Ceritanya Si Mau Nulis Tentang Different,Tapi...

Matahari Surabaya. Ini yang kurindukan selama aku di kota perantauan. Aku rindu dengan matahari dan suasana kota tercinta ku ini, meski ketika aku sudah kembali, rasanya aku ingin balik ke kota perantauan saja karena panasnya sungguh membuatku jadi gila kadang. Tapi aku senang bisa kembali. Karna ini kampong halaman ku.


Anyway, nggak perlu dijelasin ya kenapa aku pulang dan kenapa aku merantau. Intinya sekarang aku sedang masa libur. Kehidupan ku nggak tentu, mungkin sampai seterusnya aku nggak tentu untuk tempat tinggal (nomaden, kata orang. Bener atau nggak nggak tahu aku belum search di google).

Kalau lagi pulang kampong seperti saat ini, ada satu tempat yang selalu aku datangi. Perpustakaan Daerah Jawa Timur (PERPUSDA). Hmm,, sudah lama sih jadi anggota disini. Bukan seperti orang pada umumnya yang jadi anggota karena cari wifi gratis dengan tempat yang nyaman yaa… kalau aku si emang doyan baca dari SD. Papa yang beliin aku buku – buku meski bekas dan beli di jalan semarang, tapi sejak itu aku jadi doyan banget baca. Mulai bacaan anak-anak sampai dewasa. Upss :D *jk

And than kepulangan ku kali ini aku pun pergi ke perpustakaan daerah. Kalau dulu sebelum move on dari sang mantan kemana-mana serba sendiri. Sekarang nggak lagi. Sudah pasti kalau keluar aku nggak bakalan sendiri kecuali keluar untuk pergi ke toko kelontong tu baru sendirian, tapi jarang sekali, dasarnya aku memang malas keluar rumah.

Sampai di perpustakaan, ku sapukan pandangan ku ke sekitar perpustakaan. Hmmm.. “ I miss you “ kata ku dalam hati.. Dannnn sudah pasti selanjutnya aku bakalan milih – milih buku lagi. Milih dari deretan rak yang sudah pasti bakalan banyak banget berjejer novel-novel yang sudah pasti juga belum aku baca dan ada yang sudah aku baca.

Aku tidak pernah berlama-lama saat memilih sesuatu. Meski aku suka banget berpergian, tapi ketika membeli atau hendak memilih sesuatu aku tidak pernah berpikir panjang. Makanya sering kali kalau membeli sesuatu selalu saja ada plus dan minus. Tapi kalau berbelanja online aku selalu lama, ini deh plus dan minusku. Kalau adikku lihat aku sedang serius dengan hp dan diliriknya aku sedang  buka salah satu situs e-commerce yakkk sudah pasti bisa di tebak dan pasti benar, aku Cuma scroll and than favourite scroll and than favourite but  gak bakalan ada yang di beli orang jawa bilang ´mek di delok tok “ yak beginilah diriku . ^^

Akhirnya ada tiga (3) buku yang aku suka. Mau ambil semuanya tapi sayang, ga bisa. (maksudnya bukan ambil nyuri yaa, tapi ambil buat dipinjam) . Ok karena nggak bisa aku tetap ambil ketiganya namun aku baca dahulu. Mana yang bagus dan bener – bener aku minati baru aku ambil. Dann,, dua buku yang menarik perhatian ku aku pilih untuk aku pinjam.

Sebuah buku berjudul “ DIFFERENT “ membuat ku tertarik terutama isinya yang membahas mengenai sebuah perbedaan yang ada di kehidupan kita sehari-hari. Sebuah buku yang ahhhh, kalau lihat covernya mungkin terkesan biasa. Judulnya biasa, Tapi isinya lumayan.. Seengganya membaca cerita membuatku kembali pada masa kanak-kanak ku. Sebuah memori yang sudah lama, bahkan mungkin sudah berdebu kembali dalam ingatanku. Hmm,, sebuah perbedaan . Yahh perbedaan.

Buku ini menceritakan seorang tokoh utama yang muslim, memiliki teman nasrani dan teman beragama hindu. Berlatar kota Bali yang penduduknya mayoritas Hindu kemudan nomor dua Islam. Memiliki seorang teman keturunan Tionghoa namun tidak pelit. Dan masih banyak lagi.

Belum habis si aku membacanya. Tapi ntah kenapa aku jadi pingin curhat *dasar kebiasaan fani*.
Dari buku ini aku jadi keingat temanku. Sudah beberapa hari, mungkin ada satu minggu lebih aku tidak memberinya kabar. Aku menghilang namun sebenarnya ada. Lebih tepatnya aku seperti enggan membalas pesan-pesannya padahal aku ingin. Seperti aku menolak kehadirannya padahal aku mau memulai tapi bingung. Yah mungkin satu kata yang tepat menggambarkanku, aku .. gangsi , Gengsi? Yap!

Hahhhh….

Negara ku saat ini sedang panas-panasnya akan suatu hal. Aku jadi merenung terus. Kalau aku terus-terus seperti ini, apakah aku benar-benar mencintai negaraku? Tapi kalau aku mau memulai kembali, kata apa yang harus aku ungkapkan? Mau balik seperti orang ga berdosa, tapi sudah jahat kali perbuatanku. Bingung si, tapi nggak tahu apa yang dibingungin. Dasar bodo ya hehe L

Aku -- ( ketika mau negtik lagi ceritanya aku denger orang jualan pempek. jadilah aku berhenti ngetik dan fokus beli pempek. Eh tahu tahu dia wa hihihiii.. ga jadi dehh.. :p ya sudaaa sampai disini dulu ya ketikannya.) 

Maaf apabila ada salah, baik kata atau perbuatan
- Maaf tidak bermaksud menyinggung
- Maaf apabila ada kurang berkenan dapat menghubungi via email stefanikristina@gmail.com
- Maaf penulis masih baru belajar untuk kembali menulis, mohon dukungannya
- Saya menerima baik kritik maupun saran, terima kasih

Kritik dan Saran : stefanikristina@gmail.com