Orang Sabar Makan Apa si??

Hari ini Surabaya seperti biasanya, macet dimana-mana. Kalau keluar siang ya sama seperti siang-siang biasanya. Panas dimana-mana. Nggak ada tempat buat bersembunyi dari terik matahari. Makanya sebagian orang malas untuk keluar rumah. Salut deh buat para bapak atau ibu yang mencari nafkah buat keluarganya di siang hari..

Mey Fang 


Di tengah kemacetan lalu lintas kota tercintaku ini, mama tiba-tiba bertanya pada ku. . Sebuah pertanyaan yang awalnya aku jawab dengan sekena ku saja kemudian jadi beban pikiran ku..

" wong sabar ki mangan opo yo fan ?? " ( orang sabar ini makannya apa ya fan? ) 
Awalnya aku langsung berfikir, ohh mama paling pingin sabar kek tante Floww.. ya ku jawab aja sekenanya.
" moco Alkitab bendino ma " ( baca Alkitab tiap hari ma ) 
Lalu mama jawab..
" Lha papamu kok iso sabar ngunu lho ? " Busett dah, disini aku terdiam. Iyoo yoo kalau dipikir-pikir papa ku sabar orangnya. Mau di bodoh-bodoh'i orang mau di apain orang bahkan sama keluarga aja diem aja. 

Beberapa waktu yang lalu kami sekeluarga akhirnya tahu betapa kejamnya (sekali lagi, sangat lah kejam) keluarga besar kami terhadap papa. Kami bukan sedang berada di atas, tapi keluarga papa ntah lah apa yang mereka pikirkan.

Kalau keluarga lain yang susah bakalan di bantu, mungkin dikeluarga kami yang susah (terutama papa) pasti bakalan di tertawai. Menjadi bahan perbincangan dari sabang sampai merauke. Menjadi topik yang hangat di perbincangkan. Nggak peduli lagi dengan keadaan kami.

Harta memang tidak dibawa mati. Tapi definisi keluarga yang sebenarnya perlu diperhatikan. Aku selalu merindukan sebuah keluarga yang harmonis. Beberapa kali aku mencoba melupakan omongan-omongan orang (keluarga) yang menyakitiku. Aku berusaha bangkit dan aku memaafkan mereka meski berat. Aku tidak membalas perlakuan mereka. Aku berusaha sabar dan sabar (lagi dan lagi). Tapi... Apa balasan mereka?

Disini lah aku merenung, iyayaa... " orang sabar ini makannya apa si??? " Papa sama aku kadang makannya sama, tapi ntah kenapa buat kesabaran rasanya papa ku memang top deh.

Menjadi sabar, apalagi memaafkan orang yang berbuat jahat pada kita itu tidaklah mudah. Susah dan butuh kesabaran yang ekstra. Tapi aku bersyukur akhirnya aku masih bisa hidup di umurku yang menginjak angka 2-sekian. 

Kalau para pembaca mungkin saat ini sedang dihadapkan dengan case permasalahan yang hampir serupa. SABAR lah... Tuhan nggak tidur. Itu yang saya percayai. Ketika saya merasa saya disakiti Tuhan memberikan saya jawaban yang begitu indah. Tapi ketika orang lain merasa tersakiti karena saya, Tuhan pun tidak pernah tutup mata. Ia punya rencana-rencana yang indah dan luar biasa yang kadang bahkan tidak mampu kita pikirkan.

Mari kita makin sabar.. Sering-sering mendekatkan diri para Tuhan. Niscaya kita akan lebih banyak lagi belajar akan menjadi sabar..

Salam Stefani. 

NB :

- Maaf apabila ada salah, baik kata atau perbuatan
- Maaf tidak bermaksud menyinggung
- Maaf apabila ada kurang berkenan dapat menghubungi via email stefanikristina@gmail.com
- Maaf penulis masih baru belajar untuk kembali menulis, mohon dukungannya
- Saya menerima baik kritik maupun saran, terima kasih