Jenis-Jenis Pendapat dan Bentuk Laporan Auditor





Berikut adalah dua pertanyaan tentang Jenis-Jenis Pendapat Auditor dan Bentuk- Bentuk Laporan Auditor..

Jenis-jenis pendapat dan bentuk laporan auditor
sumber: google


1. Jelaskan jenis-jenis pendapat auditor!

2. Jelaskan bentuk-bentuk laporan auditor!

Jawaban :




1.       Jenis-Jenis Pendapat Auditor :



-          Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian ( Unqualified Opinion ) : Pendapat ini auditor menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas dan aliran kas suatu entitas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.



-          Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahasa Penjelas ( Unqualified Opinion With Explanotory Paragraf ) : Pendapat ini diberikan jika terdapat keadaan tertentu yang mengharuskan auditor menambahkan paragraph penjelas dalam laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian yang dinyatakan oleh auditor.



-          Pendapat Wajar dengan Pengecualian ( Qualified Opinion ) : Pendapat ini hanya diberikan jika secara keseluruhan laporan keuangan yang disajikan klien adalah wajar, tetapi ada beberapa unsur yang pengecualiannya tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.



-          Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion) : Pernyataan ini diberikan bila auditor berdasarkan pertimbangan profesionalnya, menemukan bahwa laporan keuangan secara keseluruhan tidak disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.



-          Menolak Memberikan Pendapat (Disclaimer of Opinion) : Auditor dapat tidak menyatakan suatu pendapat bilamana ia tidak dapat merumuskan atau tidak merumuskan suatu pendapat tentang kewajaran laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan auditor harus menyediakan semua bukti yang mendukung pernyataan tersebut.



-          Keraguan Besar Tentang Going Concern : Apabila auditor menyimpulkan bahwa terdapat keraguan yang besar tentang kemampuan perusahaan untuk terus going concern maka pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraph [enjelasan harus diterbitkan, tanpa memperhatian pengungkapan dalam laporan keuangan.



2.       Laporan Auditor Bentuk Baku



-          Auditor utama harus menentukan apakah ia harus mengacu atau tidak mengacu pada bagian audit yang dilaksanakan auditor lain dalam laporannya. Jika auditor utama memutuskan untuk memikul tanggung jawab atas pekerjaan auditor lain, sepanjang pekerjaan tersebut berkaitan dengan pernyataan pendapat auditor utama atas laporan keuangan secara keseluruhan, tidak ada pengacuan yang harus dibuat terhadap pekerjaan atau laporan auditor lain.



Bahasa Penjelasan yang Ditambahkan dalam Laporan Auditor Bentuk Baku



-          Dalam penjelasan sebelumnya, pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan dapat ditambahkan dalam laporan auditor bentuk baku jika ada keadaan tertentu yang mengharuskan auditor menambahkan paragraf penjelasan (atau bahasa penjelasan lain) dalam laporan auditor bentuk baku.



Pendapat Wajar dengan Pengecualian

-          Pendapat wajar dengan pengecualian diberikan auditor jika dari audit yang telah dilaksanakan auditor menyimpulkan bahwa keseluruhan laporan keuangan telah disajikan dengan wajar, kecuali untuk dampak hal yang berkaitan dengan yang dikecualikan



Pendapat Tidak Wajar



-          Pendapat tidak wajar dapat diberikan auditor untuk menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan yang dimaksud secara keseluruhan tidak disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia menurut pertimbangan auditor. Auditor harus menjelaskan dalam paragraf terpisah sebelum paragraf pendapat dalam laporannya.



Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat



-          Auditor dapat memberikan pernyataan tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan jika ia tidak dapat merumuskan pendapat atau tidak merumuskan suatu pendapat tentang kewajaran laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Jika auditor menyatakan tidak memberikan pendapat, laporan auditor harus memberikan semua alasan substantif yang mendukung pernyataannya tersebut.



 Terima Kasih telah berkunjung semoga dapat membantu.