Malam Kedua di Bulan Maret :)

Ketika siang berganti malam , semua warna cerah berganti gelap. Membaur dengan gelapnya malam. Lampu-lampu yang tadinya mati , kini menjadi berkedap-kedip. Membuat suasana menjadi lebih berwarna. Waktu terus berjalan , semakin malam , maka semakin terang cahaya lampau menyilaukan. Bintang mulai bermunculan dilangit , ditemani oleh cahaya bulan yang tak pernah absen menemani sang bintang.

Egois. Manusia lebih banyak memikirkan egonya. Tidak peduli dengan sekitar dan masa bodoh. Tidak ingin membuka telinga apa lagi hati. Tidak ingin mengulurkan tangan juga.Lengkap sudah jika masih ada manusia yang seperti itu. Serakah , Arogan , dan egois. Semua terasa milik sendiri dan tidak ada keinginan untuk berbagi. Menutup mulut untuk bersuara. Menutup mata untuk melihat. Menutup telinga untuk mendengarkan. Dan menutup hati untuk merasakan.

Tanah yang kering kini menjadi basah. Basah oleh datangnya hujan yang membasahi tanah. Tanah dimana tempat aku berpijak ...
Kini bisa kurasakan rintikan hujan mulai membasahiku . satu persatu mereka turun. Turun untuk membasahi tanah. Bukan. Bukan mereka melainkan hanya seorang dari mereka yang selalu berusaha untuk menjadi hujan. Hujan yang membasahi hatiku . Hati yang hampir saja kering dan aku tutup tak untuk siapapun.

~ ah , ketika semua tertutup pintu mana kah yang masih terbuka?
~ hm , ketika semua tak lagi mendengar kemana kah harus berteriak?
~ uh , ketika mulut tak lagi boleh untuk bersua, kemana kah lagi hati dapat terungkap?
 Masih bisa kah hati ini ada yang merasakan tanpa mata tak memandang , tanpa mulut tak bersuara, tanpa telinga yang dapat mendengar ? Bisa kah? Jika tidak kemana kah semua itu harus diungkapkan?

Sulit untuk mengungkap kan apa yang sedang dirasa. Mulut terasa terkunci. Sering tidak bisa sejalan dengan apa yang ada di hati. Hati dan pikiran. Semua sama . tapi apa yang terungkap lain dari pada yang dirasa. Apa lagi yang harus dirubah? Tidak. Bukan apa yang harus dirubah tapi hanya dari diri sendiri . Ya . diri sendiri .tapi dari mana kah harus di rubah ? Takut untuk di tinggalkan namun sulit untuk beranjak. Tidak. Mungkinkah harus mengejar? Ya lari lah lari :3 ingin kehilangan atau mendapatkan? Tidak dan tidak.

Angin. Angin saja dapat membuat suasana menjadi berubah. Dari panas menjadi dingin dan bisa juga dari dingin kembali menjadi panas. Lalu bagimana kah dengan hati ? Sama kah hati dengan angin ? Ah aku cuma air yang tidak tahu apa - apa :3 susah juga jika aku harus untuk memahami. Tapi tidak kok. Aku pasti bisa.

Angin kembali mengantarkan aku untuk kembali pada rumahku. Dimana tempat aku berlindung dan melepas lelah. Ku lihat sekilas petir menunjukkan kegarangannya :3 sempat aku takut . Oh petir.
Dingin terus mengantar ku . dingin juga yang terus menemani aku dalam perjalanan pulang. Arah jalan masih saja sama dan belum berubah. Namun suasana hati terasa lain. Bukan takut bukan gundah. Hanya bimbang apakah bisa apakah mungkin. Hanya pertanyaan yang muncul.

Apa arti seseorang yang dapat terasa lain saat hanya mendengar suaranya dan membuat amarah terhapus ketika mengetahui kabarnya? Entahlah. Mungkin sudah waktunya aku untuk belajar.

Selamat malam di awal bulan maret 2014 :)) meski keinginan pada bulan februari tak tersampaikan , namun masih ada bulan lain yang akan menggantikan moment indah :) .