KUNCI JAWABAN PKN KELAS 12 Halaman 114

Salam Tim Semut? Oi Oi Oi.. masih pada inget kan? hehehe, Gimana kabar kalian hari ini? Gimana kabar tugas kalian? Gimana semangat kalian untuk mengerjakan tugas? Bagi yang tetap semangat :Kalian luar biasa<3 Bagi yang bermalas-malasan, menggerutu, tidak ikhlas dan sambat. *saya jadi ingat akan kata wali kelas saya "gak oleh sambat" dengan ekspresi wajah dan caranya menyampaikan hihihi* harus tetap semangat! karna apa? karna ikhlas tidak ikhlas, sambat secapek kalian pun akhirnya akan sama "tetap mengerjakan tugas" oke langsung saja kita ulas pkn halaman 114

1. Mengapa partisipasi rakyat pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 mengalami penurunan dibandingkan dengan angka partisipasi pada saat pemilu legislatif (pileg) 2014?

-          karena saat pemilihan legislatif, kandidatnya lebih banyak yaitu 12000 orang, sedangkan saat pemilihan presiden, kandidatnya hanya 4 orang

2.       Berdasarkan berita tersebut, jumlah rakyat yang tidak memberikan hak pilihnya (golongan putih/golput) pada pilpres 2014 sebesar 30%. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan pilpres 2014 (27,7 %) dan pilpres 2004 (24 %). Berkaitan dengan hal tersebut, coba kalian identifikasikan faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya ngka golput tersebut!

-          Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi politik masyarakat yakni :
·         Figur pemimpin yang diajukan dalam suatu pesta demokrasi kurang berkenan di hati pemilih. Akibatnya masyarakat enggan untuk berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan pemilihan umum, apalagi banyak figur pemimpin yang sudah terbukti terjerat kasus korupsi dan suap-menyuap.

·         Pemilih mulai jenuh dengan proses demokrasi lima tahunan yang tidak membawa perubahan bagi kehidupan rakyat. Hal ini terbukti dengan hasil pemilu legislatif tahun 2014 yang menghukum partai penguasa dengan hanya mendapatkan 10 persen (%) suara. Salah satunya diakibatkan karena ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga merupakan Ketua Umum Partai Demokrat.

·         Pemilihan umum (Pilkada, Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden) tidak lagi dipandang rakyat pemilih sebagai sesuatu yang prioritas atau sangat diperlukan dalam membangun kehidupannya sehari-hari. Masyarakat merasa bahwa ada atau tidak adanya pemilu tidak akan merubah nasibnya jika tidak berusaha sendiri. Karena sudah sebanyak 11 kali penyelenggaraan Pemilu, namun tidak ada kemajuan perekonomian masyarakat secara signifikan. Itu berarti output dari Pemilu setiap 5 tahun tersebut tidak membawa dampak positif secara signifikan bagi masyarakat.

·          Adanya pemahaman bahwa memilih adalah sebuah hak dan bukan kewajiban. Karena memilih adalah hak setiap masyarakat, maka masyarakat bisa menggunakannya dan bisa pula tidak menggunakannya karena tidak ada konsekuensi hukum yang melarangnya. Dalam kondisi seperti ini, kita tidak bisa mempersalahkan orang mengapa tidak menggunakan hak politik, karena memilih bukan kewajiban dan ada hal yang lebih penting seperti rutinitas ekonomi yang harus mereka jalani, bukan berpolitik.

·         Perilaku elit partai dan anggota dewan yang cenderung negatif menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat partisipasi politik masyarakat. Masyarakat merasa kecewa dengan para wakilnya yang sering berbuat tidak baik seperti berbuat asusila, tidur saat rapat, penyalahgunaan wewenang, korupsi dan lain sebagainya. Sebagian besar masyarakat merasa dikhianati oleh para wakilnya di parlemen karena janji-janjinya saat kampanye tidak pernah ditepati.

·         Tidak terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Permasalahan DPT di setiap penyelenggaraan pemilu selalu menjadi masalah yang tidak kunjung selesai. Masih banyak masyarakat yang tidak terdaftar sebagai daftar pemilih tetap di tempat mereka berada sehingga terpaksa menggunakan KTP bagi mereka yang mau. Namun jika sudah tidak mendapatkan undangan, masyarakat kebanyakan merasa malas untuk memberikan hak pilihnya.

3.       Apakan golput dapat dikatakan sebagai bentuk pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga Negara? Jelaskan!

-          ya, karena tujuan demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat dan kedaulatan tertinggi berada ditangan rakyat, karena itulah rakyat diberi hak pilih untuk memilih pemimpinnya secara langsung. Dan rakyat wajib untuk menggunakan hak pilihnya sebagai sarana penyampaian aspirasi dan pendapatnya. Maka apabila rakyat tersebut memilh untuk golput, berarti ia tidak melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

4.       Menurut kalian apa dampak terburuk ketika tingkat partisipasi rakyat pada pemilihan umum terus mengalami penurunan?

-          Dapat mengakibatkan penyesalan & adanya konflik. karena 1 suara saja sangat berarti untuk menentukan sebuah pilihan.

5.       Coba kalian rumuskan solusi untuk mencegah terus menurunnya tingkat partisipasi rakyat pada kegiatan pemilihan umum!

·   sosialisasi tentang pentingnya pemilu
·   Masyarakat harus lebih mengenal calon-calon yang mereka pilih
·   Para calon wakil rakyat harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa mereka bisa menjadi pemimpin yang baik

Sekali lagi jadilah copaster yang cerdas! Salam semut? oi oi oi