We Are Never Alone

Saya tidak tahu apakah memang Saya di takdirkan untuk tidak didengarkan dan tak memiliki pendengar yang baik atau memang Saya yang sedang salah tempat? Mungkin hal yang menyakitkan adalah ketika kita mengetahui betapa kita tidak memiliki siapa-siapa sebagai tempat kita berkeluh kesah.. 

Terkadang saya berfikir bahwa saya telah keliru bila saya berfikir saya memiliki orang yang selalu ada untuk saya. Seringkali saya juga menyalahkan diri saya sendiri yang tidak pernah bisa tahu diri.. Jam berapa saat ini, bagaimana kondisi saya, bagaimana kondisi orang yang ada di sekitar saya, dan bagaimana kondisi lingkungan saya.. Saya terlalu buta dan tidak mau tahu sehingga .... mungkin memang saya sudah terlalu banyak mementingkan ego saya sendiri.



Dalam tanganMu, seluruh hidupku tak akan goyah selamanya...

Dalam tangis ku sendiri, diriku merenung akan semua yang pernah kulakukan..
Segalanya kubuka dihadapan kedua mataku..
Lembaran demi lembaran..
Semua hadir..
Rekaman demi rekaman kembali didengarkan begitu jelas..
Mungkin memang inilah jalan ku..
Hanya padaNya ku dapat leluasa bercerita, hanya padaNya lah aku dapat mengungkapkan apa yang aku rasakan.. 

Hanya Kau, yang menjadi tempat jawaban..
Hanya Kau, tempat ku berharap..
Berjalan bersama Mu ku takkan goyah.. 
Sbab tangan kasihMu tersedia bagiku. Selamanya Kau ku cinta..

Ketika kita merasa sendiri, mungkin ada baiknya bila kita tidak terlebih dahulu menyalahkan apa yang ada di sekitar kita. Ada baiknya bila kita kembali merenung dan berfikir.. Bisa jadi semua ini adalah karena kesalahan kita sendiri sehingga kita menjadi sendiri. Namun perlu kita ingat bahwa kita masih memiliki Tuhan, Sang Pencipta kita yang Maha Esa, Maha Agung.. 

Seringkali saya berfikir, mana yang lebih baik? Apakah disaat saya menjadi datar dan tak berbicara sehingga diam? atau mungkin lebih baik saya menjadi orang lain yang dapat bercerita dengan leluasa dan mengungkapkan apa yang mereka inginkan? Tapi... Kepada siapakah semua itu dapat saya lakukan? 

Sepertinya tidak ada setu orang pun yang dapat menjadi tempat dimana saya bercerita, dimana saya ingin bermanja, dimana saya ingin berkeluh kesah selain dari padaNya.. Inilah yang saya takutkan, ketika saya kembali membuka diri dan kemudian saya siap untuk share.. Namun(?) semua penuh tanda tanya. Tidak ada orang yang siap menjadi pendengar bagi orang lain karena pada umumnya setiap orang ingin untuk didengar.

Hari ini, rasanya saya ingin kembali seperti dahulu.. Sayang, mungkin itu bukanlah hal yang baik. Well.. Setidaknya saya masih memiliki banyak media sebagai tempat saya berkeluh kesah dan bercerita meski no responder dan no reader.. Tapi saya bahagia.. Saya senang.. Saya bersyukur.. Tuhan masih baik pada saya.. Tuhan masih memberi saya kehidupan, penghidupan, berkat, karunia, talenta, kebahagiaan, dan lain-lain..

Ada rasa cinta kepadaMu..
yang menarikku tuk dekat padaMu..
Hati yang menyembah, hati yang melekat..
PadaMu Yesusku, kekasih hatiku..
Engkaulah hidupku..
Segalanya bagiku..
Pujaan ku, selama-lamanya..
Ku mau menyembahMu..