Dikecewakan atau Mengecewakan?





10.00 Am

" Stell kamu lagi dimana? "
" Dirumah nii "
" Lho nggak diluar kota toh? "
" Enggaa, kenapa? "
" Yahh aku kira kamu lagi diluar kota. Tar malem aku jemput makan yukk "
" Boleh .. aku minggu depan baru keluar kota .." 
" Ohh ok "
.
.
.till 07.30 PM ... nggak ada pesan lagi..

Kecewa. . . Pernah nggak kamu ngalamin kayak Stella yang sudah janjian sama temennya tapi setelah itu temennya nggak ada kabar lagi dan nggak ada kejelasan mereka bakalan jadi pergi atau engga. Kira-kira kamu pernah nggak? 

Aku pernah dan itu nggak sekali dua kali. Entah apakah aku juga pernah berlaku hal yang sama pada orang lain, yang pasti kalau orang lain gituin aku sih.. sering banget bahkan sampai aku nggak kaget hehe ☺☺..

Sebenernya berada di dua posisi ini bener-bener nggak enak lho. Dikecewain sama orang juga engga enak, mengecewakan orang juga engga enak. Lebih enak kita sama-sama menjaga perasaan orang lain dan membuat hubungan tetap terjalin dengan baik. Tapi dalam kehidupan nyata semua itu nggak semudah teori yang kita baca atau kita ungkapkan.

Dikecewakan atau Mengecewakan?
sumber: google
Secara sadar dan pasti juga aku tahu kalau orang bakalan nggak ada yang mau dikecewain. Aku pun sama kalau boleh memilih aku nggak pernah ingin merasakan apa itu dikecewakan. Sayangnya sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial kita harus belajar dan bersosialisasi jadi dikecewakan itu sudah jadi hal yang biasa untuk kita.

Hal kedua mengecewakan orang lain.. Meski aku nggak ingin dikecewakan, secara sadar juga aku tahu kalau aku bakalan pernah mengecewakan orang lain. Nggak perlu jauh-jauh, bisa jadi selama ini aku sudah sering mengecewakan sahabat aku, teman aku, dan orang tua aku. Bisa saja bukan? 

Nah semakin kita dewasa maka kita akan semakin banyak belajar untuk memahami dan menyikapi kehidupan ini. Tinggal kamu pilih aja kamu mau jadi seperti apa. Seseorang pernah bilang padaku, sebenernya kita ini perlu belajar untuk memakai topeng. Nggak selamanya kita bisa menunjukkan wajah kita yang sebenernya pada orang lain atau orang umum. Kita nggak bisa terus-terusan tunjukin wajah asli kita didepan publik. Seringnya kita harus bisa belajar untuk berpura-pura dan sebagainya. fake.

Awalnya aku kekeh percaya hal seperti itu nggak mungkin aku lakukan dan aku berfikir buat apa menjadi orang lain? lebih baik kita jadi diri sendiri aja tapi sayangnya semakin bertambah usia membuatku sadar hidup nggak sesimple itu.

Balik lagi tentang dikecewakan atau mengecewakan, kalau kamu bakalan milih mana? Kalau aku boleh saran jangan keduanya. Jangan mengecewakan orang lain agar kamu tidak dikecewakan. ❤❤❤❤

Percaya aja sama apa yang kamu tabur ya nanti itu yang bakalan kamu tuai.

Oke sekian dahulu postinganku kali ini. Mohon maaf apabila ada salah kata dan perbuatan. Malam ini sebenernya aku bakalan ada janji sama someone tapi berakhir kembali dengan laptop dan juga textbook so? Mungkin Tuhan suruh aku belajar malam ini dan makan di rumah aja bukan main-main keluar hehe.

Sekian dahulu postingan dari ku kali ini..

Buat kalian yang ingin berbagi cerita bisa kirim email di aku di fangfang0298@gmail.com