Absurd ..

Dunia ini sempit. Semakin jauh kamu belari maka akan semakin dekat semua yang ingin kamu jauhi. Dunia ini juga bundar. Jadi kemana pun kamu pergi kamu juga nggak akan pernah bisa untuk berlari jauh. Apa lagi jika kamu memiliki sebuah masalah yang harus untuk diselesaikan. Aku jadi berfikir bagaimana jika bumi ini berbentuk kotak atau bumi ini bisa berbentuk bangun lainnya. Apa mungkin suatu cerita kehidupan sehari-hari kita ini bisa berubah jalan ceitanya ya? Benar-benar pemikiran yang aneh. 

Aku punya dunia sendiri. Dalam dunia ku berisi teman-teman ku , keluarga ku , kenalan, kerabat , saudara , sepupu , dan lain-lainnya. Ada orang yang menyayangiku maupun membenciku juga. Aku sendiri tidak tahu bagaimana perasaan mereka padaku. Aku hanya mengerti bagaimana perasaan ku pada mereka. Hidup ini unik. Memiliki banyak teman yang baik dan di tambah dengan seorang kekasih yang baik serta perhatian pasti membuat suatu rasa bahwa dunia ini begitu indah. Namun entah jika sebaliknya karena aku masih belum mengetahui apa arti dunia ini. Pernah seorang katakan pada ku bahwa aku masih terlalu dini. Aku seorang anak dini yang menuju proses kedewasaan hanya akan tahu arti dunia ini jika suatu saat aku telah terjun dalam dunia luar yang sesungguhnya.

Dalam dunia luar kita tidak akan pernah tahu bagaimana yang ada disana sebelum kita terjun dan masuk dalam nya. Mungkin bukan untuk terpengaruh. Namun hanya untuk turut merasakan dan cukup tahu bagaimana kerasanya dunia yang ada di luar. Suatu saat kita akan keluar dari zona nyaman kita untuk bertemu dengan orang -orang yang mungkin membuat kita lelah dan menyerah atau kita bertemu dengan sesuatu atau bahkan masalah yang hingga membuat kita ingin pergi dan lari saja meninggalkan dunia yang menghampiri kita, atau mungkin kita yang menghampiri dunia tersebut? Entah lah.

Semua orang memiliki impian , semua orang juga memiliki cita-cita . Tapi apakah cita-cita dan impian itu ? Kadang ada orang yang mengumbar cerita mengenai cita-cita mereka karena begitu semangat dengan cita-cita serta impian yang dimiliki. Namun ada juga orang yang terus memendamnya dan berusaha untuk mewujudkan karena beberapa alasan. Aku tidak tahu termasuk yang mana kah diriku ? Aku bukan orang yang tidak pasti dengan tidak memiliki cita-cita . Aku punya cita-cita . Sayang , sulit aku bedakan mana yang seharusnya aku golongkan sebagai cita-cita dan mana yang impian.

CIta-cita ku ? Cukup simpel terkadang jika aku pikirkan. Aku hanya ingin dapat berguna bagi orang lain . Dulu aku punya cita-cita untuk menjadi guru. Aku ingin seperti guruku yang tanpa pamrih mengabdikan dirinya hanya untuk mengajar generasi muda dengan mengembangkan kebudayaan bangsa. Tapi apa ? Cita-cita ku hanyalah sebuah kata serta impian karena banyak hal yang tidak mendukung. Sempat aku ingin menjadi seorang dokter karena dokter begitu mulia. Tapi setelah aku pikirkan mungkin cita-cita itu terlalu tinggi untukku. Pernah juga terfikirkan untuk menjadi seorang pengacara. Setiap cita-cita ku selalu berorientasi pada rakyat kecil yang kurang mampu. Entah dari mana asalanya hingga suara hatiku menyuarakan untuk membantu orang lain . Tapi setelah aku pikirkan , ada satu rencana sendiri dalam hidupku yang mungkin suatu saat akan dapat aku wujudkan dengan tidak mendengarkan apa yang orang lain katakan. Setiap kata orang jika kita selalu mendengarkannya maka tidak akan ada habisnya. Buat ku cita-cita adalah sebuah impian dan impian itu terkadang hanya bisa untuk menjadi mimpi belaka.

Pernah aku punya seorang teman yang baik. Dia membantu ku beradaptasi dengan suatu tempat ku yang baru . Dia juga yang memberikan aku pelajaran yang berbeda. Dia seorang perempuan , tapi juga seorang perokok. Dia seorang yang tidak feminim dan dia juga seorang pemakai. Dia orang yang baik tapi juga terkadang bisa terlampau kasar pada laki-laki. Dia bisa keibuan , namun dia juga bisa kejam. Dia bisa memasak namun juga bisa bermain dengan narkotik , alkohol dan sebagainya. Terkadang aku terlampau sok tahu baginya karena aku dianggap masih kecil dan belum mengerti apa-apa hanya karena umur kita yang terpaut 3 tahun. Maka dari itu mungkin terkadang aku tidak lah pantas untuk membahas suatu hal yang belum pernah aku rasakan atau aku alami. Khususnya tentang cinta.

Aku tahu aku memiliki rasa atau perasaan . Tapi aku kadang juga tidak mengerti apakah aku memiliki nya atau tidak . Ah terlalu rumit. I just want an honest relationship with no lies and don't just talk but act . Don't just say but show, than don't just promise but prove. Can I get it? 
Sometimes , aku ingin mengungkapkan sesuatu namun tertahan..