Melambung Gegara Emoji





Kalau pagi bisa tergantikan malam, aku bakalan milih malam aja buat temani aku untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Malam ini begitu saja aku munculin niat buat hubungi seseorang hihi ^^. Awalnya iseng aja sih tanya-tanya sesuatu. Berawal dari suatu group yang biasanya aku baca di waktu senggang *atau bahkan nggak aku baca sama sekali. Lalu iseng baca, pas juga baru buka handphone, jadilah ku beranikan diri buat mengirim pesan..

Kemudian.. nggak pakai lama langsung aja ~~ jengjeng.. Pesan ku di balas begitu cepat berikut emoji emoji yang mengikuti setelah pesannya masuk. Btw, kalau aku nggak baca semua pesan di group mungkin sudah bakalan melayang ntah kelangit berapa nih baca pesan gini doank hihi.

berbunga-bunga karena kasmaran
Berbunga-bunga, Melambung Gegara Emoji

Tulisan ini aku buat karena aku pikir di luar sana nggak sedikit orang yang bisa melabung karena satu pesan atau bahkan satu emoticon saja, seperti aku. Selain itu aku membuat tulisan ini karena aku yakin ' Ei ' ku nggak akan membaca tulisan ini ^^ Mengenal namaku saja tidak bagaimana bisa dia membaca tulisanku hehe ;') *nasib.

Yap, balik lagi ke topik. Jaman sekarang ini adalah jaman yang aneh. Orang bisa tertawa karena melihat dari satu layar yang kecil. Orang bisa ngobrol hanya satu alat yang kecil, Orang bisa sedih, tertawa, dan terbawa suasana perasaan lainnya hanya dari satu alat yang kecil. 

Kiranya ukuran itu memang kecil, namun memberikan dampak yang cukup berarti bagi kehidupan kita. Bisa berarti positif maupun negatif. Lucu? Kalau aku bertanya " apakah lucu ? " hal ini bisa diartikan dua hal, apakah lucu aku yang menulis ataukah lucu mereka yang menggunakan alat kecil itu. 

Hari ini aku belajar beberapa hal, salah satunya yang berhubungan dengan alat kecil ini. Seorang nenek sore ini bercerita pada ku mengenai seorang anak SD kelas 6 yang belum bisa membaca lancar. Membaca masih mengeja layaknya anak TK atau SD kelas 1. Kasian? Iya sih, kasian..Tapi.. Mau gimana lagi? Kita sudah terlanjur melambung gegara emoji sih..

Aku bilang emoji karena kita suka melihat hal-hal yang lucu dari satu alat kecil itu. Mau di paksa bagaimana pun kalau anak itu sudah terlanjur memiliki dunia nya sendiri bersama alat kecil yah bagaimana lagi? Sudah terlanjur senang dengan emoji hingga ia susah untuk lepas.

well, kalau kita pikir kembali.. Mungkin emoji nggak salah. Alat kecil itu juga nggak salah. Tapi yang salah adalah kita sendiri. Kita menjadi pribadi yang mudah untuk di lambungkan, yang mudah untuk di terbangkan, dan mudah untuk di hempaskan atau bahkan mudah untuk di hancurkan. 

Melalui emoji bagaikan mewakili perasaan kita. Makanya saya katakan di awal, the power of emoji. Emoji mempunyai kekuatan untuk mewakili perasaan kita dan tanpa kita sadari hanya sekedar melihatnya saja kita sudah menjadi bahagia jungkir balik nggak keruan hehe. *kayak aku aja nih ^^

Kalau emoji dan alat yang kecil saja bisa mengubah kita, bagaimana hal lainnya yang lebih besar? Apakah kita sudah menyadari diri dengan baik bahwa kita tak lagi mudah terpengaruh oleh hal-hal yang kecil? Mari kita sama-sama belajar untuk tidak mudah terlambung dan dilambungkan. Jangan sampai kita jatuh pada posisi yang paling parah, hingga nantinya emoji itu bakalan berbalik menertawakan kita, bukan malah untuk mewakili perasaan kita :).

Thanks to A untuk Ei ....