Pembahasan Soal Sejarah Indonesia Kelas 12 Halaman 76

Selamat Malam, Terima kasih untuk Anda yang mana masih setia mengunjungi blog @SemuTeam. Sekilas tentang blog ini akan kembali saya bahas yang mana blog ini di tujukan untuk menampung setiap ide kreatif Anda sekalian agar membuat Indonesia lebih maju. Jadi untuk Anda yang ingin share pengalaman dan informasi apa saja seputar pelajaran, maka bisa Anda langsung mengkontak Admin. 

Atau Anda ingin menjadi penulis blog @SemuTeam? Monggo, saya sebagai admin mempersilahkan bahkan membuka kesempatan lebar untuk Anda semuanya.

Btw sekian dahulu informasi dari saya, untuk more info dapat langsung hubungi via email stefanikristina@gmail.com

instagram @NifaFani


1. Tuliskan penyebab langsung jatuhnya kabinet Sukiman. Jelaskan!

Jawaban : Kabinet Sukiman terbentuk oleh adanya beberapa partai yang melindungi kabinet tersebut atau dalam bahasa kita adalah seperti memberikan songkongan atau dukungan terhadap partai tersebut. Namun ketika salah satu partai tak memberikan dukungan, maka akan timbul keretakan. Alasan kedua penyebab langsung jatuhnya Kabinet Sukiman adalah adanya ketika muncul mosi tidak percaya dari Sunarjo (PNI). Mosi ini kemudian disusul oleh pernyataan PNI agar kabinet mengembalikan mandatnya kepada presiden untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Akhirnya, dengan didahului pengunduran diri Achmad Subardjo selaku Menteri Luar Negeri, Sukiman pun kemudian menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno pada 23 Februari 1952.

2. Berikan alasan mengapa sistem kepartaian yang dianut pada tahun 1950an adalah multi partai. Kaitkan analisis kalian dengan pendapat yang pernah dikemukakan oleh Mohammad Hatta!

Jawaban : Menurut Mohammad Hatta agar memudahkan dalam mengontrol perjuangan lebih lanjut. Hatta juga menyebutkan bahwa pembentukan partai politik ini bertujuan untuk mudah dapat mengukur kekuatan perjuangan kita dan untuk mempermudah meminta tanggung jawab kepada pemimpin-pemimpin barisan perjuangan. Menurut pandangan saya hal ini cukup bijak yang mana bila kita analisis, keadaan ekonomi politik Indonesia pada saat itu umunya hanya mementingkan golongan saja jadi rasa egoismenya jauh lebih tinggi sehingga kepentingan nasional tersisihkan.

3. Jelaskan persamaan dan perbedaan antara pemilu pertama tahun 1955 dengan pemilu tahun 2014!
Jawaban : Di bawah ini adalah tabel yang menunjukkan persamaan dan perbedaan pemilu pertama 1955 dengan pemilu pada tahun 2014

Persamaan
Perbedaan
-          Sama-sama diadakan dan dipilih langsung oleh rakyat yang kemudian terjadi penghitungan suara.
-          Tahun 2014 lebih banyak suap dan sogokan. Jadi untuk terpilih rakyat di berikan dana dengan nominal tertentu agar mau memilih salah satu calon.

4. Jelaskan tujuan diberlakukannya kebijakan ekonomi Benteng. Jelaskan pula mengapa program ekonomi Benteng ini akhirnya mengalami kegagalan!

Jawaban : Program ini ditujukan antara lain mencadangkan impor barang-barang tertentu bagi kelompok bisnis pribumi, serta membuka kesempatan bagi para pedagang pribumi membangun basis modal di bawah perlindungan pemerintah. Selain tujuan tersebut, juga untuk menumbuhkan kaum pengusaha pribumi agar mampu bersaing dalam usaha dengan para pengusaha keturunan Cina dan asing lainnya. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah memberi peluang usaha sebesar-besarnya bagi pengusaha pribumi dengan bantuan kredit. Dengan upaya tersebut diharapkan akan tercipta kelas pengusaha pribumi yang mampu meningkatkan produktivitas barang dan modal domestik. Sayangnya dalam pelaksanaan muncul masalah karena dalam pelaksanaan Program Benteng, pemberian lisensi impor banyak yang disalahgunakan. Mereka yang menerima lisensi bukanlah orang-orang yang memiliki potensi kewiraswastaan yang tinggi, namun orang-orang yang mempunyai hubungan khusus dengan kalangan birokrat yang berwenang mendistribusikan lisensi dan kredit. Kondisi ini terjadi karena adanya pertimbangan-pertimbangan politik. Akibatnya, pengusaha-pengusaha yang masuk dalam Program Benteng lamban menjadi dewasa, bahkan ada yang menyalahgunakan maksud pemerintah tersebut untuk mencari keuntungan yang cepat dengan menjual lisensi impor yang dimilikinya kepada pengusaha impor yang sesungguhnya, yang kebanyakan berasal dari keturunan Cina. Penyelewengan lain dalam pelaksanaan Politik Benteng adalah dengan cara mendaftarkan perusahaan yang sesungguhnya merupakan milik keturunan Cina dengan menggunakan nama orang Indonesia pribumi. Orang Indonesia hanya digunakan untuk memperoleh lisensi, pada kenyataannya yang menjalankan lisensi tersebut adalah perusahaan keturunan Cina.

Baik, sekian dahulu postingan dari saya kali ini. Mohon maaf bilamana ada salah kata yang menyinggung  maupun jawaban. Terima kasih telah mengunjungi blog @SemuTeam.

NB : Sumber jawaban berasal dari buku panduan siswa Sejarah Indonesia kelas 12