Rangkuman Materi UAS Semester Ganjil Bab 1

Selamat malam, Terima kasih bilamana malam ini ( re: tengah malam ) Anda masih setia membaca blog kami :)) Malam ini ditemani oleh lagu-lagu rohani, saya menulis Rangkuman Materi UAS Bab 1 Semester Ganjil untuk kelas 12. Ok mari langsung saja kita simak bersama karena telah tengah malam..



Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Kejadian dalam peristiwa tersebut dianggap sebagai proses atau dinamika dalam suatu konteks historis. Sejarah termasuk ilmu empiris, karena sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Oleh sebab itu, sejarah kerap dimasukkan ke dalam ilmu kemanusiaan.

Peristiwa sejarah ini tidak semata-mata hanya menjadi cerita yang dikisahkan secara turun-temurun, tetapi sebagai bangsa yang cerdas kita harus mampu menggali nilai dan kearifan yang terkandung di dalamnya. Dengan mengingat masa lalu, memahami masa kini, dan mempersiapkan masa depan, diyakini sebuah bangsa akan dapat maju mengemban cita-citanya.

Pencatatan peristiwa yang terjadi pada masa lampau itu termasuk bentuk teks cerita ulang. Melalui teks cerita ulang atau dikenal juga dengan sebutan teks rekon (recount), pengalaman nyata di masa lalu dapat dibangkitkan atau dihidupkan kembali.

Langkah pertama yang dapat kalian lakukan dalam menyusun peristiwa sejarah ini adalah mendapatkan informasi sejarah terlebih dahulu. Setelah informasi tentang sebuah peristiwa sejarah kalian peroleh, kalian bisa mengumpulkan data yang tepat, akurat, serta autentik tentang peristiwa tersebut dari berbagai sumber, baik lisan, tertulis, maupun benda-benda yang berkaitan dengan peristiwa sejarah yang dimaksud. Sumber sejarah yang kalian dapatkan itu diteliti secara cermat, dibandingkan satu sama lain, diinterpretasikan, kemudian direkonstruksi sehingga menghasilkan kisah sejarah yang mudah dipahami.

Penyajian kilas balik (flashback) yaitu dengan memulai apa yang paling akhir terjadi, kemudian meloncat ke kejadian paling awal dan berikutnya secara berurut.

~ Tuntunan KasihMu - Ada saat dalam hidupku terbentang didepan ku banyak jalan yang bercabang dan ku taktahu jalannya, harus ku pilih dan ku lalui.. Tuhan ku mohon pimpinanMu Kau pelita kakiku, agar ku tak sesat arah.. ajar aku Tuhan untuk senantiasa mengikuti tuntunan kasihMu.. 

Tahapan pertama, orientasi. Tahap pertama ini memberikan informasi tentang situasi cerita sejarah yang diangkat dalam teks. Tahap berikutnya adalah urutan peristiwa sejarah. Tahap ini terdiri dari beberapa paragraf yang menyediakan rekaman peristiwa berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa sejarah tersebut. Maka, dalam menggali informasi pada tahap kedua ini, kalian harus melihat rekaman waktu terjadinya peristiwa. Tahap selanjutnya adalah reorientasi. Tahap ini bertujuan untuk menghadirkan kembali peristiwa sejarah tersebut pada masa kini.

Struktur yang membangun sebuah teks cerita sejarah orientasi^urutan peristiwa^reorientasi.

Terdapat tiga jenis kelompok nomina. Pertama kelompok nomina modifikatif (mewatasi), misalnya; rumah besar, dua botol, ruang makan, dan lain-lain. Kedua, kelompok nomina koordinatif (tidak saling menerangkan), misalnya; lahir batin, sandang pangan, sarana prasarana, hak dan kewajiban, adil dan makmur, dan sebagainya. Ketiga, kelompok nomina apositif, sebagai keterangan yang ditambahkan atau diselipkan, misalnya; Sinta, teman sekelasku, pergi berlibur ke Bali. Sama halnya dengan kelompok nomina, kelompok kata verba juga terbagi menjadi tiga jenis, yaitu kelompok verba modifikatif, kelompok verba koordinatif, dan kelompok verba apositif.

Kelompok kata merupakan gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Artinya, di antara kedua kata itu tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat dan hanya memiliki satu makna gramatikal.

Konjungsi temporal merupakan konjungsi yang mengacu pada waktu dan sekaligus sebagai sarana kohesi teks. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua hal atau peristiwa, terdiri dari dua bagian,
yaitu konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat (misalnya apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala, dan sebagainya) dan konjungsi temporal yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat (misalnya sebelumnya dan sesudahnya).

Sebuah paragraf yang baik, setidaknya memiliki empat ciri, yaitu keterpaduan (kohesi), keterkaitan (koherensi), kekonsistenan sudut pandang, dan ketuntasan. Agar kata atau kalimat dalam tiap paragraf yang membangun sebuah teks kohesif dan koheren, terdapat sarana pengait/penaut kata atau kalimat tersebut. Beberapa sarana yang bisa dijadikan sebagai pengait/penaut ini adalah pengulangan, penggantian, dan konjungsi.

Mitos dan sejarah adalah dua hal yang membicarakan masa lalu. Akan tetapi, berbeda dengan mitosmenceritakan masa lalu yang tidak memiliki kejelasan waktu dan tempat peristiwanyasemua peristiwa dalam sejarah sangat jelas tempat dan waktu kejadiannya. Sejarah mempelajari sesuatu yang konkret, terdapat fakta yang nyata di dalamnya. Mempelajari sejarah bukan berarti hanya mempelajari aktivitas manusia pelakunya, melainkan aktvitas manusia yang memiliki makna.

Ada dua hal yang bisa dilakukan dalam penyuntingan, yaitu redaksional (menyoal kebahasaan; ejaan, diksi, dan kalimat) dan substansial (menyoal isi dan data). Akan tetapi, seorang penyunting tidak boleh mengubah substansi teks tanpa persetujuan penulis atau pengarangnya. Dalam menyunting, tugas kalian adalah memperbaiki kesalahan yang terjadi pada teks serta membuat teks tersebut enak dibaca dan tidak membingungkan.

Terdapat beberapa syarat yang harus kalian perhatikan dalam memilih kata. Syarat pertama adalah tepat, kata yang dipilih dapat mengungkapkan gagasan secara cermat. Syarat berikutnya benar, pilihan kata harus sesuai dengan kaidah bahasa. Syarat terakhir, kata yang dipilih harus lazim, bentuknya sudah dibiasakan.

Nah, sekian dahulu materi pada malam hari ini. Sukses selalu untuk semuanya.. Tuhan Yesus Memberkati :)