Aku Aquarius



Aku air Aquarius, bersama matahari aku bangun setiap pagi. Di bawah sinarnya pun aku mencari. Di basuh air aku menjadi bersih. Noda dan lelah hilang hanyut terbawa air. Di bawah naungan awan aku berlindung. Dan di atas tanah aku berpijak. Bumi ini bulat, namun aku berada di bagian kecil di dalam nya. Debu dan kotoran ada di mana-mana, meninggalkan bekas yang harus di bersih kan. Namun bukankah itu sukar?

Setiap pagi gerak sapu seorang pria paruh baya menghiasi tanah lapang untuk mengambil apa yang tidak harus di ambil. Setiap hari juga bertumpuk dan berserakan barang-barang tidak berarti oleh ulah manusia tak berguna. Layak nya manusia tidak berguna,semua barang itu di ambil oleh pria itu dengan senyum yang selalu menghiasi pagi bersama sapu jasanya.

Tawa riang yang menggambarkan kebahagiaan hanya terpancar dalam wajah yang penuh kamuflase. Kebahagiaan sementara membuat semu yang terlihat. Semua penuh kebohongan, tidak sesuai dengan hati, bertolak belakang dengan perasaan. Membuat batin berperang. Menyiksa diri dalam lingkup luas, menutup lembaran dalam dunia luar.

Senyum riang dalam kegundahan , pikiran negatif menyelimuti . Menghalang kegiatan positif. Membelenggu jiwa dalam ketenangan. Gusar, gelisah, Gundah. Perasaan tidak menentu. Kisah pupus. Hilang sebuah harapan. Muncul kekecewaan. Membuang rasa percaya diri. Lari,lari,lari. Setiap hembusan nafas yang seiring dengan alunan nada gamelan. Bonang, Rebab, Kendang, Gender,Demung,Saron dan Slentem. Semua menjadi satu hingga menimbulkan getaran jiwa.
Rasa,Cinta,Kepercayaan,Sayang dan Kasih. Hilang berganti kata kecewa. Hati yang sepi. Hati yang gundah. Hati yang tidak tentu . Tak ada yang dapat mengetahuinya. Setiap insan memiliki jalannya masing-masing. Garis hidup telah di tentukan, mungkinkah akan ada manusia yang dapat menentang nya?

Kekecewaan, Penyesalan , ketidakpercayaan. Muncul pada akhir cerita. Saat sebuah keputusan telah di tentukan. Saat sebuah keputusan telah di buat. Saat sebuah keputusan harus di jalani. Dan akhirnya di rasakan. Lalu kata yang akan muncul adalah “PERCUMA”. Yah, percuma kita ingin menyesalinya. Percuma kita mengecewakannya dan percuma kita telah percaya padanya. Namun, apa yang ada harus di lalui dengan berdiri tegap, mata yang memandang kedepan, dan rasa percaya diri.

Pemulihan . mungkinkah dalam waktu sekejap dapat merubah apa yang ada? Tawa yang berganti tangis, hanyalah sia-sia. Perjalanan satu tahun yang panjang , di warnai oleh tawa, canda, sedih dan duka dari teman-teman . Kini dalam waktu kurang dari satu hari semua harus berubah. Mungkinkah tanpa proses yang pasti semua dapat berjalan dengan lancar?

Terimakasih pada cinta . Cinta yang datang membuat hari menjadi lain. Berwarna dan lebih bersemi. Cinta yang abstrak . Kadang membuat senang, sedih, tertawa, atau gelisah. Dilema. Cinta juga membuat dilema. Dengan cinta semua menjadi lebih baik. Amarah dapat terpendam karena cinta. Sedih dapat terhapus karena cinta. Gundah, dilema, risau , tergantikan oleh cinta. Sungguh besar pengaruhmu.. CINTA.

Ingatan kenangan, Masa lalu. Mungkinkah suatu tali pertemanan ini hanya berlangsung karena tatapan muka yang selalu bertemu? Dan akan berakhir disaat semua berubah. Tak ada mata yang selalu memandang, telinga yang saling mendengar, bibir yang saling menyapa, dan Tangan yang saling berjabat. Mungkinkah semua yang telah terjadi dapat berubah dengan begitu cepat?

Langkah kaki mengiringi kepergian air, air yang mengalir tak dapat berhenti hanya dalam satu tempat . air yang selalu berjalan mencari hal baru. Hal yang berbeda. Hal yang abstrak. Hal yang tidak atau pun belum ia ketahui. Hanya kata dalam doa yang mengiringi setiap langkah seorang air.

Aku, air yang sedang mengalir . Hawa dingin saat liburan musim kemarau lalu, dengan seorang cinta dan dua orang kasih. Bersama dalam satu tempat yang tak bertahan lama. Menikmati indahnya alam. Kekayaan yang alam miliki. Membangun kenangan. Mengabadikan diri dalam beberapa gambar. Tertawa , tersenyum, dan berbagi bersama . berjalan dengan begandengan dan saling menguatkan. Kisah yang terkenang, kecupan yang menimbulkan getaran. Dan udara dingin yang merasuk hingga dalam jiwa dan raga. Melayangkan seorang insan air dalam sekejap. Dan menjatuhkannya seketika dalam realita. Suatu Kenyataan.

Malam mulai muncul, Air. Air yang terhempas dalam kenangan , hanya dapat merenungkan semua hal yang terjadi dalam dunianya. Dunianya yang jauh, Dunianya yang penuh aturan. Penuh orang lain yang turut campur. Air yang selalu bersatu dalam keberagaman. Mungkinkah semua karena salahnya? Mungkinkah karena ia yang membawa semua orang dalam hidupnya untuk satu dan bercampur dalam setiap persoalannya? Mungkinkah ini benar salah air?

Panggilan, cinta tidaklah dapat disamakan seperti panggilan guru saat mengabsenkan siswa dan siswinya. Namun cinta itu datang dalam jiwa dan raga oleh karena tatapan, lalu getaran, dan kasih yang ada. Semua terjadi tanpa kita menghendakinya. Atau menghentikannya. Karena di saat kita tidak berjodoh dalam dunia yang sedang berlangsung maka dalam dunia yang akan datang , cinta akan di pertemukan, dan menjadi satu dalam satu dunia . CINTA.

Doa, ketika lantunan kata-kata yang indah merupakan ungkapan dari hati. Mungkinkah masing dapat terasakan meski dalam kekecewaan? Doa yang di lantunkan setiap harinya lama-kelamaan membuat air pun semakin ragu. Seperti sifat air yang hanyut dan selalu mengalir , menyesuaikan sesuai dengan tempat dimana ia berada. Maka doa yang selalu di sebut kan setiap harinya hanyalah sebagai formalitas. Mungkinkah hati dapat menjadi satu?

Semua telah berjalan. Waktu terus bergulir. Jam terus berganti, Detik terus bergerak. Hari semakin maju. Awal tahun telah menanti. Bulan telah berlalu. Sekarang, semua apa pun yang ingin di sesali hanyalah menjadi kenangan belaka. Hanya dapat menjadi ratapan tangis semu. Semua tidak bisa kembali. Jalani keputusan yang telah ada. Ini , REALITA KEHIDUPAN.

Cinta. Kadang cinta itu dapat pudar. Kadang CINTA itu juga patut di pertanyakan. Kadang cinta juga harus di pastikan. Namun satu kata kunci dari CINTA. Yaitu KEPERCAYAAN. Di saat kita percaya maka, semua hal yang meragukan maka akan hilang. Satu hal, aku , AIR. Aku percaya pada kamu cinta yang jauh namun selalu di hati. Aku yakin pada kamu cinta yang baru, Aku sungguh – sungguh menjaga HATI yang kau titipkan padaku. Dan aku berharap kamu melakukan hal yang sama padaku. Aku air, bukan berarti aku tidak bisa rapuh. Karena di saat aku rapuh, maka tanggul yang aku bendung dan aku tahan akan hancur meluber membasahi, mengalir hingga semua habis.

Seiring berjalan nya waktu, aku air sesungguhnya tidak dapat mengetahui rahasia duna ini. Dunia ini terlalu luas dan terlalu keras. Aku air yang belum mencukupi umur untuk mengerti semua ini, hanya lah menjadi bayang-bayang. Sikap patuh dan setia yang selama ini berusaha untuk di pupuk sebaik-baik mungkin hanya berjalan sepihak. Bagaimana tidak sepihak jika ternyata kt tidak mendapatkan respon yang sepadan.

Akhirnya kembali pada waktu . Semua berserah pada waktu. Insan yang ada di bumi ini hanya lah sesuatu yang sedang berusaha. Berusaha yang terbaik agar menjadi sesempurna apa yang di inginkan. Namun jika waktu menentukan, apa daya semua harus kembali pada yang menentukan.

Aku air, entah mungkin karena sifat ku sebagai air yang terkadang terlalu panas dan terlalu dingin atau bahkan sampai terlewat dingin. Membuat seorang disana , ya di sana jauh disana merasa tidak enak hati. Namun beginilah sifatku. Aku tak ingin memaksa diri nya yang jauh di sana jika yang disana telah tidak dapat memberi kan ku suatu kesempatan. 

Perasaan yang baru,perasaan yang awalnya aku percayai dan aku yakini akhirnya berakhir begitu saja. Mungkin memang semua kesalahan terletak pada ku. Pada air yang selalu mengalir. Air yang tidak bisa peduli dengan sekitarnya. Air yang dingin dan kurang peka. Meski semua telah berakhir, aku sebagai air, masih memiliki banyak teman-teman yang selalu ada bersama ku. Yang akan selalu siap sedia untuk menghiburku.

Sebagai seorang air yang labil, kini aku mulai membuka diri ku untuk dunia luar. Berusaha mengurangi keego'an ku. Mulai memunculkan senyum sehangat sinar matahari pagi, untuk setiap orang yang ingin mengenal ku lebih jauh.

Dengan satu keyakinan, kegagalan ini merupakan suatu proses kelanjutan menuju kesempurnaan.