Waktu Dan Kepastian



Tak bisa aku mengelak untuk tidak mengatakan tidak karena hati ku berkata ya ..

Setiap kata - kata ku yang terucap maupun yang tertulis ternyata tidak pernah masuk dalam pemikiran mu. Setiap kata yang aku ucap kan mungkin hanya menjadi angin lalu untuk kamu. Setiap kata yang aku tulis yang merupakan perwakilan dari setiap isi hati ku sepertinya hanyalah sebuah cetakan huruf yang hanya menghiasi kertas kusam sehingga membuat kamu hilang rasa akan semua itu untuk membaca nya bahkan untuk melihat nya pun kamu tak berselera.

Seperti nya terjadi kesalah pahaman di antara kita. Kamu yang dengan pemikiran mu sendiri tidak dapat aku ketahui sampai di mana jalan pemikiran mu. Tidak bisa aku terus menyelami setiap kata yang kamu miliki. Tidak dapat aku terus berenang melewati samudra yang begitu luas hanya untuk mengetahui isi hati mu. Aku sungguh ingin menjerit pada dunia mengatakan apa yang hati ku sedang rasakan, namun aku merasakan seperti terdapat suatu lem yang merekat kan kedua bibir ku ini sehingga tidak dapat aku untuk beterus terang mengungkapkan semua itu.

Sungguh aku tidak mengerti akan kamu yang masih terus bertanya-tanya pada diri ku mengenai siapa orang yang berarti bagi ku. Ku butuh kan waktu yang cukup lama untuk kembali berfikir dan membenahi setiap perasaan ku. Keraguan kembali memasuki setiap celah kosong dalam sudut-sudut ruang kecil hati ku. Kamu dengan pertanyaan mu itu kembali menikam ku secara perlahan. Tak bisa kah kamu berusaha merasakan dan mencari semua itu dengan sendirinya? Mengerti lah dan peka lah, semua itu diri mu.

Tapi aku tak ingin terjebak dengan perasaan ku saat ini dengan kondisi kita yang masih seperti ini. Jangan lah egois untuk mementingkan diri mu sendiri dengan hanya memikirkan perasaan mu saja. Aku tidak ingin menggangu hubungan orang lain yang sedang terjalin dengan indah karena aku hanya akan merusak semua itu. Maka dari itu ingin aku membatasi diri ku dengan kamu agar kamu dan dia tidak terjadi sesuatu yang di luar keinginan ku. Aku tidak ingin menjadi bahan pembicaraan orang lain hanya karena hubungan kita yang ilegal dan hubungan mu dengan dia yang tidak aku ketahui itu retak.

Tak pernah aku berfikir untuk terus sampai pada tahap seperti ini, tahap di mana hubungan kita semakin dekat. Aku sendiri tidak dapat mengetahui bagaimana jalan pemikiran mu serta bagaimana perasaan mu. Namun ingin aku kamu menentukan sesuatu jangan lah membuat suatu kata-kata untuk di proklamasikan untuk ku namun kamu sendiri masih terikat dengan dunia mu. Tidak aku ingin kan semua itu terjadi.

Tiap kata yang ingin aku ungkapkan pada kamu sepertinya tidak dapat aku ungkap kan sebelum aku merasakan serta mengerti akan suatu keyakinan pada diri ku sendiri. Tidak bisa aku berterus terang pada kamu yang mungkin tidak dapat untuk aku miliki. Mengapa? karena aku masih tidak dapat meyakini semua kata-kata mu yang begitu manis terdengar namun tidak ku ketahui kebenarannya. Aku tahu seharusnya tidak aku lakukan semua ini hingga membuat perasaan ku yakin pada kamu. Namun semua terlalu rumit untuk di jelaskan.

Masih aku butuh kan waktu untuk semua ini, jika memang kamu orang yang terpilih untuk aku, maka ingin aku merasakan semua nya jelas karena tidak aku ingin kan kejadia yang lalu terulang kembali. Kamu dan aku yang sekarang masih berbeda pendapat, tak ku ingin kan  terjadi sesuatu di luar yang kita ingin kan. Mengertilah akan dua hal, aku membutuh kan waktu dan kepastian.