Abstrak.

Aku akui terkadang aku merasa takut saat bersama kamu . Tapi tak bisa aku pungkiri bahwa aku masih menyayangi dia , beruang yang pernah datang dalam hidup ku. Beruang yang dahulu selalu ada untuk aku. Beruang yang akan dengan senang dan gembira saat berjalan dengan aku. Beruang yang baik, beruang yang manis, beruang yang selalu positif di mata ku.

Bayangan nya masih selalu ada dalam setiap langkah ku. Tak ingin aku menggantikan semua itu , semua bayangan dia dengan bayangan kamu yang masih baru. Tidak aku tidak menginginkan semua itu. Tak aku ingin kan kamu yang baru meski pun kamu berarti dalam hidup ku , meskipun kenangan yang ada bersama kamu terlampau banyak di banding kan dengan beruang ku. Namun semua tidak dapat merubah apa yang pernah ada.

Cukup semua yang kita alami ini seperti ini saja . Tak ku ingin kan hubungan yang terlalu jauh karena semua yang pernah kita lalui. Tak aku ketahui bagaimana perasaan mu, bagaimana arti dari semua apa yang ada sekarang . Tapi aku cukup nyaman dengan semua yang ada kini. Segala nya yang telah kita lalui saat ini membuat suatu cerita tersendiri untuk aku. Pahami lah akan suatu hal yang penting namun mungkin dapat menjadi angin lalu saja untuk kamu. Kamu sungguh berbeda dengan orang lain. Orang yang pernah hadir dalam hidup ku.

Setiap kecupan mu yang membuat aku bergetar tak menentu, setiap belaian mu yang membuat jantung ku berdetak tak pasti, setiap senyum mu yang membuat aku seperti melayang serta setiap pelukan mu yang menghangat kan aku. Tidak ada yang sama seperti itu selain kamu. Baru aku lakukan semua itu dengan kamu. Tidak dengan yang lainnnya. Tidak dengan yang sebelum-sebelumnya.

Ketika kamu bertanya pada aku tentang suatu hal yang sangat pribadi serta sangat sensitif untuk aku, semua itu membuat aku semakin bertanya-tanya akan kamu. Apa yang kamu mau dari semua ini? Apa yang kamu ingin kan dari apa yang ada sekarang? Aku tahu kita memiliki perasaan yang sama meski dalam tingkat yang berbeda . Namun kamu dan aku ingin rasa nya seperti terjalin sesuatu tapi kamu lah yang membuat semua ini terasa masih dalam suatu batas. Kamu masih memiliki orang lain. Dan aku tidak ingin menjadi pengganggu dalam hubungan mu meski yang telah kita lalui jauh dari batas yang ada.

Ingin aku mengungkapkan semua ini. Sayang kamu masih memiliki suatu benteng yang tidak ingin aku tembus jika hanya sesaat. Aku takut kamu hanya akan menjadi kan aku sebuah selingan, maka aku membuat suatu batas yang cukup dengan kamu agar aku tidak terlalu jauh dalam melangkah kan kaki ku bersama kamu, meski ku ingin kan sesuatu yang melebihi dari semua ini. Satu kata dua huruf tiga karakter. Jo!