Kamu dan aku SAMA



Tak kuasa untuk menyampai kan semua itu. Tak bisa mulut ku mengatakan apa yang sebenarnya aku rasa kan. Kelu lidah ini untuk mengutarakan apa yang ada. Tak mampu aku bangkit dan berlari untuk menghampiri kamu yang di sana, yang dengan gampangnya membuat semua ini terasa mudah. Aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan. Aku tidak dapat tahu apa yang kamu rasakan. Kenapa semua begitu sederhana saja bagi kamu? Aku mengira kamu dapat memahami apa yang ada namun, semua tetap terasa hambar. Sungguh bukan ini yang aku inginkan.

Kini aku memahami akan suatu hal, tidak selayak dan sepatutnya aku mempercayakan semua itu pada kamu yang tidak mengenal aku secara keseluruhan. Aku tahu aku telah salah kerena semua perasaan ini. Hubungan kita dari awal pun telah salah. Tidak seharusnya kita tetap berjalan dengan kamu yang masih memiliki serta di miliki oleh orang lain. Bukan aku bermaksud untuk turut memiliki mu. Namun aku sebagai wanita murni, memiliki suatu perasaan kecil pada kamu yang ternyata tidak mengerti aku.

Masih boleh kah aku terus berharap pada kamu? Masih layak kah aku berada di samping kamu suatu hari nanti? Mungkin kah Tuhan yang di atas sana, yang maha tahu itu akan mempersatukan kita di kemudia hari? Apa aku tidak akan terkesan terlalu murah jika aku terus bersama kamu? Apa yang akan terjadi jika orang lain mengetahui hubungan ini? Apa yang akan kamu lakukan jika semua ini terjadi?

Satu perasaan yang aku rasa kan saat aku mengetahui apa yang ada saat itu. Kamu mengatakan bahwa kamu memiliki suatu rasa yang khusus pada aku. Aku sungguh terkejut namun aku pun senang. Tak bisa aku pungkiri memang aku senang. Kamu yang selama ini menggelitik aku untuk keluar dari zona nyaman ku membuat aku salah tingkah. Tidak pernah aku menduga bahwa kamu akan mengatakan semua itu.Sekarang salah kah aku jika aku akan mengharapkan lebih?

Setelah aku pikirkan dengan baik-baik mungkin akan salah sekali jika aku menginginkan lebih. Aku hanya lah angin lalu buat kamu. Aku hanya dapat menjadi salah satu warna dari lembar kehidupanmu. Aku bukan lah warna utama yang akan menghiasi hari-hari mu, karena aku tak layak untuk semua itu. Mungkin jika aku tetap berniat untuk meneruskan semua ini, aku akan menjadi sebuah titik hitam pada setiap lembar yang kamu warnai dan hiasi dengan orang yang kamu kasihi. Lalu kemana kah aku harus pergi?

Aku tidak tahu harus berbuat apa, aku tidak tahu harus melakukan apa. Sungguh banyak ketidaktahuan serta ketidakpastian yang ada pada diriku. Ingin aku berteriak pada kamu agar kamu juga dapat memahami bagaimana perasaan ku. Tidak hanya perasaan ku saat ini saja, namun juga perasaan yang jauh terpendam dalam lubuk hatiku. Aku dan kamu terlalu ada banyak jarak di antara kita.

Teringat aku akan semua kata-kata mu pada malam yang lalu. Kamu yang terasa seperti terdapat sesuatu yang membentengi dirimu. Aku yakin semua itu terjadi bukan karena suatu hal lain itu yang membentengi diri kamu tapi kamu sendiri yang menciptakan semua itu. Aku tahu dan yakin secara pasti bahwa kamu lah yang membuat semua itu kamu lah yang menciptakan semua itu hingga semuanya ada , hingga semuanya terbentuk. Tapi mungkin kah aku dapat merubah segalanya? Mungkinkah semua ini dapat aku pecahkan? Aku mohon jika semua dapat terlewati, janganlah berusaha untuk membiarkan aku untuk berjalan dengan sendirian. Karena aku membutuhkan kamu.

Semakin aku mengelak, semakin aku menolak,semakin aku menyangkal, semakin yakin dan kuat aku membutuhkan kamu. Saat kulit tangan kita bersentuhan, entah mengapa terasa suatu sensasi getaran yang aneh. Lalu di saat kamu mulai mendekati aku, aku merasakan suatu gerakan yang ingin aku lakukan namun semua terhenti seketika. Aku masih memahami aturan dan norma yang ada, maka tidak akan aku lakukan semua itu. Namun bagaimana dengan kamu? Apa pendapat dan apa yang kamu pikirkan tentang aku?

Aku tahu tidak seharusnya aku bersikap seperti ini. Statis. Kamu yang seharusnya tidak ada untuk aku malah selalu ada untuk aku. Kamu rela melakukan apa saja untuk aku. Tapi satu hal jangan pernah menyamakan diri ku seperti orang lain. Karena aku lahir dalam lingkungan dan asuhan yang berbeda dengan mereka. Mungkin kamu tak akan pernah  paham jika aku menjelaskan sedetail apa pun. Karena satu hal, menyatukan semua pemikiran kita menjadi satu itu tidak lah hal yang mudah.

Hari ini ketika sebuah berita mampir terdengar oleh telingaku, sungguh aku kaget akan semua itu. Aku tidak percaya kamu tetap melakukan apa yang tidak aku inginkan. Kamu tetap meneruskan apa yang menjadi kehendak mu. Tidak kah aku sudah memberitahumu pada sepekan yang lalu? Mengapa tidak kamu pahami juga akan maksudku itu? Haruskah aku terus untuk mengulanginya kembali? Kamu yang tidak pernah aku sangka akan berbuat seperti iu, membuat satu perasaan baru muncul pada diriku. Yaitu kecewa.

Aku tahu kamu benar, aku pun percaya pada kamu.. Namun tidak aku duga kamu membuat sebuah titik yang sedikit memudarkan lembar yang sudah tersusun rapi dalam angan ku..

Cerita ku berada dalam mu : Cerita temanku.. H 


0 Response to "Kamu dan aku SAMA"

Post a Comment

Harap Komentar Dengan Sopan dan Tidak Mengandung SARA atau SPAM
Untuk pasang Iklan contact stefanikristina@gmail.com