Pengalaman Daftar Kuliah Jalur Bidikmisi








Nama ku Stefani, aku lulusan sebuah sekolah kejuran Negeri di Surabaya. Saat ini aku kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di Surabaya dengan penempatan di Ponorogo. hehe, bingung ya? kok kayak kerja ada penempatannya :v. btw, aku angkatan tahun 2016.

Beberapa hari ini aku lihat di FORUM BIDIKMISI facebook (buat yang mau join bisa klik>>) FORUM BIDIKMISI ada beberapa pertanyaan yang mungkin lagi pada galau gimana sih daftar bidikmisi da emang ingin kuliah. Disini aku mau jawab beberapa pertanyaan dan aku ingin berbagi pengalamanku selama menjadi mahasiswa bidikmisi. Oh ya, saat ini aku semester 7 mau semester 8, doain ya tahun depan aku wis_udah, Amin.


1. Siapa kah yang mempersiapkan berkas bidikmisi?
Jawaban : Siswa, dibantu pihak sekolah. 
Pengalaman : Kalau aku waktu itu ada prestasi, nggak kepikir sih kalau bakalan dapet bidikmisi, gataunya sama BK aku dipanggil dan dikasih surat bidikmisi, waktu itu barengan sama teman yang juga ingin bidikmisi, tapi sayangnya temanku nggak ada prestasi jadi ia nggak bisa dapat. 

2. Bidikmisi apakah hanya perguruan tinggi negeri saja?
Jawaban : engga, ada juga di pergutuan tinggi swasta, kawan ku juga ada kok yang kuliah di perguruan tinggi swasta dan pakai bidikmisi, sebut saja salah satunya, UBAYA, cuma aku kurang tahu gimana prosesnya :)

3. Gimana caranya ikut bidikmisi?
Jawaban : Coba tanya guru BK mu, nanti dikasih persyaratan, atau tanya wali kelas atau kaprodi. Pokoknya yang disekolah bisa membantumu tentang persoalan bidikmisi.
Pengalaman : Waktu itu sama seperti di nomor 1 aku nggak tahu tentang bidikmisi dan dipanggil oleh BK ternyata aku termasuk siswa yang layak mendapatkan bidikmisi.

4. Kalau mau daftar bidikmisi lihat rangking nggak sih?
Jawaban dari pengalaman : Yang aku tahu engga, kalau di sekolah ku dulu yang dapat bidikmisi hanya siswa yang berprestasi, jadi misal pernah menang lomba apa dimana itu nanti yang bakalan dapet bidikmisi.

5. Apakah harus biaya dahulu diawal? Katanya bidikmisi maba cair di semester 2.
Jawaban dari pengalaman : Kalau aku iya, waktu itu aku daftar di Surabaya dan penempatan Ponorogo. Pihak kampus bilang untuk living cost atau biaya hidup dan transport aku harus biaya sendiri karena dananya belum cair. Jadi syukur waktu itu ada tabungan 2 juta lumayan bisa buat hidup di kota orang. 

Saranku: Selagi persiapin untuk daftar kuliah dan segala prosesnya nggak ada salahnya kamu ngelamar kerja, apapun yang penting ada pemasukan dan nggak memberatkan orang tua. Aku dulu juga gitu, Begitu selesai UN hari kamis aku langsung masukan lamaran dan hari sabtu aku interview, hari senin sudah kerja, jadi.. SEMANGAT !

6. Apakah bisa menerima bidikmisi meskipun sudah masuk kuliah?
Jawaban : Bisa kok, tapi balik lagi tergantung kebijaksanaan kampus yaa. Soalnya kalau dibidikmisi ada bidikmisi pengganti, jadi gantiin penerima yang sebelumnya nerima tapi semester selanjutnya ga nerima, ya kira-kira begitu deh. 

Saranku : mending cari beasiswa yang lain aja, kalau sudah masuk kuliah, beasiswa itu buanyakk kok, sungguh! Aku aja jadi pengen cari yang lainnya :)) tapi kan ga bisa, yauda di tuntasin dulu aja kuliahnya.

7. Rumah saya bagus, apakah bisa mendaftar bidikmisi?
Jawaban dari Pengalaman : Sama, rumah saya juga bagus tapi ini rumah kontrak tingkat dua lagi. Awalnya ragu sih apa bakalan bisa dapet, tapi dicoba aja dan buktinya saya bisa. Cuma ya tergantung dari pihak kampus juga ya. Kan rumah memang salah satu syarat tapi banyak faktor juga kan jadi menurutku silahkan dicoba aja. Sayangnya waktu survey aku nggak ada dirumah sih lagi kerja jadi yang nerima ibu. Mungkin orang tua waktu itu yang menjelaskan.

Dari pengalamanku, bidikmisi bener-bener ngebantu sih jadi kita nggak perlu mikirin uang SPP dan ada juga biaya bulanan. Kalau aku karena aku ada pekerjaan sampingan, biaya bulanan yang ku dapat itu aku buat bayar kos dan transport kalaupun ada sisa aku gunakan untuk kursus. Kursus apa aja yang nggak bayar atau bayarnya murah, karena menurutku karena aku cewek, ketika tua ijasah nggak bisa selamanya dipakai jadi kita harus punya keterampilan ;;) atau siapa tahu aku punya pasangan kemudian pasanganku tinggal ditempatkan di daerah, modal ijasah aja nggak cukup tanpa keterampilan kan? makanya aku ikut kursus setiap satu semester sekali.

Oe mungkin sekian dahulu yang bisa aku posting kali ini. Misalnya ada pertanyaan kalian bisa tinggalin di bawah yaa, kalau bisa aku jawab pasti aku jawab.

Terima kasih telah berkunjung. Buat yang mau follow instagram bisa di @diliburinaja.id

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengalaman Daftar Kuliah Jalur Bidikmisi"

Post a Comment

Harap Komentar Dengan Sopan dan Tidak Mengandung SARA atau SPAM
Untuk pasang Iklan contact stefanikristina@gmail.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel