Ringkasan Materi Sejarah Indonesia Kelas XI Semester Ganjil

By Triana Putri Wijayanti :

Perang tonadano adalah bentuk perlawanan orang-orang MInahasa terhadap VOC. perang ini terjadi pada tahun1808-1809. perang tondano dikenal dalam 2 tahap. perang tondano I terjadi akibat VOC yang memaksa orang-orang Minahasa untuk menjual berasnya ke VOC. VOC sangat membutuhkan beras untuk melakukan monopoli perdangan beras di Sulawesi Utara. sedangkan perang tondano II terjadi karena dilatarbelakangi kebijakan gubenur jendral daendles atas pembentukan tentara untuk melawan Inggris tetapi orang-orang MInahasa pada umumnya tidak setuju atas program daendles untuk merekrut pemuda-pemuda MIhanasa menjadi pasukan kolonial.

By Febi Anggraeini Dian Safitri 
Perlawanan rakyat maluku ini terjadi karena pihak inggris yang menyerahkan kekuasaannya pada kolonial belanda pada tahun 1816 dan belanda yang menetapkan kebijakan politik monopoli, pajak atas tanah (landrente), pemindahan penduduk serta pelayaran Hongi (Hongi Tochten). 

Kedatangan kembali kolonial Belanda pada tahun 1817 mendapat tantangan keras dari rakyat. Rakyat Maluku akhirnya bangkit mengangkat senjata di bawah pimpinan Kapitan Pattimura 1817. gerakan perlawanan dimulai dengan menghancurkan kapal dan benteng-benteng. 

Pertempuran dengan belanda juga banyak terjadi, pejuang maluku dapat membunuh Residen dan kemenangan selalu dipihak pejuang maluku. Namun pada agustus 1817 pattimura dan pasukannya diserang tapi dapat meloloskan diri, dan terus bergerilya. Hingga pattimura tertangkap. 

Tepat tanggal 16 desember 1817 pattimura dan pasukannya dihukum gantung di alun-alun kota ambon.


Perang Padri terjadi ditanah Minangkabau, Sumatera Barat pada tahun 1821-1837. Perang Padri merupakan perlawanan kaum padri terhadap dominasi pemerintahan Hindia Belanda di Sumatera Barat.

Perang ini bermula adanya pertentangan antara kaum padri dengan adat yang telah menjadi pintu masuk bagi campur tangan Belanda. Perang padri di Sumatera Barat dibagi menjadi tiga fase :

Fase pertama ( 1821-1825)
Dimulai kaum padri menyerang pos-pos dang penyegatan terhadap patroli-patroli Belanda. Belanda kewalahan dan mengambil strategi damai dengan perjanjian Masang.

Fase kedua (1825-1830)
Kolonel De Stuers berusaha mengadakan kontak dengan kaum Padri untuk menghentikan perang dan mengadakan perjanjian damai. Pada tanggal 15 November 1825 ditandatangani perjanjian Padang. Yang isinya :

      Secara betahap Belanda akan melarang praktik adu ayam
      Kedua belah pihak tidak saling menyerang
      Kedua belah pihak akan melindungi para pedagang dan orang orang yang sedang melakukan perjalanan.

Fase ketiga (1830-1837/1838)
Kaum padri mulai mendapatkan simpati dari kaum adat. Bergerak ke pos-pos tentara Belanda, kaum Padri dari bukit kamang berhasil memutuskan sarana komunikasi antara benteng Belanda di Tanjungalam dan Bukittinngi


>> Abad Ke 19 à Keadaan di Jawa ( Surakarta dan Yogyakarta ) semakin memprihatinkan.
Campur tangan kolonial membawa pergeseran adat dan budaya keraton yang sudah lama ada di keraton bahkan melahirkan budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya Nusantara.
Contohnya – Minum-minuman keras

Rakyat juga semakin menderita.
Sementara itu perubahan pada masa Van der Capellen juga menimbulkan kekecewaan serta rakyat semakin menderita dengan adanya wajib membayar berbagai pajak. Pada masaa itu pula juga terdapat jurang pemisahan atau kesenjangan sosial yang sering menimbulkan kekacauan karena banyak kelompok-kelompok yang tidak puas.

Oleh karena itu dalam suasana penderitaam rakyat serta kekacauan yang ada,muncullah putera Sultan Hamengkubuwana III yang bernma Raden Mas Ontowiryo atau yang lebih dikenal dengan nama Pangeran Diponegoro.

20 Juli 1825 meletuslah perang Diponegoro karena Pangeran diponegoro berusaha menentang dominasi Belanda yang kejam dan tidak mengenal perikemanusiaan.