Tugas 2 Mata Kuliah Perilaku Organisasi

Hollllaaa amigos. Kali ini hadir lagi ditengah keramaian suara deru kendaraan kota dan juga di bawah naungan awan putih yang mendung dan udara yang sejuk, admin balik lagi buat share tugas mata kuliah perilaku organisasi. Hmmm kali ini cukup satu soal saja namun jawabannya. astaganaga.. panjang sekali booo ^^

Oke yuk langsung saja kita bahas bersama :D



BERIKAN PENDAPAT ANDA BAGAIMANA SEORANG DOSEN DAPAT MENGGUNAKAN TEORI KESETARAAN, TEORI PENGHARAPAN DAN TEORI PENETAPAN TUJUAN UNTUK MEMOTIVASI MAHASISWANYA?

Jawaban :

Teori kesetaraan (equity theory) berangkat dari satu asumsi bahwa mahasiswa dan dosen adalah dua pihak yang sedang melakukan pertukaran. Mahasiswa membutuhkan ilmu dari dosen dan seorang dosen memerlukan sejumlah mahasiswa agar ia dapat mengajar pada satu mata kuliah di sebuah universitas. Pertukaran ini akan berjalan wajar jika kedua belah pihak berkedudukan setara. Kesetaraan inilah landasan berpikir teori ini. Namun, kesetaraan terse but lebih banyak dilihat dari perspektif mahasiswa. Artinya, apakah pertukaran tersebut dianggap setara atau tidak sangat bergantung pada persepsi mahasiswa. Jika terjadi ketidaksetaraan maka mahasiswa akan mengalami demotivasi. Oleh karena itu, dalam memberikan penghargaan kepada mahasiswa, dosen harus mempertimbangkan faktor-faktor pembanding untuk memastikan bahwa yang diberikan kepada mahasiswa betul-betul berguna sehingga motivasi mahasiswa dalam menempuh pendidikannya. Memang ini bukan tugas utama dosen, namun tanpa mahasiswa, dosen juga tidak dapat mengajar di sebuah universitas. (re: berlaku sekelompok mahasiswa)

Teori Pengharapan, dalam teori ini perlu diketahu beberapa faktor - faktor yang mempengaruhi usaha seseorang adalah ( 1) persepsi tentang hubungan antara usaha dengan tingkat keberbasilan usaha atau kinerja (ekspektasi), (2) persepsi tentang hubungan antara kinerja dengan keseluruhan hasil (outcomes) yang akan diperoleh (instrumen perantara), dan (3) nilai manfaat dari hasil (valensi). Nah, sebagai contoh saat tugas akhir atau skripsi, seorang dosen memberikan motivasi kepada mahasiswanya agar mereka dapat menyelesaikan skripsi dengan tepat waktu. Misalnya kiat-kiat mengerjakan skripsi dengan sehari minimal 1 jam mengerjakan skripsi. Maka dalam waktu yang di targetkan atau misal satu bulan skripsi itu bisa terselesaikan. Serta masih banyak kiat-kiat atau cara lain yang dapat diberikan dosen kapada mahasiswanya.

Teori Penetapan, Sebagai makhluk hidup, manusia pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Sebagian orang menginginkan harmoni kehidupan. Sebagiannya lagi menginginkan hidup yang sejahtera dan sebagiannya lagi memiliki tujuan hidup yang lain, Hanya saja tujuan hidup tersebut terkadang tidak mudah digapai. Penyebabnya bukan karena tidak mampu menggapainya, tetapi lebih disebabkan karena seseorang kadang-kadang diliputi keraguan dalam menentukan tujuan hidupnya.

Contoh : Seorang mahasiswa belajar untuk ujian sesuai dengan buku panduan atau pedoman yang telah ada atau disediakan sebagai referensi bahan ajar, ketika ujian, sang dosen berkata bahwa setiap mahasiswa harus mempelajari modul-modul dalam buku tersebut dan kata beliau, setiap soal akan keluar dari modul itu. Namun pada realitanya saat ujian, semua soal tidak ada jawabannya dibuku. Jangankan bisa menjawab, masing-masing mahasiswa pasti mengalami kebingungan dan akhirnya frustasi karena sang dosen sering melakukan hal serupa. Akibatnya, pada saat -saat tertentu mereka merasa ‘buat apa belajar?’. Ujung-ujungnya Prestasi belajarnya semakin memburuk karena terjadi demotivasi. Sebaliknya, apabila sejak semula sang dosen memberikan pengarahan yang jelas dan tidak membuat mahasiwa kecewa, maka mahasiswa tersebut dapat mengonsentrasikan energi dan upayanya untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Bahkan bukan tidak mungkin semua soal bisa diselesaikannya dalam waktu yang lebih singkat dari yang diharapkan. Semua ini bisa terjadi karena kejelasan bahan ajar akan mendorong dan memotivasi seseorang untuk belajar lebih baik dan lebih produktif. Dengan kata lain, penetapan tujuan (goal setting) yang jelas akan mempengaruhi motivasi seseorang untuk mencapai tujuan tersebut dan meningkatkan kinerjanya.

Nah sekian dahulu yah postingan dari admin kali ini. Kalau ada salah kata dan ketik mohon maaf yah. More info bisa tinggalkan komentar dibawah ini. Atau mungkin ada pertanyaan lain yang dapat kita bahas bersama atau admin bantu untuk menjawab mari kita diskusikan bersama.