Eat Me, Candy

Dulu waktu kecil aku suka banget makan permen. Namanya anak anak nggak ada yang nggak suka makan permen. Permen manis kok, kayak cinta yang baru bersemi manis rasanya, ketika sudah berjalan cukup lama baru deh rasanya jadi asem wkwk *canda, Kalau orang tua jaman dahulu bilang ke anak anak seperti ini.

" jangan makan permen, nanti gigi mu sakit ".

Tapi siapa mau dengar (?) Bocah bocah seperti ku akan menganggap bahwa mereka tak sayang, mereka suka mengatur. Mereka egois. Hingga timbullah keinginan untuk segera tumbuh dewasa. Dalam bayangan seorang anak anak, menjadi dewasa adalah hal yang menyenangkan, hal yang mengasyikkan dan paling di nantikan.

Semakin lama waktu di tunggu, rasanya semakin lama. Aku yang saat itu masih kanak kanak menjadi bosan. Jadilah berubah fikiran..

"buat apa menunggu dewasa (?) Makan saja selagi bisa makan"

Rasa manis, kecut permen begitu menggoda. Kadang kalau bau nafas kita nggak enak, permen mint dapat menyegarkan kembali dan membuat kita pede. Sayangnya ketika makan permen, sering kali aku lupa untuk gosok gigi. Makan makan makan. Sangking enaknya hingga lupa daratan aku bagaikan terus berenang ke tengah lautan.

Ketika beranjak sedikit dewasa, aku baru mengerti bagaimana harus bersikap sebagai orang yang lebih dewasa daripada adik-adik ku. Maka dari itu nasehat dari para orang tua akan kembali di turunkan kepada adik-adik. Sama halnya dengan ' makan permen ' ketika mereka makan, maka aku akan mengambil dan bilang.

" jangan banyak banyak, nanti gigimu rusak "

Atau

" jangan banyak banyak makan permen, nanti gigimu lobang"

dan masih banyak lagi. Namanya juga anak anak. Mudah rasanya perasaan ini di bolak balik. Ketika kita tahu bahwa larangan itu sangat mengganggu kita maka kita akan merasa ' kok gini sihh papa, mama, kakak, om, tante kita(?) '

Namun kelak, ketika dewasa, kita akan belajar apa arti dari yang mereka orang-orang dewasa katakan kepada kita semasa anak-anak.

Sayangnya kebanyakan, ketika telah menjadi dewasa, kita cenderung ingin kembali menjadi anak anak. Inilah manusia.. ^^

Namun syukurlah aku masih bisa menjadi anak anak, masih bisa bermanja ria. Masih bisa juga menjadi orang dewasa layaknya orang dewasa pada umumnya di usiaku. Aku bersyukur akan berkat yang telah Tuhan kasih untuk ku di hadirkan-Nya seseorang dan teman teman yang terkasih.

Thx for Yupii, Hexos, NanoNano

Ketika kelak aku tumbuh menjadi seorang wanita, mungkin aku juga akan kembali mengatakan kepada anak anakku

" jangan banyak makan permen,, nanti gigimu sakit "

Wkwk.. ^^

Betapa bahagianya kita ketika sudah dewasa masih dapat di manjakan dengan hal-hal kecil oleh orang orang tersayang di sekitar kita. Betapa senangnya hati dapat bercanda tawa mengenang masa lalu. Dan betapa terharunya ketika kita tahu ada hal hal kecil yang menyentuh hati kita membuat kita meneteskan air mata kita. Hmmmmmm....

Aku bahagia..

Bahagia ku, ku ciptakan sendiri, sedih ku, ku buat sendiri. Meski kadang ada faktor eksternal, namun aku percaya, kalau aku membuat hidup menjadi bahagia, maka aku akan bahagia.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog @nifafani ~~~~

Jangan lupa follow instagram @nifafani atauu @stefanikristina atauu @cmeyfang atauu @kweemeyfang atauu @fangschris

Ketemu lagi nanti bersama saya... Stefani Kristina Putri.

Mohon maaf apabila ada salah kata. Anda dapat menghubungi saya melalui email di stefanikristina@gmail.com. Ingib menjalin hubungan persahabatan? Dapat melalui email. Temui aku di facebook yaaa di NifaFani's Blog

See You..