Tugas Tutorial 1 Mata Kuliah Perilaku Organisasi

Tugas tutorial 1 mata kuliah perilaku organisasi. Selamat malam. malam ini sudah mulai lelah namun enggan untuk beranjak. Banyaknya tugas membuat saya semangat untuk kembali aktif share di blog pribadi yang sederhana ini. Mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk Anda sekalian. Yuk langsung saja mari kita bahas beberapa soal dari mata kuliah perilaku organisasi ini.



1. Jelaskan karakteristik suatu organisasi secara umum!

Jawaban : secara umum organisasi mempunyai lima karakteristik utama, yakni (a) unit/entitas sosial, (b) beranggotakan minimal dua orang, (c) berpola kerja yang terstruktur, (d) mempunyai tujuan yang ingin dicapai dan (e) mempunyai identitas diri.

Penjelasan masing-masing karakteristik adalah sebagai berikut.

Unit/Entitas Sosial : Sebagai unit ada bukti fisik suatu organisasi yaitu gedung sebagai entitas sosial, organisasi didirikan untuk jangka waktu yang lama

Beranggotakan minimal 2 orang : Suatu organisasi tidak dapat berdiri sendiri, harus beranggotakan 2 orang atau lebih agar dapat saling bekerja sama dan melakukan pembagian kerja.

Berpola kerja yang terstruktur : Berkumpulnya orang yang mana mereka sadar akan bekerja sama dan bekerja sama dengan pola kerja yang terstruktur.

Mempunyai tujuan yang ingin dicapai : Organisasi harus mempunyai tujuan agar sekelompok manusia yang bekerja dalam satu ikatan dapat lebih mudah mencapai tujuan.

Mempunyai identitas diri : Identitas diri sebuah organisasi tidak mempunyai batasan dan identitas diri ada 2 identitas diri sebuah organisasi yaitu formal dan informal.

2. Jelaskan tantangan – tantangan yang dihadapi oleh studi perilaku organisasi!

Jawaban : tantangan-tantangan yang dihadapi oleh studi perilaku organisasi:

1.Bagaimana mengelola sumber daya manusia sehingga organisasi memperoleh keunggulan kompetitif?

2. Bagairnana mengembangkan etika dan tanggung jawab sosial organisasi

3. Bagairnana mengelola perbedaan?

4. Bagairnana mengelola perilaku keorganisasian rnanakala sebuah organisasi beroperasi dalarn skala internasional?

5. Bagaimana mengelola perubahan teknologi yang kemungkinan mempengaruhi tugas-tugas manajer dan para karyawannya?

3. Jelaskan dimensi-dimensi kepribadian yang tercakup dalam “ the big five model of perconality “

Jawaban : 

Openness to experience

Openness to experience merupakan dimensi kepribadian yang menggambarkan perilaku seseorang yang cenderung terbuka, bisa menerima berbagai macam stimuli, mempunyai keinginan yang luas, dan berani ambil risiko.

Conscientiousness

Conscientiousness adalah dimensi kepribadian yang menggambarkan sejauh mana seseorang bertanggung jawab, teguh, dapat dipercaya, dan berorientasi pada basil.

Extraversion

Extraversion, sering juga disebut positive affectivity adalah dimensi kepribadian yang menggambarkan seseorang yang percaya diri atau asertif karena memiliki pengalaman emosional positif sehingga tidak berprasangka jelek- baik terhadap dirinya, orang lain maupun terhadap lingkungan sekitar.

Agreebleness

Agreebleness adalah dimensi kepribadian yang menggambarkan apakah seseorang secara natural perilakunya baik, cukup mudah berteman dengan orang lain (kooperatif), dan percaya kepada orang lain.

Neuroticism

Tidak seperti pada extraversion, neuroticism (sering disebut negative affectivity) menggambarkan kepribadian seseorang yang cenderung memiliki pengalaman emosional negatif, merasa tidak aman, merasa tertekan, dan pada umumnya memandang dirinya dan lingkungan di sekitar secara negatif.

4. Jelaskan perbedaan antara intelectual Quetient (IQ) dengan emotional quentient (EQ)!

Jawaban : keduanya berbeda dalam hal IQ mengukur intelegensia seseorang dari aspek kognitif atau mental, yaitu mengukur kemampuan intelektual seseorang untuk berpikir, mengemukakan alasan dan mengambil keputusan. Sementara itu, EQ adalah seperangkat kemampuan diri yang berkaitan dengan sisi kehidupan manusia yang menyentuh emosi atau perasaan.

5. Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan komitmen karyawan terhadap organisasi!

Jawaban : Komitmen karyawan terhadap organisasi, disebabkan karena beberapa
faktor berikut ini.

a. Faktor personal

Karyawan yang lebih tua biasanya memiliki komitmen yang lebih tinggi dibanding karyawan muda.

b. Karakteristik yang terkait dengan peran karyawan

Komitmen organisasi akan lebih kuat jika konflik peran dan ambigu relatif lebih kecil.

c. Karakteristik struktural

Organisasi yang terdesentralisasi menghasilkan komitmen yang lebih tinggi dibandingkan organisasi yang sentralistik

d. Pengalaman kerja

Karyawan dengan pengalaman kerja yang cukup lama dan lebih-lebih karyawan tersebut merasa memperoleh keuntungan dari perusahaan cenderung memiliki komitmen yang lebih tinggi.

Nah,, sekian dahulu postingan dari saya hari ini atau malam ini. Nantikan postingan postingan yang lainnya ya dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak jejak komentar Anda di postingan ini.