisan ku? Aku sendiri tidak tahu sehingga aku hanya dapat menjawab karena diri ku menyukainya.

Jari-jari ku yang tidak indah ini mulai melancarkan pada setiap tombol dalam keyboard laptop milik teman ku ini. Entah mengapa aku menginginkan untuk menyendiri dan mengetik setiap kata yang ada pada otak ku. Setiap kata yang ingin aku luapkan. Mengapa? Tidak aku ketahui.

Seperti sedang dalam kebimbangan, aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku sendiri tidak tahu bagaimana perasaan ku. Aku merasa perasaan ku masih abstrak. Aku tidak tahu pada dan bagaimana perasaan ku ini. Masih kata bagaimana serta mengapa yang selalu muncul dalam otakku, dalam pemikiran ku.

Aku dan kamu, aku dan kamu yang telah lalu. Aku dan kamu yang telah tidak lagi bersama. Aku dan kamu, Kamu yang pernah sempat masuk dalam hidupku. Kamu yang pernah sempat untuk mengisi hari-hari ku. Kamu yang entah datang dari mana lalu begitu saja dengan sekejap pergi secepat angin yang berlalu. Kini aku merasa gerah aku merasa butuh pendingin, tidak kah kamu ingin kembali untuk masuk dalam hidupku seperti dahulu?

Aku tidak pernah tahu akan maksudmu. Kamu yang sekarang berada pada masa kini. Kamu yang baru saja memasuki dunia ku . Kamu yang pada awalnya hanya orang asing. Kamu yang entah benar kah memiliki perasaan pada ku atau tidak. Kamu yang entah bagaimana mungkinkah aku juga memiliki perasaan yang sama pada kamu? Hari ini , tidak hanya hari ini namun dari kemarin aku menunggu kamu yang tidak juga memberi aku sebuah kabar. Ingin aku menghabiskan malam yang lain lagi bersama kamu. Namun mau kah kamu? Aku juga masih memiliki perasaan tidak enak hati dengan orang lain yang telah memiliki mu. Dan itulah yang membuat aku terdapat titik hitam yang tebal di antara kita yang merupakan penghalang buat ku untuk masuk lebih dalam. Lebih dalam entah untuk sekedar mengetahui perasaan ku pada kamu atau sebaliknya. Can it?

Semalam, kamu yang pada masa lalu datang kembali. Datang pada hidup ku. Kamu datang dengan gaya mu yang masih sama. Kamu datang dengan sendiri. Namun sayang kamu tidak datang bersama masa lalu. Entah mengapa kembali aku tidak mengingat mu pada masa kini yang mengingatkan pada masa lalu. Aku dan kamu. Meski terasa dekat kembali namun kita tetap memiliki batas dan jarak. Nyaman kah kamu? Bahagia kah kamu? Aku tidak akan pernah ingin untuk kembali menjalani hidup ini bersama kamu. Namun aku , air . Akan selalu mengalir meski kamu datang maupun kamu pergi dalam hidupku.

Kembali pada kamu yang ada pada masa sekarang ini, kamu yang seharusnya sejajar dengan ku. Seharusnya kita dapat bersama seandainya aku datang lebih dahulu untuk mengisi hari – hari mu. Kini aku mensyukuri pada apa yang Tuhan beri kan pada aku. Aku bersyukur dapat bertemu dengan kamu yang mungkin tidak dapat aku miliki. Namun begitu aku menginginkan kita tetap dapat menjalani malam bersama-sama kembali lagi.


0 Response to "Aku dan Kamu"

Post a Comment

Harap Komentar Dengan Sopan dan Tidak Mengandung SARA atau SPAM
Untuk pasang Iklan contact stefanikristina@gmail.com