Pembahasan Soal Bahasa Indonesia Halaman 55 Kelas 12



Beberapa hari yang lalu ada yang request untuk pembahasan soal ini, setelah saya cek memang di blog belum ada. So, ini khusus saya buat kan untuk kalian ^^ Selamat belajar..

nb : jangan diambil mentah-mentah yaa, tolong di pelajari dulu, karena saya sendiri juga masih belajar si. Beberapa kali coba search di Google belum juga ketemu blog yang membahas tentang ini, atau mungkin sudah ada tapi saya yang ga jodoh makanya ga ketemu ya hehe :') pokoknya jangan di ambil mentah-mentah, di baca dulu, di cek dulu, di pahami dulu, salah boleh banget koreksi.

(7) Pada bagian akhir teks opini, kalian bisa memberikan pernyataan ulang pendapat yang berfungsi mempertegas gagasan yang kalian tawarkan kepada pembaca.

pembahasan soal bahasa indonesia halaman 55 kelas 12
Pembahasan Soal Bahasa Indonesia



Baca : Teks Halaman 52

Pada Suatu Hari
Maukah kau dengar kisahku, bisik Buldozer
sambil mengisap pipa pada hamparan sawah dan pematang.
Tidak!
jawab sawah sambil tergopoh. Kami sibuk dan harus pergi
sebelum fajar pagi.
Maukah kau dengar kisahku, ucap Buldozer
sambil mengunyah pizza pada sungai dan batu-batu. Tidak!
Kami sibuk. Kami harus berangkat sebelum malam
jadi pekat. Tempat ini sudah bukan
milik kami lagi.
Maukah kau dengar kisahku, rengek Buldozer
sambil mencekal jalur-jalur pematang dan jemari sungai.
Tidak!
meskipun kami ingin. Kami sibuk. Lihatlah
traktor-traktor dan surat keputusan dan pidato pengarahan
telah tiba. Kami mesti berangkat sebelum terlambat
dan air mata menjadi jerat.
Buldozer itupun tersedu tercabik sunyi. Ia ingin bercerita
Ia ingin ada yang bersedia mendengarnya.
1991
Agus R. Sarjono

Pernyataan Ulang Pendapat

Menurut saya, teks ' Pada Suatu Hari ' sekilas seperti teks berita, namun apabila kita amati teks ini mengandung kalimat interogratif ( tanya ) dan kalimat imperatif ( perintah ). Teks sajak ini memiliki makna yang dalam dan digambarkan dengan baik. Mengambil potret kehidupan zaman modern atau masa kini yang di wakili oleh penggambaran tokoh yang kebarat-baratan yaitu buldozer sang alat penguasa. Apabila kita telah usai membaca teks sampai usai, kita akan mendapatkan kesimpulan bahwa teks ini menceritakan rakyat kecil yang tak lagi percaya dengan alat penguasa meski tujuan mereka baik.  Selain itu pelajaran yang dapat kita ambil dari teks ini adalah kita harus bersungguh-sungguh dan tidak membuang-buang waktu yang kita miliki yang mana makna ini di wakili oleh tokoh sawah yang mewakili rakyat miskin.

---------------------------

Sekian dahulu postingan dari saya kali ini. Mohon maaf apabila ada salah dan kurangnya. Apabila ada yang kurang berkenan dapat menghubungi by email : stefanikristina@gmail.com

Terima kasih telah berkunjung di blog ini ^^