Bukan Arjuna Ku Tapi Kesatriaku

Arjuna..

Dulu kubermimpi memiliki Arjuna. Arjuna yang gagah, Arjuna yang tampan, Arjuna yang memiliki segalanya. Arjuna, Arjuna .. Oh Arjuna. Satu dua dan tiga. Aku tahu, Aku telah menemukannya. Arjuna ku oh Arjunaku..



Dengung kipas angin membuat ku tersadar, hadirmu bukan lagi impian semusin untuk ku. Nyatamu hadir bukan hanya melalui mimpi saja. namun ku dapat melihat serta merasakan ragamu meski kini kurasa bagai angin namun hangatnya senyummu masih terasa hingga lubuk hatiku.

Dalam hening kulihat langit, tak satu pun bintang kulihat. Namun silau sinar dari samping ku membuatku tersadar, bahwa kini ada bintang yang selalu menerangi hidupku. Tak perlu lagi ku risau atau pun galau karena tak adanya bintang dilangit, karena kini aku memiliki mu sebagai bintang terindahku.

Dingin membelengguku dalam kesendirian. Kurindu akan kehangatan yang kurasa saat bersamamu. Sedetik pun merupakan waktu yang teramat berarti. Sehingga kini tengah ku pikirkan. Apa yang akan aku lakukan ketika dirimu pergi? Haruskah ku teteskan air mata atau ku tersenyum menghadapi segala yang ada?

Dekapanmu membuatku sadar, kamu disini.. Akan selalu menemaniku. Dan bilamana kamu harus pergi, kamu akan kembali. Kamu berjanji. Aku pun yakin kamu tak akan pernah ingkar dengan janjimu. Janjimu memang manis, semanis bibirmu.. Namun aku tahu kamu tak akan pernah merubahnya menjadi pahit.

Dering telfon dikamarku menyadarkanku akan arti suatu cinta. Kamu datang mengutarakan, kamu datang untuk melepas rindu, kamu datang untuk menyapa, dan kamu datang untuk membuktikan bahwa kamulah Arjuna ku..

Dahulu aku buta, namun kini aku dapat melihat. Arjunaku bagai seorang Kesatria berkuda, namun ia datang bukan membawa kuda, melainkan berkat serta karunia dan cinta yang begitu besar. Aku bagaikan domba yang digiringnnya dan ia Gembalaku. Namun aku tahu.. aku bukanlah dombanya, melainkan jantung hatinya.

Dag dig dug. Jantungku berdetak menimbulkan suatu rasa yang bercampur aduk.. Sedih? tentu. Siapa tak akan sedih bilamana setelah ku tahu betapa besar pengorbananya, ku harus pergi dari dirinya. Sedih? Tentu. Kehilangan? Tentu.

Dalam matanya tersimpan beribu satu rahasia yang tak aku tahu. Aku yakin semua itu ada waktunya tuk menjadi terbongkar. Tak ada rahasia yang dapat tertutup dengan rapat. Sehingga berapa lama pun kamu menyimpannya, suatu hari nanti pun akan tercium baunya.

Arjuna..

Kau bukanlah sekadar Arjuna, namun aku masih sayang apa adanya dirimu saat ini. 

Namun cukup untuk semuanya, Aku lelah. Aku lelah pada pencarian ku.. Karena kau bukanlah Arjunaku, melainkan Kau adalah Kesatriaku..