Diskusi 4 dan 5 Mata Kuliah Perilaku Organisasi

Sore.. Sore sore Ponorogo lagi mendung nih.. Asyik buat kerja tugas dan lain sebagainya. Nongkrong juga asyik. Biasa kalau mendung gini paling enak ke air terjun. Aishh pingin deh jalan-jalan gitu ke air terjun. Tapi... ga ada kendaraan :( *kasiann..



Oke .. Hari ini admin mau bahas tentang soal-soal perilaku organisasi. Kali ini dari diskusi pertemuan ke 4 dan 5. yukk langsung saja mari kita bahas bersama ^^

1. Dari sudut pandang praktis, apakah kekurangan dari teori motivasi yang berdasarkan pada faktor-faktor internal seperti kebutuhan, kepuasan dan emosi atau perasaan?

Jawaban :

Motivasi pada dasarnya merupakan studi tentang tindakan dimana tindakan tersebut melibatkan proses psikologis. Hal ini bisa diartikan bahwa yang menggerakkan seseorang untuk bertindak tidak hanya melibatkan aspek fisik (biologis) tetapi juga non-biologis (psikis dan sosial). 

McCornnell  misalnya mengatakan bahwa motivasi melibatkan aspek biologis, social dan intra-psychic. Ketiga faktor inilah yang mempengaruhi proses motivasi.


Kekurangan dari teori motivasi yang berdasarkan faktor-faktor internal:

Pertama, motivasi adalah fenomena individual. Artinya, setiap orang sesuai dengan kekhasan masing-masing memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga prilaku dan motivasinya juga berbeda.

Kedua, motivasi sering disebut sebagai intensi yakni kemauan seseorang untuk melakukan tindakan dan berprilaku sesuai dengan tindakan tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa motivasi sesungguhnya berada dibawah kendali orang yang bersangkutan. Kemauan seseorang mengerahkan energi dan pilihan-pilhan prilaku, tidak ditentukan orang lain melainkan oleh diri sendiri. Kalaulah orang lain ikut terlibat, sifatnya hanya sugesti untuk meyakinkan orang lain bahwa dirinya perlu melakukan tindakan

Apa pendapat Anda jika dalam lingkungan kerja Anda ada seorang karyawan yang memiliki harapan yang rendah terhadap kinerja? Bagaimana Anda dapat memotivasi karyawan tersebut untuk berkinerja lebih baik. Silakan Anda diskusikan kasus ini di dalam kelompok diskusi Anda.... Selamat berdiskusi, smoga sukses dan sehat slalu...

Jawaban :

Motivasi berbeda dengan perilaku. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, motivasi merupakan proses psikologis yang menghasilkan perilaku tertentu. Yang dimaksudkan dengan perilaku tertentu tidak lain adalah perilaku yang berorientasi tujuan, yakni perilaku yang tujuannya menutup perasaan kurang yang menghinggapi seseorang.

Perilaku seseorang dipengaruhi berbagai macam faktor. Termasuk diantaranya adalah: latar belakang individu yang berperilaku, motivasi dan lingkungan – termasuk lingkungan kerja.

Perilaku berbeda dengan kinerja. Kinerja merupakan akumulasi dari perilaku yang terjadi dalam waktu lama dan dalam konteks berbeda serta melibatkan orang-orang berbeda. Kinerja merupakan ukuran standar yang biasanya ditetapkan pihak lain bukan oleh diri orang bersangkutan. Dalam konteks organisasi misalnya kinerja ditentukan oleh organisasi bersangkutan dan pihak yang melakukan penilaian adalah manajer sebagai wakil dari pemilik organisasi. 

Motivasi merupakan faktor penting dan sangat dibutuhkan organisasi. Bagi sebuah organisasi mencapai tujuan – yang diukur dengan kinerja organisasi, adalah sebuah kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan demikian para karyawan sebagai pelaku organisasi harus mempunyai motivasi dan berperilaku yang berorientasi tujuan. Oleh karena itu berbagai rekayasa dilakukan organisasi agar karyawan memiliki motivasi kerja. Namun harus disadari pula bahwa motivasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kinerja. 

Cara saya memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik :

Multi-dimensi Kinerja : ketika seseorang termotivasi berarti ia akan berperilaku untuk mencapai tujuan yakni menghasilkan kinerja. Jika motivasinya berubah maka perilaku dan tujuan atau kinerjanya juga berubah.

Pola motivasi : Disamping harus menyadari bahwa kinerja bersifat multi-dimensional, para manajer juga harus memahami bahwa perilaku bersumber pada motivasi dimana setiap orang memiliki motivasi berbeda. Akibat dari perbedaan motivasi maka perilaku masing-masing karyawan juga berbeda. Sederhananya, setiap motivasi akan menghasilkan perilaku dan tujuan tertentu.

Untuk mencapai kinerja menyeluruh, para manajer perlu memberi perhatian terhadap 6 macam pola motivasi yang dianggap esensial, yaitu:

1. Penegakan peraturan. 
2. Sistem penghargaan. 
3. Sistem penghargaan berbasis individu. 
4. Kepuasan intrinsic. 
5. Internalisasi nilai. 
6. Hubungan antar kelompok. 

Nah, sekian dahulu yah postingan dari saya hari ini.. Nantikan juga postingan - postingan yang lain. Bakalan lanjut buat setiap diskusi yang ada dan semua bakalan di bahas habis tuntas dan cepat ^^

Buat yang mau tinggalkan komentar bisa langsung komentar dibawah ini dengan sopan yahh..