Fake Boyfriend






Tulisan ini dibuat bukan bermaksud untuk tujuan yang negatif. Ini tulisanku, ini cerita ku. Mudah-mudahan bisa di baca dengan hati yang damai. . 


Boyfriend
Kurang lebih satu jam ku pandangi layar laptopku. Belum satu huruf pun aku ketik. Tapi banyak kata yang ada dalam benak ku. Ketika berusaha memilih, entah kenapa dorongan kuat untuk menulis tentang . . Boyfriend a.k.a P A C A R



Tulisan ini nggak panjang kok *mudah-mudahan* . Tulisan kali ini terinspirasi dari cerita pribadi si " Bayu Skak " yang entah 2 minggu yang lalu *mungkin* masnya update video di youtube tentang " HATI - HATI DI INTERNET " Yap! kurang lebih itu judulnya, aku juga lupa si. 😁, coba cek aja.. tapi baca tulisan ini dulu ya, karna kalian bakalan ada gambaran singkat apa isi videonya.

Si " Mas Bayu Skak " bercerita pengalamannya yang akhirnya dapet pacar baru di dunia maya tapi dia gatau ternyata semua itu PALSU. anyway bener sih di dunia maya kita bisa jadi siapa saja. Aku jadi teman ku si A, teman ku jadi aku atau aku berpura-pura menjadi seseorang yang lain. Tapi syukur kalau orang itu minta izin dahulu. ehh izin ga izin tetep ga boleh si kita berbohong pakai foto orang kemudian cuma buat nunjukin ke orang lain atau menutupi siapa diri kita sebenarnya.

Aku pernah ngalamin hal ini beberapa bulan yang lalu, teman ku meminta izin buat minta akun serta foto ku (awalnya malah mau minta) kata dia, dia baru dapet kenalan via dunia maya, dia bilang karena aku cantik ( kata dia bukan kata aku ) dia mau test 'teman dunia mayanya' itu apakah ia teman yang baik atau tidak. Tapi aku tidak begitu tanggapi. Karna jujur kurang suka sebenarnya. Tapi itu sudah berlalu. 

Cerita yang lain, aku juga pernah sebenarnya masa sekolah menjadi orang lain. Dulu aku minder* sebenarnya sampai sekarang sih, tapi nggak terlalu kok kalau sekarang, seengganya sudah berani buat selfie*. Ceritanya -/+ sama dengan si " Mas Bayu Skak " tapi aku bukan berpura-pura menjadi orang lain sampai merubah identitas. Aku memilih foto salah seorang teman ku yang kebetulan rambutnya panjang dan kebetulan juga fotonya blur. ---cerita. . .

Waktu itu aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sosial media yang lagi booming banget waktu itu facebook akhirnya dapet deh kenalan baru tapi slisih satu tingkat dengan ku dan beda sekolah. Kita kenalan, lama chating, akhirnya kita yah " deket " . Sebelum " deket banget " karena sama-sama sudah nyaman, ia minta fotoku. Aku nggak pernah pasang foto pribadi karena aku bukan termasuk orang yang " PEDE " aku cukup minder dengan penampilan ku karena masa SD ku kurang bagus di suatu lingkungan. Oke, singkat cerita ia ingin tahu fotoku, karena kita masih sama-sama sekolah ya masih lugu, culun, ga segaul anak jaman sekarang gitu yang bisa keluar masuk mall dandan cantik, atau mungkin itu karena aku saja yang pada waktu itu sedikit " berbeda " (karna minder) dengan remaja pada umumnya. Jadi... aku kasih foto salah seorang teman ku. Kebetulan ada foto yang blur jadi tidak terlalu terlihat wajahnya. Tapi hal itu aku cuma lakukan sekali. Aku bukan tipe orang yang berani seperti di cerita " Mas Bayu Skak " yang sampai akun bapak dan ibunya pun ada. Tidak aku tidak seperti itu. Itu aku lakukan sekali dan aku tidak pernah melakukannya lagi.

bytheway aku mau cerita dari sudut pandangku sendiri dan pengalaman pribadi ku sendiri. Kalau ada yang pernah merasa di tipu, mungkin itu bisa jadi pelajaran aja, sebenarnya nggak semua orang punya maksud jahat sampai melakukan hal itu untuk kepentingan pribadi. Kalau kata si mas " Bayu Skak " orang seperti mereka termasuk mungkin ' aku ' juga tentunya, itu butuh untuk di sayangi, butuh perhatian yang lebih karena ia ga bisa mendapatkan itu karna ia merasa di tolak dengan apa adanya dirinya sekarang, hmmm.. aku pikir ada betulnya. Karna dulu aku sempat merasa seperti itu. Semasa kecil aku banyak di tolak di lingkungan sekitar. Tapi ketika dewasa aku baru sadar apa itu iman, apa itu bersyukur. Jadi aku tidak lagi mendengarkan kata orang lain. 

Jujur untuk menulis cerita ini juga aku sudah berfikir beberapa kali. Aku harus mengarang seperti cerita-cerita ku yang lain atau aku harus menulis menggunaka kata " aku " saja, yang berarti aku mengakui cerita yang sebenarnya yang aku ceritakan ini adalah ceritaku? Dan akhirnya aku menulis menggunakan kata " aku " dan memang real story. Dengan menggunakan kata " aku " bisa jadi ketika orang lain yang membaca akan mencemooh aku atau bahkan ada yang menghina sampai menulis komentar yang buruk baik di postingan ini atau email. Aku berusaha siap, dan sekedar informasi saja, entah kalau si " Mas Bayu Skak " sudah tahu belum siapa si cewe yang chat dengannya, kalau aku.. Aku sudah pernah tidak sengaja bertemu dengan kakak tingkat ku itu. Kebetulan, *ceritaku banyak kebetulannya* yahh meski aku kasih foto orang (maksudnya kasih foto ke kakak tingkatku bukan fotoku) tapi ada orang lain yang kenal dengannya (maksudnya kakak tingkatku punya kenalan) dan kebetulan juga *kebetulan lagi kan* dia juga teman ku (jadi temen si kakak tingkat itu punya temen yang ternyata temanku juga), jadi sudah pastilah entah bagaimana caranya dan bagaimana di setting nya, kita pernah berjumpa dan bersapa meski tidak ada 5 menit.

Catatan :
Apabila mungkin diantara kalian kesel setelah membaca cerita ini, mudah-mudahan kekesalan itu tidak dilampiaskan pada orang yang kalian temui di dunia maya. Tidak semua orang di dunia maya itu jahat dan tidak semua orang di dunia maya punya maksud yang buruk, Sebenarnya, tidak semua orang menyembunyikan identitasnya karena ia mempunyai maksud jahat. Tapi ada banyak alasan yang apabila kalian tidak ada di posisi mereka, mungkin kalian tidak akan pernah bisa tahu bagaimana perasaan mereka. 

Tulisan ini dibuat bukan bermaksud untuk tujuan yang negatif. Ini tulisanku, ini cerita ku. Mudah-mudahan bisa di baca dengan hati yang damai. . 

 NB : 
- harusnya aku nulis " Fake Girlfriend " ya hehe.. Tapi karna ini sudut pandangku, karena aku cewek, mudah-mudahan bisa diterima aku nulis " Boyfriend " 
- Mohon maaf apabila ada salah kata dan perilaku. Apabila ada yang kurang berkenan bisa menghubungi via email stefanikristina@gmail.com
- Penulis masih belajar untuk kembali menulis..