Tentang Ikan





Pagi ini ku terbangun dari tidurku. Seperti irama dan bagai alarm getaran hp membuatku bangun. Antara sadar dan tidak (pastinya kini telah sadar aku menulis di blog ini^^) akhirnya ku putuskan untuk mengambil laptop, duduk tegak dan mulai mengetik.

Aku punya satu orang teman, tak terasa hubungan kami telah jalan 3 tahun (ataukah lebih?) Perjalanan hubungan pertemanan kami seperti perjalanan hubunganku dengan orang lain. Ada saat dimana aku bosan atau aku unmood kemudian aku meninggalkan dia. Rasanya setelah ku renungkan, dia tidak pernah meninggalkan aku. miris. Aku pun nggak pernah marah ketika ada orang yang mengatakan bahwa aku adalah teman yang jahat dan dia teman yang baik, silahkan. Itu memang benar.

Baru pagi tadi ku renungkan tentang dia dan hubungan kita selama ini, nggak tahunya malam ku buka pesan ia memintaku untuk menulis tentangnya. Bingung apa yang musti ku tulis? Aku bukan penulis yang pandai merangkai kata, aku cuma manusia biasa yang suka menulis diary, sayang bodohnya suka menulis di blog sehingga orang yang pernah mengenalku bisa dengan mudah mencari tahu tentang ku hehe. but, what ever lah~

Balik tentang ikan..

tentang ikan
Sumber : @stefanikristina

Setiap melihat ikan aku jadi teringat dengan temanku ini, teman dekatku, dia memang tidak mengerti aku hingga ke sisi negatifku, tapi tentang pengertian dia lebih dari semua temanku yang lain, mungkin? rasanya begitu. Belum pernah ada orang yang tahan ku tinggalkan, kemudian balik lagi setelah beberapa bulan, tinggalkan lagi dan seterusnya begitu, bagaimana hatinya? Jangan tanyakan aku, cuma Tuhan yang tahu bagaimana cara menambal luka dan membuatnya pulih, sungguhkah pulih?

Temanku ini adalah lulusan sarjana perikanan, ketika di kampus kulihat ikan, aku jadi teringat dia, ketika aku pergi ke suatu tempat dan disana ada ikan pasti aku ingat dia. Tapi buat kontak aku selalu takut, karna aku takut datang kemudian pergi. Moodku masih suka berubah ubah dan entah sampai kapan. Nggak dalam hubungan ku dengan teman saja, termasuk dalam hubungan asmara. Ketika aku merasa tidak cocok dengan suatu hal, pasti aku bakalan pergi dan nggak ingin menerima gangguan. 

Hmm apakah aku berpaling? 

Nggak sih, suatu saat aku bakalan balik. 

-- ah aku jadi melantur --

Dari temanku ini aku jadi ingin merawat ikan, sempat aku merawat ikan dan malam ini menjadi bahan perenunganku. Ikan akan datang ketika kita memberi dia makan, setelah makan beberapa waktu kemudian ia akan mengeluarkan kotoran, kadang ku pikir dia nggak akan pernah berhenti makan, tapi ada saatnya dimana ia merasa kenyang kemudian ia tak akan memakan makanan yang kamu berikan. Kemudian perhatikan lagi, ikan akan tahu dari jauh apabila kamu datang, semakin kamu mendekat ia pun juga akan semakin mendekat seolah olah ingin menarik perhatianmu atau ia ingin tahu " kiranya hari ini kamu akan memberikan apa padanya? " Mulutnya bergerak seolah olah mengajak mu berbicara, dan ketika tanganmu terulur keatas meski tanpa membawa makanan, ia akan mengikuti arah gerak tanganmu sesaat dan menanti, setelah penantian itu tiada dan ia tahu kamu tak memberinya makan, maka ia akan berenang kembali. Namun, apakah ia kecewa? 

Ku renungkan terus tentang ikan ini -, pagi ini. Bingung apakah aku ini seperti ikan? ataukah temanku itu yang seperti ikan? Ikan memang nggak pernah kecewa meski kamu tak pernah memberinya makan, namun perlahan ia akan mati. Kelebihan ketika kamu memberinya makan pun juga tidak baik, semakin ia sering membuat kotoran dan kamu tidak rajin membersihkannya tentu membuat air aquarium menjadi tidak sehat sehingga ikanmu bisa juga sakit-mati. 

Sama seperti perasaan dan hubungan. Hubungan tanpa rasa sayang ya hambar, hubungan kelebihan rasa sayang jadinya lebay. Tapi bukankah sayang itu penting? perlu? Yes! Cuma kalau hanya melalui bibir tanpa tindakan nyata sama seperti kamu mengatakan " ya saya mencintai negeri ini " tapi plesiranmu ke luar negeri, makanan yang kamu konsumsi dan semua barang yang kamu beli import dari luar negeri sehingga lama kelamaan produk lokal semakin turun dan hilang, bukankah perasaan itu juga sama seperti itu bisa hilang?

Sampai hari ini aku masih bertanya-tanya, bagaimana diriku yang sebenarnya? 

Temanku selalu bilang " kamu pantas untuk bahagia " tapi apa definisi bahagia itu? kemarin malam aku pun juga menerima pesan dari seseorang yang intinya " semoga kamu bahagia " Apakah hidupku terlihat begitu merana? Ataukah hanya diriku saja yang bodoh sehingga terlihat merana? 

Yang ku cari dalam kehidupan ini adalah kebebasan. Bebas mengekspresikan segalanya, bebas yahh bebas menjalani hidup sesuai dengan keinginanku, tentang berenang bolehlah aku ingin seperti ikan yang bisa berenang kesana kemari tapi tidak dalam aquarium atau satu kolam tertentu, i don't like it. Tapi nggak ah, aku nggak sama dengan ikan. Dia akan berkumpul apabila ada yang memberi makan, berebut seolah olah takut nggak akan kebagian makanan. Sedangkan aku tak pernah suka berebut. Aku lebih suka mendapatkan apa yang menjadi hak ku dengan caraku sendiri tanpa harus melalui dengan cara berebut dengan orang lain. TAK PATUT LAH!!


Btw, ahhh aku  mau nulis apa ya sebenernyaaa(????))) kayaknya tanpa arah lagi kali ini aku nulis. Ya sudahlah. Tadi tiba-tiba nemu foto waktu ngasih makan ikan di Jogja, dan Yes, sudah pasti aku keinget temanku dan kemudian perasaanku jadi mellowww.. baper. aw! 

Sudah sudah, Selamat Pagi, Bye Ikan.



0 Response to "Tentang Ikan"

Post a Comment

Harap Komentar Dengan Sopan dan Tidak Mengandung SARA atau SPAM
Untuk pasang Iklan contact stefanikristina@gmail.com