Welcome UNAS H-3

Beberapa hari ini buku-buku saya tinggalkan berserakan di lantai kamar. Saya tidak peduli lagi apakah besok unas atau besok kelulusan atau apa saja. Beberapa hari saya tidak masuk sekolah. Mungkin ada 1 minggu saya hanya di rumah dan baring saja. Ada banyak hal yang menyebabkan saya menjadi sedemikian cuek akan keperluan pribadi saya. Namun bukan hal ini yang akan saya bahas sekarang.

Hari ini adalah tepat tanggal 1 April 2016. H-3 menuju unas atau ujian nasional bagi mereka yang saat ini duduk di bangku kelas 12 tingkat Sekolah Menengah Kejuruan. Saya kurang tahu bagi mereka yang SMA. Wah benar-benar nggak kerasa bukan? Sebentar lagi sudah ujian sebentar lagi sudah lulus, dan sebentar lagi kita semua yang ada di tingkat akhir ini akan menjumpai yang mana setiap guru kita katakan " seleksi alam ", ada lagi yaitu " hidup yang sebenarnya ", dan " hidup penuh perjuangan ". Selama ini kita masih menjadi seorang siswa yang memakai pakaian seragam, di bawah naungan perlindungan orangtua, dan tanggung jawab sekolah, guru, serta tidak di pungkiri juga kedua orangtua kita. Namun setelah ini semua? Kita? Harus berdiri sendiri. Kita punya kaki, tangan, dan juga akal dan ilmu. Itulah yang harus kita lakukan untuk berjuang dalam hidup dan tidak bermalas-malasan! Stop setiap kenakalan remaja stop setiap hal-hal yang telah kita lakukan dengan sia-sia di masa lalu dan perbaiki mulai sekarang. Menjadi pribadi yang lebih baik agar dapat di terima oleh masyarakat.

Kalau kemarin-kemarin saya menanti unas, entah mengapa saya mulai membenci unas. Saya mulai takut dan gentar. Beberapa waktu yang lalu saya membuka email saya dan membaca beberapa pesan. Pesan-pesan tersebut berisi beberapa doa, cerita, serta dukungan dari beberapa sahabat pena saya. Senang saya membacanya karena kita saling memberikan semangat. Beberapa sahabat pena saya yang saat ini duduk di bangku kelas 12 di kota-kota yang ada di Indonesia tengah berjuang untuk menempuh ujian nasional dan mereka yakin bahwa ujian kali ini mereka akan lulus dengan nilai yang baik. Beberapa dari mereka juga sudah menentukan PTN mana saja yang akan mereka pilih. Senang rasanya mengetahui hal ini. Sahabat pena saya yang dari luar negeri pun juga mengirimkan email berisi sebuah semangat dan doa untuk ujian nasional esok, senang rasanya membaca dan mengetahui hal ini. Namun hingga kini saya belum bisa menentukan PTN atau PTS mana yang akan saya pilih meski di dalam benak sudah tersusun berbagai rencana.

Oke kita tidak akan membuat postingan yang negatif saya akan membagikan cerita yang positif.

Seorang teman saya mengatakan bahwa semakin dewasa kita maka akan di hadapkan oleh pilihan yang semakin sulit. Semakin dewasa kita juga akan di hadapkan dengan tantangan yang menakutkan, dan semakin dewasa kita juga akan di bebankan dengan tanggung jawab yang begitu berat. Siap atau tidak siap ini adalah takdir dan jalan kita. Mana yang akan Anda pilih? Itu yang akan menentukan masa depan Anda. Sama halnya dengan apa yang Anda tabur maka itulah yang nantinya akan Anda tuai. 

Mari kita berfikir maju ke depan dan buang apa yang sudah ada di masa lalu baik dendam maupun kebencian.  Bila Anda membenci teman Anda saat ini, itu tidak akan berpengaruh pada dunia mereka kedepannya. Semakin Anda benci bukan berarti teman Anda akan semakin susah, namun justru sebaliknya. Jadi buat apa Anda menanam kebencian itu? Sia-sialah Anda yang menanam kebencian pada orang lain dalam hati Anda.

Anda sudah melalui sebuah proses menuju kedewasaan selama di bangku SMP dan SMA. Anda sudah melihat bagaimana bergaul dengan orang yang berbeda selama SMP dan SMA. Anda memiliki banyak teman atau mengetahui bagaimana karakter beberapa teman Anda. Namun itu masih dalam lingkup kecil. Ada lingkup yang lebih luas lagi yaitu setelah ini, setelah Anda lulus dan terjun dalam dunia masyrakat, berbaur dengan mereka yang menganggap Anda adalah sebuah ikan yang masih fresh. Menjadikan Anda sebuah ikan dengan umpan yang begitu kejam sehingga membuat Anda terlatih berkehidupan di tengah masyarakat.

Oh ya sebelum saya membahas lebih jauh lagi saya tidak ingin ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Tulisan ini tidaklah berisi menyinggung siapapun karena ini adalah sebuah tumpahan atau curahan hati setelah saya membaca beberapa email dari sahabat pena saya. Betapa senang saya mengetahui kabar mereka namun ini juga menjadi pergumulan dalam pikiran saya. Sehingga alangkah senangnya bila saya dapat berbagi melalui blog pribadi ini. Bila Anda ada yang tidak senang, Anda dapat mengatakan pada saya.

Dari beberapa sahabat pena saya, ada yang berasal dari pulau Jawa yaitu provinsi Jawa Tengah di sebuah desa yang tidak akan saya sebutkan, ia berkata pada saya. " Bingung aku arep kuliah po neruske usaha bapak wae. Bapak sih minta aku kuliah wae, tapi aku yo mesake bapak nyambut terus. " Bila diartikan " Bingung saya ingin kuliah atau melanjutkan usaha bapak saja. Bapak sih minta saya supaya kuliah aja. Tapi saya juga kasihan pada bapak yang kerja terus " isinya sebuah kegalauan hati. Namun akhirnya ia memilih untuk bekerja saja dan kuliah bila telah mendapatkan penghasilan yang cukup. Saat ini ia sudah bekerja kurang lebih 9 bulan dengan gaji jauh dari gaji standar karena memang ia bekerja di daerah.

Ada lagi sahabat saya yang melalui whats app. Ia mengatakan tak akan kuliah karena ia akan bekerja di Jakarta. Well apa salahnya? Seorang teknisi di suatu sekolah negeri yang pernah saya temui juga tidak kuliah namun mereka bisa bekerja dengan tetap dan mungkin gaji yang cukup. Bila tidak cukup saya juga tidak tahu, tapi setahu saya mereka tetap bekerja meski tidak kuliah.

Ah mengingat mereka-mereka yang telah berjasa selama ini membuat saya ingin menitik kan air mata saja wkwk :')

Teman saya, maaf sahabat pena saya di email juga bercerita bahwa ia akan melanjutkan kuliah di luar kota. Asal dari Jawa Barat, akan melanjutkan kuliah ke Jogja. Cukup jauh, jauh dari orang tua namun ia telah membulatkan tekat. Sama seperti Sahabat pena saya di Padang, ia akan melanjutkan kuliah ke Jawa Barat. Wah rupanya yang ada di suatu daerah akan keluar dan berisi dengan orang lain meski sebelumnya kita tidak pernah mengenal mereka. 

Seorang teman saya yang sudah kuliah berkata pada saya, " semua orang akan melalui proses alam, diterima atau tidak itu tergantung dari pribadi kita masing-masing. Menjalani hidup ini tidak mudah. Namun bila kita berusaha maka tidak akan ada yang tidak bisa " Dan ya! saya memang setuju dengan pendapatnya.

Kedepannya apakah Anda ingin kuliah atau bekerja itu adalah sebuah pilihan. Kedepannya Anda ingin menikah atau tidak itu juga adalah sebuah pilihan. Maaf bila tiba-tiba saya menyinggung mengenai pernikahan. Beberapa hari yang lalu saya menemui seorang psikiolog dan ia mengatakan bahwa ada seorang siswi yang hendak menikah setelah lulus ini karena telah memiliki seorang kekasih yang mapan. So, why not?  It's your life. Kalau ini hidupmu yauda berarti semua keputusan ada di tangan mu serta jangan lupa bahwa semua beban tanggung jawab juga ada di punggung mu,

Jadilah orang yang berguna bagi Bangsa, Negara, dan masyarkaat. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Janganlah melakukan hal yang tidak seharusnya kita lakukan. Sebentar lagi masa SMA akan usai, jadilah pribadi yang lebih baik. Jangan lupakan apa saja yang pernah membantumu di masa lalu, karena tanpa mereka mungkin kalian bukanlah siapa-siapa.

Salam, Stefani